Meyakinkan bayi yang terlalu lelah bahwa sudah waktunya untuk tenang dan tidur mungkin merupakan rintangan paling membuat frustrasi yang pernah Mama hadapi sebagai orangtua. Itu karena semakin Mama mencoba menenangkan bayi yang terlalu lelah, semakin besar kemungkinan mereka akan protes — dan mereka tidak dapat menahannya.
Ketika bayi terlalu lelah, sistem respons stres mereka bekerja sangat keras, memicu kortisol dan adrenalin membanjiri tubuh kecil mereka. Kortisol membantu mengatur siklus tidur-bangun tubuh; adrenalin adalah agen yang melawan atau lari.
Dengan kedua hormon ini pada kadar yang tinggi, mengharapkan bayi untuk tenang dan tidur mungkin tidak realistis. Bahkan, jika bayi terlalu lelah, mereka mungkin juga merasa sulit untuk tetap tertidur.
Dengan bayi yang terlalu lelah, Mama mungkin mendapati diri terperangkap dalam siklus kurang tidur. Kurang tidur ini menyebabkan lebih banyak kelelahan pada si Kecil.
Dengan mengenali tanda-tanda bayi terlalu lelah, Mama dapat segera membawa bayi untuk beristirahat. Apa saja tanda-tandanya? Penjelasannya sudah Popmama.com rangkum dalam ulasan berikut ini, ya, Ma.
