- Biang keringat
Menurut Healthline, biang keringat terjadi ketika keringat terperangkap di bawah kulit akibat pori-pori tersumbat, sehingga muncul lepuh merah kecil berisi cairan di leher, bahu, dada, atau ketiak. - Eksim (Dermatitis atopik)
Dikutip dari American Academy of Dermatology, eksim diawali dengan kulit yang sangat gatal, lalu muncul bentol kecil yang bisa mengeluarkan cairan dan berkerak saat digaruk. - Dermatitis Kontak
Menurut American Academy of Dermatology, benda yang menyentuh kulit si Kecil dan memicu iritasi atau alergi dapat memunculkan ruam lepuh yang gatal, termasuk ruam popok. - Penyakit tangan, kaki, dan mulut
Menurut American Academy of Dermatology, infeksi virus ini memunculkan bintik di jari, telapak tangan, atau telapak kaki yang cepat berubah menjadi bentol atau lepuh. Penyakit ini menular dan biasanya sembuh sendiri dalam 7–10 hari.
Apa Penyebab Bentol Berair Bening pada Kulit Bayi?

Bentol berair bening pada bayi umumnya dipicu biang keringat, eksim, dermatitis kontak, atau penyakit tangan, kaki, dan mulut; sebagian besar tergolong ringan dan dapat hilang sendiri.
Bentol tidak dianjurkan dipecahkan atau digaruk karena berisiko memicu infeksi maupun penyebaran penyakit. Perawatan meliputi menjaga kulit sejuk-kering, mandi singkat, pelembap bebas pewangi, dan menghindari iritan.
Pemeriksaan dokter diperlukan bila muncul demam, lemas, cairan menjadi keruh atau kekuningan, kerak kuning kecokelatan, kulit merah-bengkak-nyeri, ruam menyebar, atau tanda alergi berat seperti sulit bernapas.
Pernahkah Mama saat memandikan si Kecil, tiba-tiba menemukan bentol kecil berisi cairan bening di kulit bayi mama? Wajar kalau Mama langsung panik dan bertanya-tanya, ini sebenarnya apa, ya?
Menurut WebMD, kulit bayi memang mudah mengalami ruam dan sebagian besar tidak berbahaya serta hilang dengan sendirinya. Meski begitu, ada juga yang perlu penanganan dokter.
Supaya Mama tidak salah langkah saat bayi mama mengalami hal tersebut, berikut Popmama.com mengulas apa penyebab bentol berair bening pada kulit bayi? Yuk, simak sampai habis!
Table of Content
Apa Saja Penyebab Bentol Berair Bening pada Kulit Bayi?

Wikimedia Commons/CDC Bentol berisi cairan bening bisa muncul karena beberapa hal dan kebanyakan tergolong jinak. Berikut yang paling sering ditemukan.
Apakah Bentol Berair pada Bayi Boleh Dipecahkan?

Pinterest.com Melihat bentol berair, tangan Mama mungkin gatal ingin sesegera mungkin memecahkannya supaya cepat kempis. Tapi, tahan dulu, Ma!
Sebaiknya jangan dilakukan. Mengutip The Bump, garukan dan korekan pada kulit bayi bisa memicu infeksi sekunder. Pada eksim, garukan membuat bentol gatal merembeskan cairan lalu berkerak.
Pada penyakit menular seperti impetigo, penularannya lewat sentuhan kulit, sehingga mengutak-atik lepuh berisiko menyebarkannya.
Pada jerawat bayi, disarankan agar kulit yang teriritasi tidak dicubit. Selain itu, Mama juga harus menjaga kuku si Kecil tetap pendek dan memakaikan sarung tangan katun yang lembut saat tidur.
Bagaimana Cara Mengatasi Bentol Berair pada Kulit Bayi?

Pinterest.com Kabar baiknya, banyak ruam pada bayi bisa dibantu lewat perawatan sederhana di rumah. Berikut langkah yang bisa Mama coba.
- Jaga kulit tetap sejuk dan kering
Untuk biang keringat, menurut American Academy of Dermatology, bawa si Kecil ke tempat sejuk agar keringatnya berhenti dan ruam hilang sendiri dalam beberapa hari. - Mandi singkat dan lembapkan kulit
Menurut Healthline, mandikan bayi dengan air suam-suam kuku selama 5–10 menit memakai sabun lembut tanpa pewangi. Oleskan krim atau salep pelembap yang tebal dan bebas pewangi dua kali sehari. - Hindari pemicu iritasi
Mengutip American Academy of Dermatology, bayi perlu menjauhi hal yang memicu ruam agar kulitnya membaik. - Jangan sembarang mengoleskan obat
Melansir American Academy of Dermatology, kulit bayi sangat sensitif sehingga obat jerawat tidak boleh dipakai tanpa anjuran dokter kulit. Untuk eksim yang membandel, dokter anak bisa meresepkan salep steroid yang dipakai sesuai petunjuk.
- Jaga kulit tetap sejuk dan kering
Apa Ciri Bentol Berair pada Bayi yang Perlu Diwaspadai?

Pinterest.com Meski sering jinak, ada kalanya bentol berair menjadi pertanda masalah yang lebih serius. Mama perlu jeli mengenali cirinya.
- Cairan berubah keruh atau kekuningan
Melansir WebMD, lepuh yang berisi cairan, terutama yang keruh dan kekuningan, bisa menandakan infeksi serius seperti infeksi bakteri atau herpes. Karena itu, cairan bening yang lama-kelamaan berubah warna patut dicurigai. - Muncul kerak kuning kecokelatan
Menurut American Academy of Dermatology, impetigo menimbulkan luka atau lepuh di sekitar mulut dan hidung yang kemudian tertutup kerak tebal berwarna kuning kecokelatan. - Lepuh muncul bertahap dan sangat gatal
Mengutip The Bump, lepuh cacar air biasanya mulai dari punggung, perut, atau wajah, lalu menyebar dengan tahap yang berbeda-beda: ada yang masih melepuh, ada yang sudah berkerak. Rasa gatalnya hebat dan sering disertai demam. - Kulit di sekitarnya merah, bengkak, dan nyeri
Menurut The Bump, infeksi bakteri pada kulit bisa menimbulkan luka basah yang gatal, atau kulit yang merah, bengkak, dan terasa nyeri. Bila terbukti infeksi strep, dokter anak biasanya memberikan antibiotik oral.
- Cairan berubah keruh atau kekuningan
Kapan Bentol Berair Bening pada Bayi Harus Diperiksakan ke Dokter?

Pexels/Jonathan Borba Lalu, kapan Mama tidak boleh menunda lagi? Berikut sinyal yang menandakan si Kecil perlu segera diperiksa.
- Disertai demam atau bayi tampak lemas
Melansir WebMD, pada beberapa bulan pertama, ruam yang disertai demam di atas 38 derajat Celsius, menyusu buruk, lemas, atau batuk perlu segera diperiksa oleh dokter. - Bintik merah atau ungu yang tidak memudar saat ditekan
Menurut WebMD, bintik kecil merah atau keunguan (petechiae) bisa disebabkan oleh infeksi virus atau infeksi bakteri yang sangat serius, sehingga bayi perlu diperiksa segera. - Muncul tanda alergi berat
Melansir The Bump, jika bibir atau wajah bayi membengkak, atau ia mengi dan sulit bernapas, segerakan dibawa ke IGD. Gejala ini menandakan reaksi alergi berat yang harus ditangani secepatnya. - Ruam menyebar atau tak membaik dalam dua hari
Menurut The Bump, Mama disarankan untuk menghubungi dokter jika ruam terus menyebar, terasa nyeri, mengeluarkan cairan atau darah, atau tak kunjung membaik setelah dua hari.
Jadi, bentol berair bening pada kulit si Kecil sering kali berasal dari hal yang jinak, seperti biang keringat atau eksim, dan bisa membaik dengan perawatan sederhana. Namun, Mama tetap perlu waspada bila ada demam, cairan keruh, atau ruam yang makin menyebar.
Nah, itulah pembahasan mengenai apa penyebab bentol berair bening pada kulit bayi? Semoga informatif dan bermanfaat, Ma!
- Disertai demam atau bayi tampak lemas

























