Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Install

Bagaimana Cara Membangunkan Bayi yang Tidur untuk Menyusui?

6 min read
Bagaimana Cara Membangunkan Bayi yang Tidur untuk Menyusui?
Pexels/CAMERA TREASURE
  • Pada minggu awal, bayi perlu menyusu 8-12 kali sehari atau tiap 2-3 jam karena lambung kecil dan ASI cepat dicerna; jangan biarkan tidur lebih dari 4-5 jam.

  • Waktu terbaik membangunkan bayi adalah saat tidur ringan, ditandai mata bergerak, tubuh berkedut, mulut mengecap, atau tangan ke mulut; respons sebelum bayi menangis.

  • Bangunkan dengan lembut melalui membuka bedong, mengganti popok, kontak kulit, atau usapan ringan. Jika sulit bangun disertai popok jarang basah, berat tak naik, atau kulit kuning, hubungi dokter.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Melihat si Kecil tidur pulas memang bikin hati Mama tenang. Tapi, gimana kalau jadwal menyusu sudah tiba sementara ia masih terlelap? Banyak Mama baru yang bingung, bolehkah membangunkan bayi hanya demi menyusui?

Faktanya, di minggu-minggu awal kehidupannya, bayi mama justru perlu dibangunkan secara rutin supaya asupan ASI-nya tetap tercukupi. Kalau dibiarkan tidur terlalu lama, si Kecil bisa kehilangan kesempatan menyusu yang penting untuk tumbuh kembangnya.

Untuk memudahkan Mama dalam memberikan ASI kepada si Kecil, berikut Popmama.com mengulas bagaimana cara membangunkan bayi yang tidur untuk menyusui? Yuk, simak sampai habis!

  1. Bagaimana Cara Membangunkan Bayi dari Tidur untuk Menyusui?

    Bagaimana Cara Membangunkan Bayi dari Tidur untuk Menyusui?
    Pexels/Eric Moura

    Ada dua kunci utama, Ma. Yakni, kenali dulu kapan si Kecil berada di fase tidur ringan, lalu gunakan sentuhan lembut agar ia tidak kaget. 

    Menurut La Leche League GB, mendekap bayi dan melakukan kontak kulit ke kulit membantu Mama lebih peka menangkap tanda-tanda lapar sebelum ia benar-benar terbangun, sehingga Mama bisa lebih mudah mengenali isyarat menyusu sejak dini.

    Melansir Apollo Pharmacy, cara membangunkan bayi paling efektif adalah kombinasi rangsangan lembut dan kesabaran, sebab setiap bayi punya respons yang berbeda-beda, sehingga orangtua mungkin perlu mencoba beberapa strategi berbeda untuk menemukan yang paling cocok.

    Jadi, sebelum buru-buru mengangkat atau mengguncang si Kecil, coba amati dulu gerak-geriknya. Dari situ, Mama bisa menentukan momen paling pas untuk mulai membangunkannya.

  2. Mengapa Bayi Perlu Dibangunkan untuk Menyusui?

    Mengapa Bayi Perlu Dibangunkan untuk Menyusui?
    Pexels/Anna Shvets

    Ukuran lambung bayi baru lahir itu sekecil buah ceri, sehingga ASI cepat dicerna dan lambungnya kosong hanya dalam hitungan jam, menurut Apollo Pharmacy, karena ASI mudah dicerna dan membuat perut bayi kembali kosong hanya dalam beberapa jam. 

    Bayi baru lahir juga umumnya kehilangan sekitar 7-10 persen berat badan lahirnya di hari-hari pertama, sehingga mereka perlu makan 8 hingga 12 kali dalam 24 jam agar berat badannya kembali naik dan tetap berada di kurva pertumbuhan yang sehat.

    Menurut Mayo Clinic, menangis sebenarnya adalah tanda lapar yang sudah terlambat, jadi semakin cepat Mama memulai sesi menyusu, semakin kecil kemungkinan Mama harus menenangkan bayi yang sudah kadung rewel.

  3. Bayi Baru Lahir Perlu Dibangunkan untuk Menyusu Setiap Berapa Jam?

    Bayi Baru Lahir Perlu Dibangunkan untuk Menyusu Setiap Berapa Jam?
    Pexels/upender photography

    Umumnya, bayi baru lahir membutuhkan 8 sampai 12 kali menyusu dalam sehari, atau kira-kira setiap 2-3 jam sekali, dan pola ini penting dipertahankan sampai bayi menunjukkan kenaikan berat badan yang stabil dan mencapai kembali berat badan lahirnya.

    Mengutip La Leche League GB, Mama disarankan untuk tidak membiarkan si Kecil tidur lebih dari 4-5 jam tanpa menyusu, karena bayi membutuhkan sesi menyusu yang sering untuk energi, dan payudara Mama juga butuh rangsangan rutin agar produksi ASI tetap lancar.

    Pola sepadat ini memang melelahkan buat Mama, tapi biasanya hanya berlangsung selama beberapa minggu pertama. Begitu berat badan si Kecil sudah stabil, dokter anak biasanya akan mengizinkan Mama mengikuti ritme alami bayi.

  4. Apa Tanda Bayi Sudah Bangun dan Siap Menyusu?

    Apa Tanda Bayi Sudah Bangun dan Siap Menyusu?
    Pexels/hartono subagio

    Mama tidak perlu menunggu si Kecil menangis kencang dulu untuk mulai menyusui. Ada beberapa tanda halus yang bisa dikenali lebih awal:

    • Gerakan mata cepat di balik kelopak mata tertutup
      Ini pertanda ia sedang berada di fase tidur ringan dan lebih mudah dibangunkan, seperti dikutip dari La Leche League GB, di mana tanda tidur ringan meliputi gerakan mata cepat, gerakan kecil pada lengan dan kaki, gerakan mulut, serta perubahan ekspresi wajah.

    • Tangan atau kaki bergerak-gerak kecil, wajah berkedut halus
      Menurut Apollo Pharmacy, gerakan seperti kelopak mata yang berkedip, kedutan wajah, perubahan pola napas, dan sedikit gerakan tubuh merupakan ciri khas fase tidur aktif yang membuat bayi lebih mudah dibangunkan dibandingkan saat tidur nyenyak.

    • Mulut bergerak, mengecap, atau mencari-cari
      Tanda ini menunjukkan naluri mencari puting sudah aktif dan si Kecil mulai siap menyusu.

    • Tangan bergerak ke arah mulut disertai perubahan ekspresi wajah
      Menurut Mayo Clinic, isyarat lapar dini seperti ini meliputi gerakan tangan ke mulut, mengecapkan bibir, rooting, dan bergerak-gerak saat masih tidur, dan sebaiknya Mama segera merespons sebelum bayi menangis.

    Begitu Mama menangkap salah satu tanda di atas, itulah momen terbaik untuk mulai membangunkan dan menyusui si Kecil sebelum ia keburu rewel.

  5. Bagaimana Jika Bayi Sulit Dibangunkan untuk Menyusu?

    Bagaimana Jika Bayi Sulit Dibangunkan untuk Menyusu?
    Pexels/Renjith Tomy Pkm

    Kalau si Kecil benar-benar susah dibangunkan meski sudah dicoba berkali-kali, Mama tidak perlu langsung panik. Namun, tetap perlu waspada terhadap beberapa tanda tertentu.

    Menurut Healthline, Mama perlu memperhatikan bila popoknya jarang basah atau kotor dan berat badannya tidak naik sesuai harapan, karena kondisi ini bisa jadi tanda bayi tidak mendapat cukup ASI dan sebaiknya segera diperiksakan ke dokter anak.

    Sambil menunggu si Kecil lebih bertenaga untuk menyusu langsung, melansir La Leche League GB, Mama disarankan untuk memerah ASI agar pasokan tetap terjaga dan bayi tetap mendapat asupan, dengan target memerah setidaknya 8 hingga 12 kali dalam 24 jam. 

    Jangan ragu menghubungi konselor laktasi atau dokter anak bila si Kecil terus-menerus sulit dibangunkan, apalagi jika disertai kulit yang tampak kekuningan.

  6. Bagaimana Cara Membangunkan Bayi dengan Lembut agar Tidak Kaget?

    Bagaimana Cara Membangunkan Bayi dengan Lembut agar Tidak Kaget?
    Pexels/Sarah Chai

    Setelah tahu tandanya, sekarang saatnya praktik. Berikut cara-cara lembut yang bisa Mama coba supaya si Kecil tidak kaget saat dibangunkan:

    • Buka bedong atau ganti popoknya
      Udara sejuk dan sentuhan saat berganti popok biasanya cukup membuat si Kecil terjaga, menurut Apollo Pharmacy, karena melepas bedong dan membiarkan bayi merasakan suhu ruangan sering kali sudah cukup untuk membangunkannya.

    • Lakukan kontak kulit ke kulit
      Dekap si Kecil di dada Mama hanya dengan popok, agar bisa mendengar detak jantung dan mencium aroma tubuh Mama, yang akan memancing naluri mencari puting.

    • Usap lembut telapak kaki, punggung, atau pipinya
      Sentuhan ringan seperti ini efektif merangsang si Kecil tanpa membuatnya terkejut.

    • Pindah menyusu ke sisi payudara yang lain
      Menurut Healthline, teknik ini disebut sebagai switch nursing, yang bisa membuat si Kecil lebih aktif menyusu kembali, karena perpindahan sisi payudara sering membangunkan bayi dan menghadirkan aliran ASI yang lebih deras.

    • Redupkan lampu kamar dan ajak bicara dengan suara lembut
      Cahaya yang terlalu terang justru membuat bayi memilih memejamkan mata rapat-rapat, sehingga ruangan yang temaram dan suara lembut Mama lebih mengundang si Kecil untuk membuka mata.

    Satu hal yang wajib dihindari: jangan pernah mengguncang tubuh si Kecil untuk membangunkannya, karena ini bisa berakibat fatal dan membahayakan otaknya, sehingga bayi harus selalu ditangani dengan sangat hati-hati. 

    Nah, itulah pembahasan mengenai bagaimana cara membangunkan bayi yang tidur untuk menyusui? Semoga informatif dan bermanfaat, Ma!

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More