- Menghangatkan tubuh bayi.
- Merangsang tubuh menghasilkan vitamin D yang bermanfaat untuk kesehatan dan pertumbuhan tulangnya.
- Mengencerkan lendir saluran napas saat bayi batuk pilek.
- Membuat bayi jadi tidur nyenyak, karena paparan sinar matahari dapat memicu produksi hormon serotonin.
Musim Hujan, Bagaimana Cara Menjemur Bayi? Ini Kata Dokter

- Menjemur bayi di musim hujan tetap bisa dilakukan dengan memilih lokasi yang tidak langsung terkena sinar matahari, seperti di bawah teras atau pohon.
- Sinar UV dari sinar matahari pagi dapat membantu bayi mendapatkan vitamin D yang baik untuk pertumbuhan tulang dan gigi bayi.
- Hindari menjemur bayi terlalu lama karena dapat menyebabkan kulit terbakar dan meningkatkan risiko melanoma, jenis kanker kulit yang mematikan.
Bukan rahasia lagi bahwa, dalam jumlah sedang, sinar matahari alami bermanfaat bagi orang-orang dari segala usia.
Namun, paparan sinar matahari pada anak usia 0-3 tahun telah diidentifikasi sebagai salah satu tahap terpenting di mana mereka dapat memperoleh manfaat dari cahaya alami.
Setelah melahirkan si Kecil, orangtua bisa menjemur bayinya untuk mendapatkan manfaat kesehatan dari sinar matahari.
Tapi di musim hujan seperti sekarang ini, bagaimana cara menjemur bayi? Agar Mama tidak kebingungan, yuk, simak penjelasan dari dokter yang sudah dirangkum Popmama.com pada ulasan berikut ini.
Musim Hujan, Bagaimana Cara Menjemur Bayi? Ini Kata Dokter

Bayi baru lahir biasanya dijemur beberapa saat untuk mendapatkan manfaat kesehatan dari sinar matahari. Namun ketika musim hujan, bagaimana cara menjemur bayi?
Dilansir dari unggahan dr. Jeffry Kristiawan di laman Instagram pribadinya @jeffkristiawan, sebagian masyarakat masih mengira jika cara menjemur bayi adalah di bawah sinar matahari yang panas dan sinarnya langsung mengenai badan.
Menurut dr. Jeffry, cara menjemur bayi tidak seperti itu. Dan jika menjemur bayi di tengah panas terik, maka kulit bayi berisiko terbakar karena kulit bayi masih sangat sensitif, Ma.
Contoh menjemur bayi yang baik misalnya di bawah teras atau di bawah pohon sehingga sinar matahari tidak langsung mengenai tubuh bayi. Kenapa? Yang dibutuhkan adalah sinar Uvnya, bukan panasnya matahari.
Jadi, jika cuaca berawan, mendung, dan tidak ada panas, namun selama masih ada sinar matahari, Mama masih bisa menjemur bayi dan mendapatkan paparan sinar UV. Sinar UV bisa membantu bayi mendapatkan vitamin D yang baik untuk pertumbuhan tulang dan gigi bayi.
Jadi jika cuaca mendung seperti di musim hujan, jangan khawatir tidak bisa menjemur bayi. Mama tetap bisa melakukan aktvitas menjemur di teras selama masih ada sinar matahari atau masih terang.
Manfaat Menjemur Bayi

Tak hanya dapat membantu tubuh bayi dalam mengolah bilirubin, menjemur bayi secara rutin di bawah sinar matahari pagi juga dapat membawa manfaat lain seperti:
Tips untuk Menjemur Bayi

Sintesis vintamin D dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti umur, pigmentasi kulit, luas permukaan kulit yang terpapar dan waktu terpapar sinar matahari.
Untuk meningkatkan konsentrasi vitamin D, dibutuhkan setidaknya 20% dari luas permukaan kulit terpapar sinar matahari. Beberapa penulis menganjurkan sensible sun exposure untuk menjaga konsentrasi vitamin D yang memadai yaitu paparan kedua tangan dan kaki terhadap sinar matahari.
Hindari paparan sinar matahari pada pukul 10 pagi sampai 4 sore, karena jumlah radiasi sinar UVB paling tinggi pada periode waktu tersebut. Pilih waktu sekitar pukul 07.00-09.00 dan jemur selama 10-15 menit saja, tapi pastikan hari sedang cerah. Matahari pada kisaran waktu tersebut cukup teduh ketimbang tengah hari bolong yang sedang terik-teriknya.
Seluruh bagian tubuh bayi boleh terpapar sinar matahari langsung, kecuali mata. Intensitas cahaya yang tinggi dari sinar matahari tidak baik bagi kerja mata.
Mama bisa manfaatkan kain yang dilipat untuk menutup mata si Kecil, atau menggunakan penutup mata khusus bayi yang kini banyak dijual di pasaran.
Hindari Menjemur Bayi Terlalu Lama

Kulit terbakar sinar matahari atau sunburn dapat terjadi pada bayi akibat terlalu banyak paparan sinar ultraviolet (UV) pada kulitnya. Gejalanya adalah kulit merah dan terasa panas saat disentuh. Pada kondisi yang lebih parah, kulit akan melepuh dan bengkak. Ia juga mungkin demam.
Jika bayi mengalami gejala di atas, Mama dapat melakukan beberapa hal berikut untuk mengatasinya:
- Tempelkan kain basah sekitar 10-15 menit ke kulit yang terbakar. Ulangi hingga beberapa kali. Hindari menempelkan es pada kulit bayi secara langsung, karena akan membuat kulitnya terasa perih.
- Susui bayi untuk mencegah dehidrasi.
- Jika bayi mengalami demam atau tampak kesakitan, segera konsultasikan dengan dokter. Dokter mungkin akan memberikan beberapa obat untuk mengatasinya.
Terpapar sinar matahari langsung terlalu lama juga dapat meningkatkan risiko melanoma bagi bayi. Melanoma merupakan jenis kanker kulit yang paling mematikan.
Untuk menghindari risikonya, pastikan Mama tidak menjemur si Kecil terlalu lama ya.
Itu penjelasan dari dokter tentang bagaimana cara menjemur bayi saat musim hujan. Semoga informasi ini bisa membantu kegalauan Mama.


















