Kamus Posisi Tidur Bayi yang Perlu Orangtua Ketahui

- Posisi tidur telentang adalah yang paling dianjurkan untuk bayi baru lahir karena membantu menjaga jalan napas terbuka dan menurunkan risiko Sudden Infant Death Syndrome (SIDS).
- Melengkungkan punggung adalah refleks alami bayi saat merasa tidak nyaman, namun perlu diwaspadai jika disertai dengan rewel atau menangis.
- Posisi tidur dengan kedua kaki terangkat menandakan fleksibilitas sendi panggul bayi, masih tergolong normal asalkan si Kecil bernapas dengan nyaman.
Melihat posisi tidur si Kecil sering kali membuat Mama gemas sekaligus bertanya-tanya. Ada yang tidur telentang, ada juga yang melengkungkan punggung atau meringkuk seperti di dalam kandungan. Ternyata, posisi tidur bayi bukan sekadar kebiasaan lucu, tetapi juga bisa memberi gambaran tentang kenyamanan, refleks, hingga tahap perkembangan tubuhnya, lho!
Setiap bayi memiliki cara tersendiri untuk menemukan posisi tidur yang membuatnya merasa aman dan nyaman. Namun, sebagai orangtua, Mama tetap perlu memahami mana posisi yang aman dan mana yang perlu diwaspadai agar kualitas tidur dan keselamatan si Kecil tetap terjaga.
Untuk lebih lengkapnya, simak rangkuman Popmama.com tentang posisi tidur bayi yang wajib orangtua ketahui berikut ini.
1. Posisi telentang

Posisi tidur telentang adalah posisi yang paling dianjurkan untuk bayi, terutama sejak baru lahir. Dalam posisi ini, si Kecil tidur dengan punggung menghadap alas dan wajah menghadap ke atas. Posisi telentang dinilai paling aman karena membantu menjaga jalan napas tetap terbuka, dilansir dari laman KidsHealth.
Selain itu, tidur telentang juga terbukti dapat menurunkan risiko Sudden Infant Death Syndrome (SIDS). Oleh karena itu, banyak dokter anak dan organisasi kesehatan menyarankan agar bayi selalu dibaringkan telentang saat tidur, baik siang maupun malam.
Meski terlihat sederhana, Mama tetap perlu memastikan permukaan tempat tidur rata, tidak empuk berlebihan, dan bebas dari bantal atau boneka untuk menjaga keamanan si Kecil.
2. Melengkungkan punggung

Beberapa bayi terlihat tidur dengan punggung yang sedikit melengkung ke belakang. Posisi ini cukup umum, terutama pada bayi baru lahir, karena otot-otot tubuhnya masih beradaptasi.
Melengkungkan punggung juga bisa menjadi refleks alami bayi saat merasa tidak nyaman, misalnya karena kembung atau ingin mengubah posisi. Dalam banyak kasus, posisi ini akan berkurang seiring bertambahnya usia dan kekuatan otot bayi.
Namun, jika si Kecil sering terlihat melengkungkan punggung sambil rewel atau menangis, Mama sebaiknya berkonsultasi dengan dokter untuk memastikan tidak ada gangguan pencernaan atau masalah lainnya.
3. Kaki naik seperti kodok

Posisi tidur dengan kedua kaki terangkat dan terbuka menyerupai kodok sering terlihat pada bayi. Posisi ini menandakan bahwa sendi panggul bayi masih sangat fleksibel dan ia merasa nyaman serta rileks saat tidur.
Secara perkembangan, posisi ini masih tergolong normal dan tidak berbahaya. Banyak bayi tidur dengan kaki naik karena refleks alami sejak lahir yang akan berkurang seiring waktu. Mama tidak perlu khawatir selama si Kecil bernapas dengan nyaman dan tidak menunjukkan tanda-tanda kesulitan tidur. Biarkan bayi menemukan posisi nyamannya sendiri, ya.
4. Posisi bintang laut

Jika si Kecil tidur dengan tangan dan kaki merentang ke segala arah seperti bintang laut, hal ini bisa menjadi tanda bahwa ia merasa aman dan nyaman. Posisi ini sering muncul ketika bayi berada dalam fase tidur yang cukup nyenyak dan tubuhnya benar-benar rileks.
Saat tubuh si Kecil tampak terbuka dan tidak meringkuk, artinya ia tidak merasa terancam oleh lingkungan sekitarnya. Meski begitu, Mama tetap perlu memastikan area tidur cukup luas dan aman agar tangan atau kaki si Kecil tidak terbentur saat bergerak.
Namun, perlu dibedakan, Ma. Tidak semua gerakan merentangkan tangan saat tidur menandakan bayi sedang nyenyak. Pada beberapa kondisi, bayi bisa merentangkan tangan dan kaki karena refleks moro, yaitu refleks kaget akibat suara atau gerakan mendadak.
Menurut sebuah penelitian yang dipublikasikan di International Journal of Pediatrics, refleks moro sudah terjadi sejak bayi baru dilahirkan. Karena itu, Mama tak perlu khawatir jika si Kecil sesekali terlihat kaget saat tidur.
5. Bertumpu pada tangan

Tidur dengan tubuh sedikit bertumpu pada tangan sering terlihat pada bayi yang mulai belajar tengkurap atau mengangkat kepala. Ini menandakan perkembangan otot leher, bahu, dan lengan yang semakin kuat.
Meski terlihat lucu, posisi ini sebaiknya tetap diawasi. Tidur tengkurap dengan tumpuan tangan tidak dianjurkan sebagai posisi tidur utama karena bisa mengganggu pernapasan bayi. Jika si Kecil tertidur dalam posisi ini, Mama bisa mengembalikannya ke posisi telentang agar tetap aman.
6. Meringkuk seperti janin

Posisi meringkuk dengan lutut ditarik ke dada mirip seperti posisi janin di dalam kandungan. Posisi ini biasanya dilakukan bayi untuk mencari rasa aman dan hangat, dilansir dari Happiest Baby.
Bayi yang tidur meringkuk sering kali merasa nyaman karena mengingatkan mereka pada kondisi di dalam rahim. Posisi ini juga dapat membantu bayi menenangkan diri saat tidur. Selama si Kecil tidak tidur tengkurap dan napasnya tetap lancar, posisi ini masih tergolong aman, Ma.
7. Tidur menyamping

Posisi menyamping terkadang dipilih bayi, terutama saat ia mulai bisa berguling. Meski terlihat nyaman, posisi ini sebenarnya kurang direkomendasikan sebagai posisi tidur utama.
Tidur menyamping berisiko membuat bayi berguling ke posisi tengkurap tanpa pengawasan, dilansir dari laman Taking Cara Babies. Karena itu, Mama disarankan tetap membaringkan si Kecil dalam posisi telentang saat awal tidur. Jika bayi sudah bisa berguling sendiri, pastikan lingkungan tidurnya aman dan bebas dari benda-benda berisiko.
Nah, itu dia penjelasan mengenai posisi tidur bayi yang wajib orangtua ketahui. Semoga informasi ini bermanfaat, ya, Ma!


















