Lalu, apa yang sebenarnya terjadi di dalam tubuh setelah vaksin diberikan?
Secara sederhana, vaksin memperkenalkan sistem imun pada antigen atau petunjuk tertentu yang berkaitan dengan penyebab penyakit. Dari proses tersebut, tubuh belajar mengenali ancaman dan membentuk respons kekebalan.
Hal ini juga dapat dijelaskan melalui cara kerja vaksin mRNA, salah satu jenis vaksin yang sering dikaitkan dengan klaim perubahan DNA.
Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC) menjelaskan bahwa mRNA dari vaksin bekerja di sitoplasma, yakni bagian sel yang berada di luar inti sel. Sementara itu, DNA manusia tersimpan di dalam inti sel atau nukleus.
mRNA tersebut memberikan instruksi sementara kepada sel untuk menghasilkan protein tertentu yang kemudian dikenali sistem imun. Setelah tugasnya selesai, mRNA akan dipecah oleh tubuh.
WHO juga menjelaskan bahwa vaksin mRNA tidak memengaruhi atau berinteraksi dengan DNA manusia. Materi dari vaksin tidak perlu masuk ke inti sel untuk menjalankan fungsinya. Karena itu, proses vaksinasi pada dasarnya bertujuan membentuk respons dan memori sistem kekebalan tubuh, bukan melakukan perubahan terhadap susunan genetik anak.
Itulah tadi informasi mengenai apakah efek vaksin benar-benar bisa mengubah DNA anak dan faktanya. Semoga menjawab keresahan orangtua yang masih bingung.