Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Install

Kenapa Bayi Menyusu Sebentar Lalu Menangis?

Kenapa Bayi Menyusu Sebentar Lalu Menangis?
Popmama.com/Nafia Mahesa/AI
  • Bayi bisa menangis setelah menyusu sebentar karena aliran ASI terlalu deras atau lambat, yang membuatnya tidak nyaman atau frustrasi saat lapar.

  • Pelekatan yang dangkal dapat menghambat aliran ASI, sementara bayi yang terbiasa botol dot bisa mengalami bingung puting karena alirannya terasa berbeda.

  • Tumbuh gigi dan perut kembung juga dapat mengganggu kenyamanan menyusu; perbaiki pelekatan, atur aliran ASI, bantu keluarkan gas, serta perhatikan nyeri gusi.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Bayi yang hanya menyusu sebentar lalu tiba-tiba menangis tentu bisa membuat Mama bingung. Apalagi jika sebelumnya si Kecil terlihat lapar dan mulai menyusu, tetapi tidak lama kemudian justru melepas payudara dan menjadi rewel.

Kondisi ini sebenarnya bisa terjadi karena berbagai hal. Sebenarnya, apa saja penyebabnya?

Yuk, Ma, simak penjelasannya dari Popmama.com tentang kenapa bayi menyusu sebentar lalu menangis berikut ini.

  1. Masalah pada ASI

    Masalah pada ASI
    Unsplash/kevin liang

    Penyebab pertama dari bayi menyusu sebentar lalu menangis mungkin terletak pada ASI Mama sendiri.

    Dalam kondisi ini, setidaknya ada dua kemungkinan penyebab yang terjadi, yakni aliran ASI Mama terlalu deras atau aliran terlalu lambat.

    Aliran ASI terlalu deras atau dikenal juga dengan hyperlactation adalah kondisi ketika Mama memproduksi ASI dalam jumlah yang banyak. Kondisi ini memicu ASI keluar lebih deras.

    Dilansir dari Cleveland Clinic, aliran ASI yang terlalu deras bisa membuat bayi tidak nyaman saat menyusu. Si Kecil bisa menjauh dari puting dan menangis karena derasnya aliran membuat sesi menyusu menjadi tidak nyaman.

    Tak hanya itu, saat aliran ASI terlalu lambat pun bisa membuat bayi menyusu hanya sebentar lalu menangis, terutama ketika sedang merasa sangat lapar.

    Pada awalnya, mungkin bayi sudah mulai menyusu. Namun, setelah bayi menyadari ASI yang keluar terlalu sedikit, si Kecil akan menjauh dari payudara.

    Sesi menyusu dan pemenuhan rasa lapar yang tertunda karena ASI terlalu lambat keluar membuat bayi frustasi dan menangis sebagai bentuk frustasinya.

  2. Masalah pada Posisi dan Pelekatan Menyusu

    Masalah pada Posisi dan Pelekatan Menyusu
    Unsplash/Frankie

    Penyebab bayi menyusu sebentar lalu menangis lainnya terkait posisi atau pelekatan saat menyusu.

    Dilansir dari What to Expect, pelekatan yang terlalu dangkal membuat bayi hanya mengisap puting tanpa terkena bagian payudara lainnya (areola).

    Akibatnya, aliran ASI menjadi kurang optimal. Setelah menyusu sebentar, si Kecil mungkin akan menjauh lalu menangis frustasi karena ASI yang keluar tidak banyak.

    Selain masalah pelekatan, bayi menyusu sebentar lalu menangis juga dapat dikaitkan dengan bingung puting.

    Melansir WebMD, bayi yang sudah merasa lebih nyaman dengan botol dot cenderung mengalami bingung puting karena aliran ASI tidak sederas susu pada puting palsu (dot).

  3. Kondisi Bayi

    Kondisi Bayi
    Pixabay/Ben_Kerckx

    Kondisi bayi juga turut andil dalam kenapa bayi menyusu sebentar lalu menangis setelahnya.

    Penyebabnya bisa antara lain bayi sedang tumbuh gigi atau bayi sedang dalam kondisi kembung.

    Bayi yang sedang tumbuh gigi umumnya mengalami gusi bengkak. Dilansir dari Mayo Clinic, gusi bengkak karena tumbuh gigi menyebabkan ketidaknyamanan bagi bayi selama menyusu.

    Tekanan saat menyedot ASI membuat gusi bengkaknya terasa nyeri sehingga si Kecil mungkin hanya bisa menyusu sedikit lalu melepas puting Mama dan menangis karena rasa nyeri gusi bengkak.

    Selain itu, perut yang kembung dipenuhi gas juga bisa membuat bayi hanya menyusu sebentar lalu menangis.

    Gas yang terperangkap di dalam perut dapat membuat perut si Kecil terasa penuh, begah, dan tidak nyaman.

    Saat mencoba menyusu lebih banyak, rasa tidak nyaman pada perut bisa semakin terasa. Si Kecil pun mungkin melepaskan payudara, menolak menyusu, lalu menangis.

  4. Cara Mengatasi Bayi Menyusu Sebentar

    Cara Mengatasi Bayi Menyusu Sebentar
    Unsplash/Ana Tablas

    Setelah mengetahui beberapa penyebabnya, Mama bisa mencoba beberapa cara berikut untuk membantu si Kecil menyusu dengan lebih nyaman:

    • Perbaiki pelekatan bayi. Pastikan mulut bayi terbuka lebar saat Mama menawarkan payudara (puting) pada bayi.

    • Perah ASI sebelum menyusui. Jika ASI keluar terlalu cepat, Mama bisa mencoba pumping sedikit ASI selama 1-2 menit agar ASI tidak keluar terlalu deras saat bayi menyusu.

    • Pijat payudara sebelum menyusu. Mama bisa melakukan pijatan lembut pada payudara atau untuk membantu merangsang keluarnya ASI yang sebelumnya lambat.

    • Bantu bayi mengeluarkan gas. Lakukan pijatan ILU pada perut bayi yang terlihat kembung untuk membantu mengurangi gas.

    • Perhatikan kondisi bayi. Jika bayi nyeri gusi, Mama bisa berikan teething dingin atau memijat pelan gusi bayi dengan jari bersih sebelum bayi menyusu.

    Itu penjelasan tentang kenapa bayi menyusu sebentar lalu menangis. Setelah mengetahui beberapa penyebabnya, diharapkan Mama mampu menangani kondisi tersebut agar si Kecil tetap mendapat asupan ASI untuk pemenuhan nutrisinya.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More