Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Cara Menjemur Bayi yang Benar dan Aman untuk Kesehatan si Kecil
Pexels/Ryutaro Tsukata
  • Sinar matahari bermanfaat bagi bayi karena membantu pembentukan vitamin D, memperkuat tulang, meningkatkan kualitas tidur, suasana hati, sistem imun, serta mendukung perkembangan penglihatan.
  • Bayi di bawah 6 bulan sebaiknya tidak dijemur langsung; gunakan pakaian pelindung, topi, tabir surya khusus bayi usia di atas 6 bulan, dan pilih waktu pagi sebelum pukul 10 atau sore setelah pukul 4.
  • Jika bayi mengalami sengatan matahari, redakan dengan kompres dingin, mandi air hangat, oleskan pelembap lembut, berikan cairan cukup, dan segera konsultasikan ke dokter bila muncul lepuhan atau nyeri parah.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Artikel ini telah ditinjau secara medis oleh Dr. dr. Nadia Qoriah Firdausy, M.Sc, Sp.A

Pernahkah Mama bertanya-tanya mengapa si Kecil tampak lebih ceria saat berjalan-jalan di bawah sinar matahari? Ternyata berjemur di bawah sinar matahari bukan hanya penambah suasana hati bagi orang dewasa; tetapi juga bermanfaat bagi bayi.

Matahari sangat bermanfaat bagi perawatan bayi dan ada banyak manfaat sinar matahari untuk bayi baru lahir.

Sinar matahari, yang sering disebut vitamin alami, memberikan lebih banyak manfaat bagi bayi daripada yang Mama bayangkan.

Sinar matahari mendorong perkembangan tulang yang lebih kuat untuk meningkatkan kualitas tidur.

Namun, kulit bayi juga masih sensitif, Ma. Meski paparan sinar matahari bermanfaat bagi kesehatan si Kecil, bayi membutuhkan perlindungan saat dijemur atau beraktifitas di bawah sinar matahari.

Bagaimana cara menjemur bayi yang benar dana aman? Tipsnya bisa Mama simak pada ulasan Popmama berikut ini.

5 Manfaat Sinar Matahari untuk Bayi

Pexels/Tasnim Abo Elftoh

Matahari bukan hanya untuk hari-hari di pantai dan piknik; matahari juga merupakan sekutu yang ampuh dalam kesehatan dan perkembangan bayi.

Berikut adalah beberapa manfaat sinar matahari yang mengejutkan untuk bayi baru lahir yang perlu Mama ketahui:

  1. Peningkatan vitamin D

Kita semua tahu vitamin D itu penting, tetapi tahukah Mama bahwa sinar matahari adalah sumber alami terbaik? Hanya beberapa menit paparan sinar matahari pagi untuk bayi baru lahir dapat meningkatkan produksi vitamin D. Vitamin penting ini membantu penyerapan kalsium, sehingga memperkuat tulang dan gigi. Namun, moderasi adalah kuncinya; pagi hari atau sore hari adalah waktu terbaik untuk paparan sinar matahari yang lembut.

  1. Pola tidur yang lebih baik

 Sinar matahari membantu mengatur jam internal bayi, sehingga memudahkan mereka untuk tidur nyenyak di malam hari. Cahaya alami memudahkan mereka untuk mengikuti rutinitas tidur yang teratur.

  1. Peningkatan suasana hati

Sama seperti kita, bayi merasa lebih bahagia setelah menghabiskan waktu di bawah sinar matahari. Paparan sinar matahari sedang untuk bayi baru lahir merangsang produksi "hormon bahagia" sehingga si kecil tetap tenang dan puas sepanjang hari.

  1. Memperkuat sistem kekebalan tubuh

Sinar matahari memberi bayi dosis alami vitamin D, yang membantu membangun sistem kekebalan tubuh yang lebih kuat. Bahkan beberapa menit paparan sinar matahari yang lembut dapat membantu tubuh mereka melawan infeksi umum dengan lebih mudah.

  1. Perkembangan mata

Meskipun melindungi mata bayi dari sinar matahari langsung sangat penting, paparan yang terkontrol dapat membantu perkembangan penglihatan. Cahaya alami membantu mata belajar fokus dan dapat mengurangi risiko rabun dekat di kemudian hari.

Cara Menjemur Bayi yang Benar

Berikut beberapa tips menjemur bayi yang benar:

  • Bayi di bawah usia 6 bulan harus dijauhkan dari sinar matahari langsung.

  • Pakaikan bayi pakaian pelindung matahari yang ringan, berpori, dan menutupi lengan dan kaki.

  • Selalu lindungi kepala, wajah, telinga, dan leher bayi dengan topi bertepi lebar. Bayi yang mengenakan topi selama beberapa bulan pertama akan terbiasa memakainya.

  • Gunakan pelindung kereta dorong dan payung.

  • Gunakan pelindung jendela jaring yang dapat dilepas untuk mencegah sinar matahari langsung masuk melalui jendela mobil atau investasikan pada film jendela UV, yang dapat menyaring hampir 100% radiasi ultraviolet tanpa mengurangi visibilitas.

  • Gunakan kacamata hitam dengan perlindungan UVA/UVB. Mata terpengaruh oleh paparan sinar radiasi UV. Paparan sinar UV yang berlebihan berkontribusi pada perkembangan katarak, kerusakan retina, dan masalah mata lainnya. Para ahli melaporkan bahwa sebanyak 80% kerusakan UV pada mata kita terjadi sebelum usia 18 tahun, sehingga semakin penting bagi kita semua untuk mulai melindungi mata kita sejak usia dini.

  • Berjalan-jalanlah di pagi hari sebelum pukul 10 pagi atau setelah pukul 4 sore dan gunakan kereta bayi dengan penutup pelindung matahari.

  • Pilih tabir surya yang dirancang untuk kulit bayi, dan yang tidak akan membuat mata bayi perih.

  • Oleskan tabir surya/ sunscreen spektrum luas dengan SPF minimal 30 untuk bayi usia lebih dari 6 bulan. Pada bayi kurang dari 6 bulan, lebih utamakan menghindari paparan langsung sinar matahari. Beberapa anak mengalami reaksi alergi terhadap berbagai bahan tabir surya. Uji produk terlebih dahulu dengan mengoleskan sedikit pada area kulit yang terbatas. Pilih produk yang hipoalergenik dan bebas pewangi.

Yang terpenting, tabir surya harus dioleskan 30 menit sebelum keluar rumah dan dioleskan kembali setiap dua jam atau setelah berenang atau berkeringat berlebihan. Produk tidak lagi boleh mengeklaim tahan air, hanya tahan lembap, dan label harus mencantumkan batas waktu 40 atau 80 menit sebelum tabir surya menjadi tidak efektif.

IDAI pun menambahkan tentang tips penggunaan tabir surya atau sunscreen pada bayi, yaitu:

  • Untuk bayi <6 bulan, pemberian sunscreen sangat dibatasi, hanya jika memang tidak bisa menghindari paparan sinar matahari. Pakaikan sunscreen dengan SPF15 di pipi dan punggung tangan saja.

  • Untuk bayi >6 bulan, oleskan tabir surya ke seluruh area tubuh yang terpapar, namun hindari area mata. Pilih sunscreen dengan jenis physical sunscreen, yang mengandung titanium dioxide atau zinc oxide dengan SPF minimal 30 dan berlabel borad spectrum serta water proof.

Bila terjadi ruam setelah penggunaan tabir surya, konsultasikan ke dokter, ya, Ma.

Jika menjemur bayi di tengah panas terik, maka kulit bayi berisiko terbakar karena kulit bayi masih sangat sensitif, Ma.

Contoh menjemur bayi yang baik misalnya di bawah teras atau di bawah pohon sehingga sinar matahari tidak langsung mengenai tubuh bayi. Kenapa? Yang dibutuhkan adalah sinar UVnya, bukan panasnya matahari.

Jadi, jika cuaca berawan, mendung, dan tidak ada panas, namun selama masih ada sinar matahari, Mama masih bisa menjemur bayi dan mendapatkan paparan sinar UV. Sinar UV bisa membantu bayi mendapatkan vitamin D yang baik untuk pertumbuhan tulang dan gigi bayi.

Bayi di bawah usia 6 bulan tidak disarankan untuk dijemur di bawah matahari langsung. Hal ini karena bayi di bawah 6 bulan kulitnya sangat tipis dan melanin pada kulitnya belum terbentuk.

Melanin ini adalah bagian dari kulit yang fungsinya untuk memberikan warna kulit, mata, dan rambut. Melanin juga berfungsi untuk melindungi kulit dari paparan sinar UV yang berbahaya.

Menjemur bayi di bawah 6 bulan di bawah sinar matahari langsung bisa menyebabkan kulit bayi terbakar, kulit menjadi kemerahan, dan menggelap.

Bayi baru boleh dijemur di bawah sinar matahari ketika berusia lebih dari 6 bulan. Di usia itu, melamin pada kulitnya sudah terbentuk, Ma.

Apa yang Harus Dilakukan bila Bayi Terkena Sengatan Matahari (Sunburn)?

Pexels/Canary Islands

Kulit bayi sangat halus. Meskipun Mama telah berusaha sebaik mungkin untuk melindunginya, sayangnya sengatan matahari terkadang dapat terjadi.

Mama mungkin tidak langsung menyadari bahwa bayi terkena sengatan matahari. Mungkin butuh beberapa jam sebelum kemerahan dan rasa sakit akibat sengatan matahari muncul.

Jika sengatan matahari pada bayi terlihat merah dan nyeri:

  • Rendam kain dalam air dingin, peras, lalu letakkan dengan lembut di area yang terbakar matahari selama 10 hingga 15 menit. Lakukan ini beberapa kali sehari.

  • Mandikan bayi dengan air hangat untuk membantu mendinginkan kulitnya dan mengurangi kemerahan.

  • Oleskan pelembap atau emolien dengan lembut untuk menenangkan kulitnya.

  • Berikan ASI atau minuman tambahan untuk membantu mendinginkannya dan mengganti cairan yang hilang melalui keringat.

Jika sengatan matahari pada bayi parah, dan kulitnya terasa nyeri, bengkak, dan melepuh, hubungi dokter. Dokter mungkin akan meresepkan krim penenang dan perban untuk lepuhan tersebut, serta menyarankan Mama memberikan parasetamol bayi untuk meredakan ketidaknyamanan bayi.

Itu tips tentang bagaimana cara menjemur bayi yang benar dan aman. Selamat menjemur si Kecil, Mama!

Editorial Team