Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
7 Benda di Rumah yang Bisa Membahayakan Bayi, Wajib Dijauhkan
Pexels/mike-patterson
  • Cedera bayi paling sering terjadi di rumah; orang tua perlu mengenali dan menyingkirkan bahaya untuk mencegah jatuh, tenggelam, keracunan, luka bakar, tersedak, sengatan listrik, dan jari terjepit.

  • Baby walker, baby bouncer, serta botol susu yang disangga berisiko memicu jatuh, cedera kepala, tersedak, aspirasi, hingga kematian; bayi perlu diawasi dan tidak dibiarkan menggunakan benda-benda tersebut secara tidak aman.

  • Baterai kancing, magnet kecil, water beads, kapsul deterjen, tali tirai, dan furnitur tidak stabil harus dijauhkan karena dapat tertelan, menyebabkan sumbatan, keracunan, tercekik, atau tertimpa.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Setiap orangtua ingin menjaga bayi mereka aman dari bahaya. Namun, sulit untuk mengetahui cara melindungi bayi dan anak yang paling tepat dan aman. Sayangnya, penelitian menunjukkan bahwa tempat paling umum terjadinya cedera adalah di rumah.

Cedera pada anak terjadi karena bahaya — yaitu segala sesuatu yang dapat menyebabkan cedera. Cara terbaik untuk menghindari cedera adalah dengan mengenali bahaya dan menghilangkan atau mengubah agar anak tidak terluka.

Di rumah atau tempat lain, bayi dan anak mungkin berisiko mengalami:

  • jatuh

  • tenggelam

  • keracunan

  • luka bakar dan melepuh

  • tersedak dan tercekik

  • tersengat listrik

  • jari terjepit

Tidak mungkin untuk mencegah setiap bahaya dalam setiap situasi. Namun, bayi akan lebih aman, dan Mama akan merasa lebih tenang jika Mama tahu mereka berada di lingkungan yang aman.

Ada berbagai hal yang dapat Mama coba untuk melindungi bayi dari bahaya seperti kecelakaan di rumah. Salah satunya adalah menjauhkan bayi dari benda-benda yang bisa membahayakannya.

Apa saja benda di rumah yang bisa membahayakan bayi? Yuk, simak daftarnya pada ulasan Popmama.com berikut ini.

1. Baby walker

Pexels/근형 김

Orang tua yang menggunakan baby walker untuk putranya adalah untuk memacu gerak motorik kasar dalam perkembangannya yakni supaya bayinya cepat jalan. Tetapi penggunaan baby walker ini tanpa disadari oleh orangtua sangat membahayakan bayinya itu sendiri.

Laporan dari American Academy of Pediatrics tahun 2001 mengatakan bahwa pada tahun 1999 diperkirakan sebanyak 8.800 anak usia dibawah 15 bulan dibawa ke rumah sakit bagian gawat darurat karena kecelakaan akibat baby walker. Dari tahun 1973 sampai 1998 dilaporkan sebanyak 34 bayi meninggal akibat kecelakaan baby walker yang kebanyakan karena jatuh dan cedera kepala.

Baby walker menjadikan bayi lebih tinggi, yang memungkinkan bayi mencapai barang-barang yang letaknya tinggi. Baby walker juga membuat bayi lebih mudah bergerak. Bayi dapat bergerak sepanjang ruangan dan dapat meraih benda-benda yang berbahaya, katakanlah pisau di atas meja atau kabel listrik di dinding atau bahkan jatuh dari tangga.

Sewaktu berada di baby walker, bayi menghadapi risiko:

  • luka kepala/otak

  • patah tulang

  • luka bakar

Luka-luka bisa terjadi sewaktu:

  • baby walker jatuh turun tangga

  • baby walker terjungkil pada permukaan yang tidak rata

  • bayi dapat mencapai alat penghangat atau tempat api

  • bayi dapat mencapai lemari/laci yang berisi produk pencucian

  • bayi dapat mencapai minuman panas, ceret mendidih, seterika

  • bayi dapat mencapai ember atau baskom air

2. Baterai kancing dan magnet

Vecteezy/aji farid widiyatmono

Magnet-magnet kecil yang digunakan untuk menempelkan pengingat di kulkas dapat membahayakan bayi dan anak jika tertelan. Magnet-magnet tersebut dapat saling menempel di dinding usus dan menyebabkan penyumbatan atau perforasi yang membutuhkan operasi darurat.

Demikian pula, magnet mainan kecil yang disebut “buckyball” dan banyak mainan lain yang menggunakan magnet kecil harus dijauhkan dari jangkauan anak-anak kecil yang suka memasukkan benda ke dalam mulut mereka.

Dan banyak orangtua tidak menyadari bahwa baterai kancing kecil pada mainan juga dapat membahayakan bayi jika tertelan. Begitu juga baterai yang menyalakan alat bantu dengar atau jam tangan.

Cedera terjadi ketika anak-anak menelan baterai – banyak yang ukurannya tidak lebih besar dari kuku jari, beberapa sebesar koin. Sering kali, baterai tersebut melewati tubuh tanpa masalah. Tetapi jika tidak, Mama perlu segera mengambil tindakan.

Jika baterai tersangkut di kerongkongan atau lambung, hanya butuh waktu sekitar 2 jam sebelum baterai mulai terkikis dan menyebabkan kerusakan.

Jika Mama menduga bayi menelan baterai atau beberapa magnet, jangan ambil risiko. Segera bawa ke ruang gawat darurat.

3. Water beads

Amazon

Terbuat dari bahan kimia polimer superabsorben, manik-manik air (water beads) juga dikenal sebagai manik-manik jeli, bola hidro, tanah kristal, dan manik-manik gel. Manik-manik ini juga disebut manik-manik sensorik, digunakan sebagai alat bermain untuk anak-anak dengan autisme dan kondisi perkembangan lainnya.

Ketika bola-bola plastik kecil dan keras ini ditempatkan di dalam air, ukurannya dapat membesar hingga 100 kali ukuran aslinya. Manik-manik bening dan berwarna-warni ini kemudian dapat dikeringkan dan digunakan kembali.

Manik-manik gel penyerap air yang dijual sebagai mainan sensorik dan digunakan dalam vas dan taman merupakan bahaya yang semakin meningkat bagi anak-anak kecil.

Mengapa water beads bisa berbahaya bagi anak-anak kecil?

Masalahnya adalah karena manik-manik air terlihat seperti permen, anak-anak kecil mungkin tergoda untuk menelannya. Anak-anak juga pernah memasukkan manik-manik ini ke telinga mereka dan bahkan menghirupnya.

Manik-manik air dapat menyerap cairan tubuh dan terus membesar setelah berada di dalam tubuh, menyebabkan penyumbatan dan kerusakan yang mengancam jiwa. Manik-manik ini mungkin tidak terlihat pada sinar-X. Manik-manik ini juga merupakan bahaya tersedak, terutama pada anak-anak di bawah usia 3 tahun.

Meskipun butiran air diberi label "tidak beracun", Komisi Keamanan Produk Konsumen (CPSC) juga memperingatkan tentang bahan kimia akrilamida yang digunakan untuk membuat beberapa butiran air. Jumlah akrilamida yang ditemukan dalam beberapa produk melebihi standar keamanan AS saat ini.

4. Kapsul deterjen cucian (Laundry detergent pods)

Freepik

Kapsul deterjen cucian atau laundry detergent pods adalah kapsul sekali pakai yang larut dalam air dan mengandung deterjen cair pekat. Dengan tidak sengaja memencet atau memasukkan kapsul ke dalam mulut, anak-anak dapat mengalami berbagai gejala termasuk iritasi dan nyeri mata, ruam, mual, muntah, batuk, tersedak, napas cepat atau sesak, mengantuk, lesu, kejang, dan bahkan kematian.

Masih belum jelas mengapa deterjen cucian dalam bentuk kapsul tampaknya lebih beracun daripada deterjen pencuci piring dalam bentuk kapsul, selain karena varietas pencuci piring secara kimiawi berbeda dan belum menyebabkan masalah yang meluas seperti ini.

Banyak produsen kapsul deterjen telah menanggapi masalah yang mengkhawatirkan ini dengan memasang pengunci pada wadah kapsul dan membuatnya buram sehingga anak-anak tidak dapat melihat isinya. Tetapi para ahli kesehatan mengatakan ini masih belum cukup.

5. Baby bouncer

Kursi ayun bayi atau baby bouncer menahan bayi di tempatnya, memungkinkan mereka untuk bergoyang. Namun, ini bisa berbahaya jika bayi tidak memiliki kontrol kepala yang baik, karena mereka menjadi rentan terjatuh. Awasi bayi dengan cermat saat mereka berada di kursi ayun.

Setiap tahun, sekitar 2.000 bayi mengalami cedera saat bermain di kursi ayun bayi. Ada juga laporan tentang gegar otak, cedera tengkorak, dan kematian.

Kursi ayun bayi dapat menyebabkan cedera serius pada bayi. Bayi mungkin jatuh dari kursi dan mengalami cedera kepala atau tubuh. Jari-jari mereka mungkin terjebak di pegas. Kursi tersebut dapat menabrak furnitur atau terbalik jika diletakkan di permukaan yang tinggi.

Kursi ayun bayi juga dapat menyebabkan keterlambatan perkembangan seperti keterlambatan berjalan jika digunakan terlalu sering. Kursi ini dapat menyebabkan kekakuan otot kaki dan cedera tendon achilles pada bayi, yang memerlukan fisioterapi atau perawatan bedah.

6. Bottle propping

www.popmama.com/Sysilia Tanhati/Ai (Bottle propping)

Menyangga botol susu (bottle propping), atau memberi makan dengan penyangga, adalah ketika bayi dibiarkan dengan botol susu yang disangga di mulutnya sebelum mereka mampu memegang botol sendiri.

Botol dapat disangga dengan bantal saat berada di sofa atau kursi, atau disangga di mulut mereka dengan selimut, bantal, atau benda lain saat berada di kursi mobil, kursi goyang, atau tempat tidur bayi. Hal ini tidak boleh dilakukan.

Meskipun ini mungkin hanya dimaksudkan untuk waktu singkat, saat Mama pergi ke toilet atau menjawab telepon, hal ini bisa sangat berbahaya bagi bayi.

Bahaya dan risiko memberi makan dengan penyangga yaitu:

  • tersedak

  • aspirasi

  • mati lemas

  • kerusakan gigi

  • infeksi telinga

  • terganggunya ikatan batin antara ibu dan bayi

7. Tali tirai dan tirai furniture

Pexels/Diptadip Roy

Dikutip dari unggahan dr. Yuni Astria Sp.A di laman Instagram pribadinya @dryunianak, tali dari tirai atau kabel yang menjuntai bebas memiliki risiko melilit bagian tubuh anak seperti leher sehingga bisa berakibat fatal, Ma.

Selain itu, perabotan seperti rak lemari dan kulkas pun memiliki risiko jatuh terbalik bila dinaiki atau ditarik oleh bayi dan anak. Jadi, lekatkan perabot pada tembok secara langsung, susun barang yang lebih berat pada bagian bawah rak, dan hindari menaruh mainan pada bagian atas yang dapat mengundang bayi untuk mencoba meraihnya, Ma.

Itu benda di rumah yang bisa membahayakan bayi. Semoga informasi ini dapat membantu Mama menciptakan lingkungan yang aman untuk bayi tumbuh dan berkembang, ya, Ma.

Curated For You

Editorial Team

Related Article