Berikut beberapa tips menjemur bayi yang benar:
Bayi di bawah usia 6 bulan harus dijauhkan dari sinar matahari langsung.
Pakaikan bayi pakaian pelindung matahari yang ringan, berpori, dan menutupi lengan dan kaki.
Selalu lindungi kepala, wajah, telinga, dan leher bayi dengan topi bertepi lebar. Bayi yang mengenakan topi selama beberapa bulan pertama akan terbiasa memakainya.
Gunakan pelindung kereta dorong dan payung.
Gunakan pelindung jendela jaring yang dapat dilepas untuk mencegah sinar matahari langsung masuk melalui jendela mobil atau investasikan pada film jendela UV, yang dapat menyaring hampir 100% radiasi ultraviolet tanpa mengurangi visibilitas.
Gunakan kacamata hitam dengan perlindungan UVA/UVB. Mata terpengaruh oleh paparan sinar radiasi UV. Paparan sinar UV yang berlebihan berkontribusi pada perkembangan katarak, kerusakan retina, dan masalah mata lainnya. Para ahli melaporkan bahwa sebanyak 80% kerusakan UV pada mata kita terjadi sebelum usia 18 tahun, sehingga semakin penting bagi kita semua untuk mulai melindungi mata kita sejak usia dini.
Berjalan-jalanlah di pagi hari sebelum pukul 10 pagi atau setelah pukul 4 sore dan gunakan kereta bayi dengan penutup pelindung matahari.
Pilih tabir surya yang dirancang untuk kulit bayi, dan yang tidak akan membuat mata bayi perih.
Oleskan tabir surya/ sunscreen spektrum luas dengan SPF minimal 30 untuk bayi usia lebih dari 6 bulan. Pada bayi kurang dari 6 bulan, lebih utamakan menghindari paparan langsung sinar matahari. Beberapa anak mengalami reaksi alergi terhadap berbagai bahan tabir surya. Uji produk terlebih dahulu dengan mengoleskan sedikit pada area kulit yang terbatas. Pilih produk yang hipoalergenik dan bebas pewangi.
Yang terpenting, tabir surya harus dioleskan 30 menit sebelum keluar rumah dan dioleskan kembali setiap dua jam atau setelah berenang atau berkeringat berlebihan. Produk tidak lagi boleh mengeklaim tahan air, hanya tahan lembap, dan label harus mencantumkan batas waktu 40 atau 80 menit sebelum tabir surya menjadi tidak efektif.
IDAI pun menambahkan tentang tips penggunaan tabir surya atau sunscreen pada bayi, yaitu:
Untuk bayi <6 bulan, pemberian sunscreen sangat dibatasi, hanya jika memang tidak bisa menghindari paparan sinar matahari. Pakaikan sunscreen dengan SPF15 di pipi dan punggung tangan saja.
Untuk bayi >6 bulan, oleskan tabir surya ke seluruh area tubuh yang terpapar, namun hindari area mata. Pilih sunscreen dengan jenis physical sunscreen, yang mengandung titanium dioxide atau zinc oxide dengan SPF minimal 30 dan berlabel borad spectrum serta water proof.
Bila terjadi ruam setelah penggunaan tabir surya, konsultasikan ke dokter, ya, Ma.
Jika menjemur bayi di tengah panas terik, maka kulit bayi berisiko terbakar karena kulit bayi masih sangat sensitif, Ma.
Contoh menjemur bayi yang baik misalnya di bawah teras atau di bawah pohon sehingga sinar matahari tidak langsung mengenai tubuh bayi. Kenapa? Yang dibutuhkan adalah sinar UVnya, bukan panasnya matahari.
Jadi, jika cuaca berawan, mendung, dan tidak ada panas, namun selama masih ada sinar matahari, Mama masih bisa menjemur bayi dan mendapatkan paparan sinar UV. Sinar UV bisa membantu bayi mendapatkan vitamin D yang baik untuk pertumbuhan tulang dan gigi bayi.
Bayi di bawah usia 6 bulan tidak disarankan untuk dijemur di bawah matahari langsung. Hal ini karena bayi di bawah 6 bulan kulitnya sangat tipis dan melanin pada kulitnya belum terbentuk.
Melanin ini adalah bagian dari kulit yang fungsinya untuk memberikan warna kulit, mata, dan rambut. Melanin juga berfungsi untuk melindungi kulit dari paparan sinar UV yang berbahaya.
Menjemur bayi di bawah 6 bulan di bawah sinar matahari langsung bisa menyebabkan kulit bayi terbakar, kulit menjadi kemerahan, dan menggelap.
Bayi baru boleh dijemur di bawah sinar matahari ketika berusia lebih dari 6 bulan. Di usia itu, melamin pada kulitnya sudah terbentuk, Ma.