Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
For
You

Kenapa Bayi Terbangun Tengah Malam dan Terlihat Ceria?

Popmama.com/Alya Putri Abi/AI
Popmama.com/Alya Putri Abi/AI
Intinya sih...
  • Bayi terbangun di tengah malam dengan wajah ceria dan tidak menangis selama lebih dari dua minggu disebut sebagai split night sleep.
  • Penyebabnya adalah ketidakselarasan ritme sirkadian dan tekanan tidur pada bayi, yang membuat mereka sulit kembali tidur.
  • Split night sleep normal terjadi pada bayi hingga usia balita, namun bisa diatasi dengan mengenali pola tidur, mengatur jadwal tidur siang, dan memastikan aktivitas fisik di siang hari.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Bayi terbangun di tengah malam hingga pukul dua dini hari, tetapi tidak menangis, tidak lapar, dan tidak juga ingin pup? Sebaliknya, si Kecil justru terlihat terjaga dengan mata terbuka lebar, wajah ceria, bahkan tampak ingin mengajak orang tua bermain dan berinteraksi.

Situasi seperti ini tentu cukup melelahkan karena membuat orangtua harus terjaga sepanjang malam untuk menemani dan menjaga si Kecil. Waktu tidur jadi terpotong, sehingga keesokan harinya bisa merasa kurang istirahat. Meski begitu, kondisi ini sebenarnya cukup umum terjadi pada bayi dan tidak selalu menandakan adanya masalah kesehatan.

Untuk membantu memahami kondisi ini, Popmama.com telah merangkum penyebab bayi terbangun tengah malam dan terlihat ceria.

Table of Content

Kenapa Bayi Terbangun Tengah Malam dan Terlihat Ceria?

Kenapa Bayi Terbangun Tengah Malam dan Terlihat Ceria?

Popmama.com/Alya Putri Abi/AI
Popmama.com/Alya Putri Abi/AI

Jika bayi terbangun di tengah malam dengan kondisi terjaga dengan wajah tampak segar, dan tidak menangis selama lebih dari dua minggu, serta terjadi minimal lima malam dalam seminggu, para ahli menyebut kondisi ini sebagai pola tidur malam yang terpecah atau dikenal dengan istilah split night sleep.

Split night sleep adalah kondisi ketika bayi terbangun di malam hari dan sulit untuk kembali tidu. Bahkan bayi bisa tetap terjaga selama 3 jam atau lebih. Meski terlihat ceria dan aktif, pola tidur seperti ini dapat memengaruhi kualitas tidur bayi dan tentu berdampak pada kelelahan orangtua.

Apa Penyebab Split Night Sleep pada Bayi? 

Popmama.com/Alya Putri Abi/AI
Popmama.com/Alya Putri Abi/AI

Penyebab split night sleep dijelaskan oleh organisasi Sleep Foundation. Kondisi ini terjadi karena dua sistem biologis utama yang mengatur tidur bayi belum bekerja secara selaras, yaitu ritme sirkadian dan tekanan tidur.

  • Ritme sirkadian

Ritme sirkadian merupakan jam biologis internal yang mengatur kapan tubuh merasa mengantuk dan kapan harus terjaga. Ritme ini sangat dipengaruhi oleh kondisi terang dan gelap. Saat lingkungan mulai gelap, tubuh secara alami melepaskan hormon melatonin yang membantu memicu rasa kantuk.

Sebaliknya, ketika lingkungan terang, produksi melatonin menurun sehingga tubuh menjadi lebih waspada. Pada bayi, ritme sirkadian belum terbentuk secara sempurna, terutama di usia awal kehidupan.

Akibatnya, bayi belum sepenuhnya mampu membedakan waktu siang dan malam. Inilah yang membuat sebagian bayi bisa merasa segar dan terjaga di malam hari, meskipun seharusnya sudah memasuki waktu tidur.

  • Tekanan tidur

Tekanan tidur atau dikenal juga sebagai dorongan tidur homeostatis. Ini adalah kebutuhan tidur yang meningkat seiring lamanya seseorang terjaga. Semakin lama bayi terjaga di siang hari, semakin besar tekanan tidurnya, sehingga tubuh terdorong untuk tidur lebih lama dan lebih nyenyak di malam hari.

Namun, jika tekanan tidur terlalu rendah, misalnya karena bayi tidur siang terlalu lama atau terlalu sering, dorongan untuk tidur di malam hari bisa berkurang. Saat tekanan tidur menurun sementara ritme sirkadian belum cukup kuat, bayi bisa terbangun di tengah malam dengan perasaan segar dan sulit untuk kembali tidur, hal inilah yang disebut dengan gangguan tidur atau Split night sleep pada bayi.

Apakah Split Night Sleep Normal?

Popmama.com/Alya Putri Abi/AI
Popmama.com/Alya Putri Abi/AI

Split night sleep sebenarnya cukup umum dan bisa terjadi pada berbagai rentang usia anak. Pada bayi baru lahir hingga usia empat bulan, terbangun di malam hari merupakan hal yang normal karena pola tidur mereka memang belum terbentuk dengan baik.

Sementara itu, pada usia lima bulan hingga balita, pola tidur terbangun di tengah malam masih sangat mungkin terjadi seiring dengan perkembangan siklus tidur anak. Bahkan, anak usia dua tahun pun masih bisa mengalami split night sleep.

Hal ini berkaitan dengan perbedaan dan perkembangan siklus tidur anak, sehingga kondisi tersebut masih tergolong wajar dan tidak selalu menandakan adanya masalah serius.

Bagaimana Cara Mengatasi Split Night Sleep?

Popmama.com/Alya Putri Abi/AI
Popmama.com/Alya Putri Abi/AI
  1. Kenali pola tidurnya terlebih dahulu
    Amati kebiasaan tidur bayi setiap malam. Jika bayi sering terbangun di tengah malam dalam keadaan segar, tidak rewel, dan bisa terjaga selama satu hingga dua jam atau lebih—terutama jika terjadi hampir setiap malam, besar kemungkinan bayi mengalami split night sleep, bukan sekadar terbangun biasa.

  2. Hitung total waktu tidur bayi dalam sehari
    Perhatikan berapa lama bayi tidur dalam 24 jam, termasuk tidur siang. Jika bayi tidur terlalu lama di siang hari, tubuhnya tidak cukup lelah saat malam tiba. Akibatnya, bayi jadi mudah terbangun dan sulit tidur kembali di tengah malam.

  3. Atur ulang jadwal tidur siang
    Jika tidur siang terlalu panjang, cobalah menguranginya sedikit demi sedikit, misalnya 15–30 menit. Selain itu, beri jarak waktu bangun yang cukup sebelum tidur malam agar bayi benar-benar merasa mengantuk dan siap tidur lebih lama.

  4. Sesuaikan jam tidur malam
    Waktu tidur yang terlalu cepat belum tentu baik. Jika bayi tidur terlalu awal, tubuhnya bisa merasa sudah cukup istirahat di tengah malam sehingga terbangun dalam kondisi segar. Menyesuaikan jam tidur malam agar sesuai dengan kebutuhan bayi dapat membantu mencegah terbangun terlalu lama di malam hari.

  5. Pastikan bayi aktif di siang hari
    Aktivitas fisik membantu bayi menggunakan energinya dengan baik. Ajak bayi bermain di lantai, seperti tengkurap, berguling, atau merangkak sesuai usianya. Aktivitas ini membantu bayi merasa lebih lelah secara alami sehingga tidurnya di malam hari menjadi lebih nyenyak.

Apakah Boleh Menunggu Hingga Bayi Tertidur Sendiri?

Popmama.com/Alya Putri Abi/AI
Popmama.com/Alya Putri Abi/AI

Pada beberapa bayi, Mama dan Papa bisa menunggu sebentar jika bayi terlihat aman, nyaman, dan tidak rewel. Biasanya, bayi akan menumpuk rasa kantuknya dan perlahan tertidur kembali dengan sendirinya. Meski demikian, tetap disarankan untuk memeriksa secara berkala agar memastikan si Kecil tetap aman selama tidur malam.

Jika bayi mulai gelisah atau sulit tidur dalam waktu yang cukup lama, sebaiknya membantu menenangkan bayi. Caranya bisa dengan memeluk, menyanyikan lagu lembut, atau membelai bayi. Mama juga bisa menciptakan rasa aman dengan aroma familiar, misalnya meletakkan pakaian Mama di dekat tempat tidur.

Waktu Tidur Bayi yang Perlu Diketahui

Popmama.com/Alya Putri Abi/AI
Popmama.com/Alya Putri Abi/AI

Setiap tahap usia bayi memiliki kebutuhan tidur yang berbeda. Jika total waktu tidur siang dan malam sudah terpenuhi, bayi bisa saja terbangun di malam hari dan mengalami split night sleep.

Berikut kebutuhan tidur bayi dan balita sesuai usianya.

  • Bayi usia 0–3 bulan disarankan tidur sebanyak 14–17 jam per hari.

  • Bayi usia 4–12 bulan disarankan tidur sekitar 12–16 jam per hari.

  • Batita usia 1–2 tahun disarankan tidur selama 11–14 jam per hari.

  • Balita usia 3–5 tahun disarankan tidur sekitar 10–13 jam per hari.

Nah, itu dia penyebab bayi terbangun tengah malam dan terlihat ceria. Semoga informasi ini bisa membantu Mama dalam menjaga si Kecil.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Wahyuni Sahara
EditorWahyuni Sahara
Follow Us

Latest in Baby

See More

Kenapa Bayi Terbangun Tengah Malam dan Terlihat Ceria?

10 Feb 2026, 20:30 WIBBaby