Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
7 Cara Mengatasi Bayi yang Terbiasa Tidur Harus Digendong
Pexels/Sarah Chai
  • Transisi dari tidur digendong dilakukan bertahap: baringkan bayi saat mengantuk, lalu kurangi bantuan fisik perlahan. Latihan bisa dimulai dari satu sesi tidur siang.

  • Ciptakan tidur aman dan nyaman dengan kamar tenang, gelap, suhu 20–22°C, serta boks beralas datar dan padat. Bayi ditidurkan telentang tanpa barang longgar.

  • Rutinitas konsisten, pemantauan waktu bangun, bedong sesuai aturan, dan empeng dapat membantu bayi lebih tenang. Bedong dihentikan saat bayi mulai menunjukkan tanda akan berguling.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Bayi kadang bangun dan menangis saat dipindah dari gendongan ke boks. Mama bisa pelan-pelan mengajarinya tidur di boks. Kamarnya dibuat gelap dan tenang. Mama bisa punya kebiasaan sebelum tidur, seperti mandi atau bernyanyi. Bayi juga bisa dibedong dengan aman atau diberi empeng.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Baru saja Mama membaringkan si Kecil di boks, matanya langsung terbuka dan tangisnya pecah. Padahal semenit sebelumnya, ia terlelap manis di pelukan.

Melansir The Bump, kejadian ini sangat umum. Menggendong si Kecil untuk tidur memang kebutuhan di masa awal, demi memberinya rasa dekat dan aman.

Namun, seiring waktu, kebiasaan ini bisa membuat Mama kelelahan dan pastinya ingin mencoba cara lain. Untuk membantu Mama dalam menidurkan si Kecil berikut Popmama.com mengulas 7 cara mengatasi bayi yang terbiasa tidur harus digendong.

Yuk, simak!

1. Lakukan transisi secara bertahap

Pexels/CAMERA TREASURE

Kunci pertamanya adalah tidak memaksa si Kecil berubah dalam semalam. Menurut Cradlewise, Mama bisa mengurangi waktu menggendong sedikit demi sedikit sebelum meletakkannya di boks.

Caranya, gendong si Kecil sampai ia mengantuk, lalu baringkan saat ia masih terjaga. Seiring waktu, tambah durasi si Kecil berada di boks sebelum ia benar-benar terlelap.

Kalau ia masih rewel, Mama bisa memberi ketenangan yang lembut, seperti memegang tangannya atau meletakkan telapak tangan di dadanya, seperti dikutip dari The Bump. 

Setelah itu, kurangi aktivitas tersebut sedikit demi sedikit setiap hari seiring kemampuan tidur mandirinya yang terasah.

2. Sesuaikan kegiatan di siang hari

Pexels/hartono subagio

Tidur siang adalah arena latihan yang paling santai. Melansir The Bump, Mama disarankan untuk memulai dari satu kali tidur siang dalam sehari, dengan membaringkan si Kecil di boks saat ia mengantuk tetapi belum terlelap.

Tanda yang pas untuk mulai melatih tidur siang mandiri adalah ketika si Kecil mulai tersenyum dengan sengaja, sekitar usia 6 sampai 8 minggu. Pada masa ini, si Kecil menjadi lebih terjaga dan sosial.

Melansir Cradlewise, ada tiga variasi tidur siang: satu sambil bepergian, satu di gendongan, dan satu di tempat tidurnya sendiri. Dengan begitu, si Kecil terbiasa tidur di berbagai situasi.

Untuk si Kecil yang masih sangat bergantung pada pelukan, pastikan si Kecil benar-benar terlelap saat dibaringkan, yaitu ketika lengannya terkulai dan ia tidak bergerak. Banyak bayi yang suka digendong akan terbangun setelah 20 sampai 30 menit, tetapi itu menjadi awal yang baik.

3. Buat lingkungan tidur yang nyaman

Pexels/upender photography

Setelah urusan siang beres, saatnya merapikan kamarnya. Menurut Cradlewise, si Kecil butuh ruang yang tenang, gelap, dan nyaman agar tidurnya lelap.

Suhu kamar yang ideal berada di kisaran 20 sampai 22 derajat Celsius, dan tirai blackout bisa membantu menghalau cahaya dari luar. Tempat tidur teraman adalah alas yang datar dan padat, seperti boks bayi, hanya dengan sprei yang pas.

Jauhkan juga bantal, selimut, mainan, dan barang longgar dari area tidur. Posisikan si Kecil telentang dan hindari tidur di sofa atau kursi berlengan.

Kenyamanan tubuh si Kecil juga penting. Jika Mama menduga refluks (asam lambung) mengganggu tidurnya, Mama disarankan untuk menggendongnya tegak sekitar 20 menit setelah menyusu sebelum dibaringkan di boks, seperti dikutip dari The Bump.

4. Buat rutinitas sebelum tidur

Pexels/Nothing Ahead

Rutinitas yang sama setiap hari membuat si Kecil tahu kapan waktunya tidur. Mengutip Cradlewise, Mama bisa memandikannya, membacakan cerita, memijat, dan menyanyikan lagu pengantar tidur.

Apa pun pilihannya, pastikan rutinitas itu konsisten dan menenangkan. Sinyal yang berulang inilah yang perlahan memberi tahu tubuh si Kecil bahwa ia bersiap tidur.

Urutan kegiatannya pun bisa diatur. Mama bisa mencoba menyusui dulu, lalu membaca buku bersama dalam posisi tegak, dan terakhir, baringkan si Kecil di boks, seperti dikutip dari The Bump.

Bayi yang sudah terlalu lelah, bisa tertidur bahkan sebelum sesi menyusunya selesai karena isapan menenangkannya. Karena itu, mulailah rutinitas sebelum si Kecil kelewat lelah.

5. Gunakan bedong

Pexels/the Amritdev

Kalau pelukan Mama terasa hilang saat dibaringkan, bedong bisa menjadi pengganti yang menenangkan. Menurut Cradlewise, bedong membuat si Kecil merasa aman dan nyaman.

Bedong juga mencegah si Kecil terkejut sendiri sampai terbangun. Penyebabnya adalah refleks Moro, yaitu refleks bayi yang menyentakkan tangan dan kakinya saat ada suara keras atau gerakan mendadak, termasuk ketika dibaringkan di boks.

Refleks ini mulai memudar sekitar usia 12 minggu dan hilang sepenuhnya pada usia 6 bulan. Artinya, kebutuhan akan bedong pun akan berubah seiring waktu.

Mengutip Mayo Clinic, bedong tidak boleh terlalu ketat agar kaki si Kecil masih bisa tertekuk. Hentikan membedong saat ia mulai menunjukkan tanda akan berguling, sekitar usia 4 bulan.

6. Pelajari waktu bangun bayi

Pexels/Jonathan Borba

Kadang, si Kecil minta digendong bukan sekadar ingin dekat, tetapi karena sudah kelewat lelah. Melansir Cradlewise, bayi yang terlalu lelah justru sulit terlelap, dan pelukan Mama membuatnya lebih mudah tenang.

Di sinilah waktu bangun atau wake window berperan, yaitu rentang waktu si Kecil terjaga dan waspada sebelum lelah dan siap tidur. Mama disarankan untuk membaringkannya saat ia lelah, tetapi belum kelewat lelah, agar lebih mudah tidur tanpa digendong.

Menurut The Bump, banyak orangtua baru belum tahu waktu bangun yang ideal, padahal durasinya berubah seiring usia si Kecil. Akibatnya, ia bisa cepat lelah dan lapar.

7. Berikan empeng

Pexels/freestocks.org

Empeng bisa menjadi alat bantu yang menenangkan. Menurut Cradlewise, gerakan mengisap terasa menyejukkan, sama seperti saat digendong.

Selain itu, penggunaan empeng saat tidur dapat menurunkan risiko sindrom kematian bayi mendadak (SIDS). Namun, Mama tidak perlu memaksa jika si Kecil menolaknya.

Mengutip Kids Health, tawarkan empeng saat waktu tidur tanpa memaksa. Jika empeng terlepas saat si Kecil tidur, Mama tidak wajib memasangnya kembali.

Untuk si Kecil yang menyusu langsung, Mama disarankan untuk menunggu sampai proses menyusu selesai sebelum memperkenalkan empeng.

Nah, itulah pembahasan mengenai 7 cara mengatasi bayi yang terbiasa tidur harus digendong. Semoga informatif dan bermanfaat, Ma!

Curated For You

Editorial Team

Related Article