Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Install

Apa Itu Kretinisme pada Bayi? Kenali Tanda-tandanya Sejak Dini

5 min read
Apa Itu Kretinisme pada Bayi? Kenali Tanda-tandanya Sejak Dini
X.com/AB_drmd
  • Kretinisme atau hipotiroidisme kongenital adalah kekurangan hormon tiroid sejak lahir yang dapat mengganggu pertumbuhan fisik, perkembangan otak, dan sistem saraf bayi.

  • Tandanya dapat berupa berat badan sulit naik, kesulitan menyusu, pertumbuhan terhambat, jaundice, sembelit, serta kulit dingin dan kering; pemeriksaan dokter diperlukan untuk memastikan penyebabnya.

  • Skrining darah pada bayi baru lahir mendeteksi gangguan ini lebih awal; terapi levotiroksin dan pemantauan rutin perlu segera dilakukan untuk menekan risiko komplikasi perkembangan menetap.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Melihat si Kecil tumbuh sehat tentu menjadi harapan setiap orangtua. Adakalanya Mama dan Papa harus selalu memantau kondisi kesehatan yang dapat memengaruhi tumbuh kembangnya sejak lahir.

Salah satu kondisi yang perlu Mama dan Papa ketahui adalah kretinisme atau hipotiroidisme kongenital, yakni kekurangan hormon tiroid sejak lahir.

Jika terlambat ditangani, kondisi ini dapat memengaruhi pertumbuhan fisik, perkembangan otak, dan sistem saraf bayi.

Apa saja yang perlu Mama ketahui tentang kondisi ini? Mari simak penjelasan Popmama.com mengenai apa itu kretinisme pada bayi yang dikutip dari Healthline berikut ini.

  1. 1. Apa itu kretinisme pada bayi?

    Apa itu kretinisme pada bayi?
    Pexels.com/Oss Leos

    Kretinisme merupakan istilah lama untuk kondisi yang kini dikenal sebagai hipotiroidisme kongenital, yaitu kekurangan hormon tiroid yang terjadi sejak bayi lahir.

    Hormon tiroid memiliki peran penting dalam mendukung pertumbuhan tubuh, perkembangan otak, serta sistem saraf bayi. Untuk memproduksi hormon tersebut, tubuh membutuhkan yodium yang diperoleh dari makanan.

    Hipotiroidisme kongenital dapat terjadi ketika kelenjar tiroid bayi tidak terbentuk dengan baik atau tidak mampu menghasilkan hormon dalam jumlah yang cukup. 

    Selain kelenjar tiroid, kondisi ini juga dapat berkaitan dengan kekurangan yodium selama kehamilan.

    Jika tidak segera ditangani, kekurangan hormon tiroid dapat menyebabkan gangguan perkembangan kognitif, pertumbuhan yang terhambat, serta masalah kesehatan lainnya.

  2. 2. Apa saja gejala kretinisme pada bayi baru lahir?

    Apa saja gejala kretinisme pada bayi baru lahir?
    Pexels.com/Sarah Chai

    Gejala hipotiroidisme kongenital terkadang tidak langsung terlihat saat bayi dilahirkan. Namun, seiring waktu, beberapa tanda dapat mulai muncul, di antaranya:

    • Berat badan sulit bertambah.

    • Bayi mengalami kesulitan menyusu atau kurang menyusu.

    • Pertumbuhan fisik terhambat.

    • Kulit dan bagian putih mata menguning atau mengalami penyakit kuning (jaundice).

    • Mengalami sembelit.

    • Kulit terasa dingin dan kering.

    Gejala tersebut tidak selalu menandakan hipotiroidisme kongenital karena bisa berkaitan dengan kondisi lain. Oleh karena itu, Mama perlu berkonsultasi dengan dokter apabila menemukan tanda-tanda yang mengkhawatirkan pada si Kecil.

  3. 3. Apa penyebab kretinisme pada bayi?

    Apa penyebab kretinisme pada bayi?
    Pexels.com/Luis Becerra Fotógrafo

    Hipotiroidisme kongenital dapat disebabkan oleh beberapa kondisi yang memengaruhi pembentukan kelenjar tiroid atau produksi hormon tiroid bayi.

    Berikut beberapa kemungkinan penyebabnya:

    • Kelenjar tiroid tidak terbentuk dengan sempurna. Bayi dapat lahir tanpa kelenjar tiroid atau memiliki kelenjar tiroid yang berukuran lebih kecil dari normal.

    • Kelainan genetik. Perubahan gen tertentu dapat memengaruhi kemampuan tubuh dalam memproduksi hormon tiroid.

    • Penggunaan obat-obatan tertentu selama kehamilan. Obat yang memengaruhi produksi hormon tiroid, seperti obat antitiroid dan lithium, dapat berkaitan dengan kondisi ini.

    • Paparan yodium radioaktif selama kehamilan. Paparan dalam konteks pengobatan tertentu dapat memengaruhi fungsi tiroid janin.

    • Kekurangan yodium. Yodium diperlukan untuk memproduksi hormon tiroid. Kekurangan asupan yodium selama kehamilan dapat mengganggu perkembangan janin dan meningkatkan risiko gangguan tiroid.

    Meski begitu, penyebab hipotiroidisme kongenital tidak selalu dapat diketahui secara pasti pada setiap bayi.

  4. 4. Bagaimana cara mendiagnosis kretinisme pada bayi?

    Bagaimana cara mendiagnosis kretinisme pada bayi?
    Pexels.com/Danik Prihodko

    Hipotiroidisme kongenital dapat dideteksi melalui skrining bayi baru lahir. Pemeriksaan ini penting karena bayi yang mengalami kondisi tersebut belum tentu menunjukkan gejala yang jelas pada awal kehidupannya.

    Skrining dilakukan dengan mengambil sedikit sampel darah, biasanya melalui tumit bayi. Sampel tersebut kemudian diperiksa untuk mengukur kadar hormon tiroid, seperti tiroksin (T4), dan/atau hormon perangsang tiroid (TSH).

    Jika hasil skrining menunjukkan kemungkinan adanya gangguan tiroid, dokter dapat menyarankan pemeriksaan lanjutan untuk memastikan diagnosis.

    Deteksi sejak dini membantu bayi mendapatkan penanganan yang tepat sebelum kekurangan hormon tiroid memengaruhi perkembangan otak dan pertumbuhan secara lebih serius.

  5. 5. Bagaimana penanganan kretinisme pada bayi?

    Bagaimana penanganan kretinisme pada bayi?
    Pexels.com/Phát Võ Hồ Tấn

    Penanganan utama hipotiroidisme kongenital adalah pemberian hormon tiroid sintetis yang disebut levotiroksin. Obat ini membantu menggantikan hormon tiroid yang tidak dapat diproduksi tubuh bayi dalam jumlah memadai.

    Dokter akan menentukan dosis berdasarkan kebutuhan bayi dan memantau responsnya terhadap pengobatan. Obat harus diberikan sesuai petunjuk dokter, termasuk cara pemberian yang tepat untuk bayi.

    Selama menjalani pengobatan, si Kecil juga memerlukan pemeriksaan darah secara berkala untuk memantau kadar TSH dan T4.

    Hasil pemeriksaan tersebut membantu dokter menyesuaikan dosis obat agar kadar hormon tiroid tetap berada dalam rentang yang sesuai.

    Penanganan sebaiknya dimulai sesegera mungkin setelah diagnosis ditegakkan. Pasalnya, keterlambatan pengobatan dapat meningkatkan risiko gangguan perkembangan otak yang menetap.

  6. 6. Apakah kretinisme pada bayi dapat dicegah?

    Apakah kretinisme pada bayi dapat dicegah?
    Pexels.com/Luis Becerra Fotógrafo

    Tidak semua kasus hipotiroidisme kongenital dapat dicegah, terutama jika penyebabnya berkaitan dengan kelainan pembentukan kelenjar tiroid atau faktor genetik.

    Namun, Mama dapat membantu mengurangi risiko gangguan akibat kekurangan yodium dengan memastikan asupan yodium tercukupi selama kehamilan sesuai rekomendasi tenaga kesehatan.

    Garam beryodium merupakan salah satu sumber yodium. Selain itu, Mama dapat berkonsultasi dengan dokter mengenai kebutuhan yodium selama kehamilan dan apakah suplemen tertentu diperlukan.

    Mama sebaiknya tidak mengonsumsi suplemen yodium secara berlebihan tanpa anjuran dokter karena asupan yodium yang terlalu tinggi juga dapat mengganggu fungsi tiroid.

  7. 7. Apa komplikasi kretinisme pada bayi jika tidak ditangani?

    Apa komplikasi kretinisme pada bayi jika tidak ditangani?
    Pexels.com/@ Prestige by Nature

    Hipotiroidisme kongenital yang tidak segera ditangani dapat memengaruhi berbagai aspek pertumbuhan dan perkembangan anak.

    Beberapa komplikasi yang mungkin terjadi meliputi:

    • Gangguan perkembangan kognitif atau disabilitas intelektual.

    • Pertumbuhan fisik yang terhambat.

    • Gangguan perkembangan dan kekuatan tulang.

    • Gangguan koordinasi atau pola berjalan.

    • Kekakuan otot atau spastisitas.

    • Gangguan bicara.

    • Masalah penglihatan dan pendengaran.

    • Kesulitan dalam mengingat dan mempertahankan perhatian.

    Risiko komplikasi bergantung pada tingkat kekurangan hormon tiroid serta seberapa cepat kondisi tersebut terdeteksi dan ditangani. Meski mendapatkan pengobatan, sebagian anak mungkin masih mengalami kesulitan belajar.

  8. 8. Bagaimana peluang tumbuh kembang bayi dengan kretinisme?

    Bagaimana peluang tumbuh kembang bayi dengan kretinisme?
    Pexels.com/Helena Lopes

    Peluang tumbuh kembang bayi dengan hipotiroidisme kongenital bergantung pada waktu diagnosis dan dimulainya pengobatan.

    Bayi yang terdeteksi sejak dini dan mendapatkan terapi hormon tiroid dengan tepat memiliki peluang lebih baik untuk tumbuh dan berkembang secara optimal dibandingkan bayi yang terlambat mendapatkan penanganan.

    Karena itu, skrining bayi baru lahir dan pemeriksaan lanjutan sesuai anjuran dokter memiliki peran penting dalam membantu menjaga kesehatan si Kecil.

    Itu dia penjelasan mengenai apa itu kretinisme pada bayi. Jika Mama mendapati tanda-tanda yang mengkhawatirkan, jangan ragu berkonsultasi dengan dokter agar si Kecil memperoleh pemeriksaan dan penanganan yang sesuai.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More