Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Install

Apa Saja Tanda-Tanda Bayi Kurang Tidur? Ini Penyebab dan Solusinya

4 min read
Apa Saja Tanda-Tanda Bayi Kurang Tidur? Ini Penyebab dan Solusinya
Pexels/Jonathan Borba
  • Tanda bayi kurang tidur meliputi sering menguap atau mengucek mata, rewel, mudah tertidur saat perjalanan tetapi aktif malam hari, sulit bangun, serta kurang tertarik pada sekitar.

  • Kurang tidur dapat dipicu ketidaknyamanan atau sakit, jadwal tidur tidak sesuai, rangsangan berlebih, serta fase perkembangan. Kebutuhan tidur berubah dari hingga 20 jam pada bayi baru lahir.

  • Penanganan mencakup menidurkan bayi saat mengantuk, rutinitas konsisten, suasana tenang, dan pengaturan tidur siang. Konsultasikan dokter bila sulit dibangunkan, sering mendengkur, atau disertai masalah makan dan emosi.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Pernahkah Mama mengalami bayi yang sangat sulit untuk tidur, tetapi si Kecil masih terus-terusan merengek dan sulit memejamkan mata? Padahal, seharian Mama sudah berusaha mengikuti jadwal tidurnya.

Kondisi seperti ini sering membuat Mama bertanya-tanya, jangan-jangan bayi Mama kurang tidur? Kondisi ini pasti bikin Mama khawatir dan penasaran dengan kondisi si Kecil.

Untuk menjawab rasa penasaran akan kondisi bayi mama, berikut Popmama.com mengulas apa saja tanda-tanda bayi kurang tidur? Yuk, simak sampai habis!

  1. Apa Saja Tanda-Tanda Bayi Kurang Tidur?

    Apa Saja Tanda-Tanda Bayi Kurang Tidur?
    Pexels/freestocks.org

    Berbeda dengan orang dewasa, bayi belum bisa bilang bahwa ia lelah. Karena itu, Mama perlu jeli membaca bahasa tubuhnya.

    • Sering menguap dan mengucek mata
      Menurut Romper, menguap dan mengucek mata adalah sinyal klasik bahwa si Kecil butuh tidur secepatnya. 
    • Rewel dan mudah menangis
      Dikutip dari Cleveland Clinic, bayi yang lelah biasanya menjadi lebih rewel dan terus menempel pada orangtuanya. 
    • Mudah tertidur di perjalanan, tetapi aktif saat malam
      Melansir Happiest Baby, anak yang cepat terlelap di mobil atau stroller kemungkinan mengalami kurang tidur. Anak yang terlalu lelah justru sering makin aktif menjelang tidur karena tubuhnya dibanjiri hormon kortisol.
    • Sulit bangun dan kurang tertarik pada sekitar
      Menurut Romper, bayi yang bangun dengan lesu dan seperti ingin tidur lagi bisa jadi belum cukup beristirahat. 

  2. Apa Penyebab Bayi Mengalami Kurang Tidur?

    Apa Penyebab Bayi Mengalami Kurang Tidur?
    Pexels/Анастасия Триббиани

    Setelah mengenali tandanya, pertanyaan berikutnya pasti muncul, yaitu kenapa si Kecil bisa sampai kurang tidur? Berikut penyebabnya, dikutip dari Family Tree Primary Care.

    • Tubuh tidak nyaman atau sedang sakit
      Popok yang basah, suhu ruangan yang terlalu panas atau dingin, dan perut lapar bisa mengganggu tidur si Kecil. Hidung tersumbat atau demam ringan juga membuat bayi lebih sulit tidur nyenyak.
    • Jadwal tidur tidak sesuai kebutuhan
      Bayi yang terjaga terlalu lama gampang kelelahan dan malah sulit tertidur, sedangkan bayi yang belum cukup lelah bisa menolak tidur. 
    • Terlalu banyak rangsangan
      Lampu terang, suara bising, dan banyak orang baru bisa membuat bayi kewalahan. Rangsangan berlebih membuat sistem tubuh si Kecil yang sensitif sulit tenang untuk tidur.
    • Fase Perkembangan
      Pada usia 6–9 bulan, kecemasan saat berpisah dari orangtua bisa membuat bayi sulit tidur, sedangkan lonjakan pertumbuhan membuatnya lebih lapar dan gelisah.

  3. Berapa Jam Bayi Seharusnya Tidur dalam Sehari?

    Berapa Jam Bayi Seharusnya Tidur dalam Sehari?
    Pexels/Jonathan Borba

    Nah, supaya Mama punya patokan, berapa sebenarnya jam tidur yang dibutuhkan bayi? Jawabannya berubah seiring bertambahnya usia si Kecil.

    • Bayi baru lahir
      Menurut Cleveland Clinic, bayi baru lahir bisa tidur hingga 20 jam dari 24 jam dalam sehari. Waktu terjaganya pun hanya sekitar 45 menit setiap kali bangun.
    • Usia 4 bulan
      Menurut Cleveland Clinic, pada usia ini bayi umumnya tidur 10–12 jam di malam hari, dengan satu atau dua kali terbangun untuk menyusu, ditambah 3–5 jam tidur siang. 
    • Usia 4–12 bulan
      Mengutip American Academy of Sleep Medicine, bayi pada usia ini direkomendasikan untuk tidur selama 12–16 jam dalam 24 jam.
    • Usia 12–24 bulan
      Mengutip American Academy of Sleep Medicine, kebutuhan tidur turun menjadi 11–14 jam sehari, termasuk tidur siang.

  4. Bagaimana Cara Mengatasi Bayi yang Kurang Tidur?

    Bagaimana Cara Mengatasi Bayi yang Kurang Tidur?
    Pexels/Helena Lopes

    Kabar baiknya, bayi yang kurang tidur sering kali bisa dibantu lewat penyesuaian kecil di rumah. Yuk, coba langkah-langkah berikut.

    • Tidurkan saat tanda mengantuk muncul
      Mengutip Cleveland Clinic, Mama disarankan untuk menidurkan si Kecil begitu ia tampak mengantuk, misalnya mengucek mata atau kelopak mata terkulai, sebelum ia keburu kelelahan. 
    • Buat jadwal dan rutinitas yang konsisten
      Melansir Family Tree Primary Care, atur jam bangun, tidur siang, dan tidur malam dengan baik, dilengkapi dengan rutinitas sederhana seperti mandi, membaca buku, lalu menyanyikan lagu pengantar tidur. 
    • Tenangkan suasana menjelang tidur
      Melansir Family Tree Primary Care, jauhkan lampu terang, mainan berisik, dan layar gawai dalam satu jam terakhir sebelum tidur. 
    • Atur tidur siang dan jam tidur malam
      Menurut Parenting Science, tidur siang yang panjang atau terlalu sore dapat membuat bayi baru mengantuk larut malam.

  5. Kapan Bayi yang Kurang Tidur Perlu Diperiksakan ke Dokter?

    Kapan Bayi yang Kurang Tidur Perlu Diperiksakan ke Dokter?
    Pexels/Jonathan Borba

    Meski begitu, tidak semua masalah tidur bisa diselesaikan sendiri di rumah. Ada kalanya Mama perlu meminta bantuan dokter anak.

    • Bayi sangat sulit dibangunkan
      Menurut Parenting Science, jika si Kecil tampak selalu kelelahan dan luar biasa sulit dibangunkan, Mama disarankan untuk membicarakannya dengan dokter. Dokter mungkin akan memeriksa pernapasannya, termasuk kemungkinan henti napas saat tidur.
    • Sering mendengkur padahal tidak pilek
      Hidung tersumbat ringan di minggu-minggu awal atau saat pilek memang wajar, menurut Romper. Namun, dengkuran yang sering bisa menandakan gangguan napas saat tidur, sehingga sebaiknya diperiksakan bila berlanjut.
    • Disertai masalah makan dan emosi
      Mengutip Parenting Science, kurang tidur bisa berjalan beriringan dengan kesulitan makan dan sulitnya pulih dari emosi negatif. Bila Mama menemukan kombinasi ini, diskusikan dengan dokter untuk memastikan tidak ada kondisi medis yang memengaruhi tidur.
    • Mama merasa khawatir
      Melansir Cleveland Clinic, rentang kebiasaan tidur yang normal itu luas, tetapi bila Mama cemas, sebaiknya bicarakan dengan dokter anak. Tidak ada salahnya berkonsultasi agar Mama lebih tenang.

    Nah, itulah pembahasan mengenai apa saja tanda-tanda bayi kurang tidur? Semoga informatif dan bermanfaat, Ma!

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More