Selama masa perkembangannya, bayi kerap melakukan berbagai gerakan sebagai komunikasi terhadap apa yang ia sedang rasakan. Umumnya gerak-gerik tersebut berupa menggeliat, mengerutkan wajah, hingga mengeluarkan suara seolah sedang menahan sesuatu layaknya ngeden.
Kondisi ini sebenarnya umum terjadi pada bayi karena tubuhnya masih beradaptasi dengan lingkungannya.
Otot-ototnya dalam tubuhnya pun masih dalam tahap perkembangan, sehingga ia masih belum dapat mengendalikan tubuh sepenuhnya, dan respons yang muncul padanya kerap nampak seperti ngeden. Lalu, apa saja alasan kenapa bayi sering ngeden?
Berikut Popmama.com telah rangkum alasan kenapa bayi sering ngeden. Yuk, Ma, simak alasannya pada artikel berikut ini.
