Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
For
You

Pro dan Kontra soal Boleh atau Tidaknya Menjemur Bayi, Ini Kata IDAI

Pro dan Kontra soal Boleh atau Tidaknya Menjemur Bayi, Ini Kata IDAI
Pexels/Ryutaro Tsukata
Intinya Sih
  • IDAI menjelaskan bahwa menjemur bayi tidak selalu efektif membentuk vitamin D karena dipengaruhi waktu, cuaca, lokasi, dan warna kulit.
  • Paparan sinar matahari berlebih bisa merusak kulit bayi yang masih sensitif, sehingga IDAI menyarankan pemberian vitamin D harian sesuai usia.
  • Bayi di bawah 6 bulan sebaiknya tidak dijemur langsung di bawah matahari; penjemuran aman dilakukan di tempat teduh atau setelah usia lebih dari 6 bulan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Sejak lama, orangtua menjemur bayi baru lahir untuk mendukung pertumbuhan tulang dan giginya. Selain itu, bayi baru lahir dijemur agar tidak mengalami sakit kuning.

Namun orangtua juga mempertanyakan: bolehkah menjemur bayi baru lahir? Apakah si Kecil benar-benar harus dijemur?

Untuk menjawab pertanyaan orangtua, Popmama sudah merangkum penjelasan soal boleh atau tidaknya menjemur bayi menurut IDAI.

Penjelasan dari IDAI tentang Menjemur Bayi

Pexels/Oleksandr Canary Islands
Pexels/Oleksandr Canary Islands

Dilansir dari unggahan Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) di laman Instagram @idai_ig, dulu rutin menjemur bayi memang sangat penting. Paparan sinar matahari bisa membantu tubuh membentuk vitamin D di kulit.

Vitamin D ini sangat penting untuk pembentukan tulang, daya tahan tubuh, hingga perkembangan otak si Kecil, Ma.

Seiring dengan berkembangnya zaman, ilmu pengetahuan pun terus perkembang. IDAI mengungkapkan bahwa:

  • Tidak semua sinar matahari efektif dalam membentuk vitamin D. Proses pembentukan vitamin D ini dipengaruhi oleh banyak faktor. Seperti waktu dan durasi berjemur, cuaca, lokasi, warna kulit, serta luar kulit yang terpapar. Karena itu, efektivitas praktik jemur bayi pun kini sulit dipastikan, Ma.
  • Kulit bayi masih tipis dan sensitif. Paparan sinar matahari berlebih dapat merusak kulit bayi dan meningkatkan risiko kanker kulit di kemudian hari.

Karena alasan di atas, IDAI merekomendasikan agar orangtua memberikan vitamin D secara rutin pada bayi dengan dosis sebagai berikut:

  • Untuk bayi (usia <12 bulan) 400 IU per hari (berlaku untuk semua bayi dengan ASI eksklusif atau ASI sebagian)
  • Untuk anak dan remaja (>1 tahun) 600 IU per hari

Apakah Bayi Perlu Menggunakan Tabir Surya?

Pexels/Tara Winstead
Pexels/Tara Winstead

IDAI pun menambahkan tentang tips penggunaan tabir surya atau sunscreen pada bayi, yaitu:

  • Untuk bayi <6 bulan, oleskan tabir surya hanya pada area kecil, misalnya wajah, jika pakaian pelindung dan tempat peneduh tidak tersedia.
  • Untuk bayi >6 bulan, oleskan tabir surya ke seluruh area tubuh yang terpapar, namun hindari area mata.
  • Jika tabir surya mengiritasi kulit, ganti produk tabir surya dengan kandungan titanium dioxide atau zinc oxide.
  • Bila terjadi ruam setelah penggunaan tabir surya, konsultasikan ke dokter, ya, Ma.

Bagaimana Menjemur Bayi dengan Aman?

Pexels/Canary Islands
Pexels/Canary Islands

Jika menjemur bayi di tengah panas terik, maka kulit bayi berisiko terbakar karena kulit bayi masih sangat sensitif, Ma.

Contoh menjemur bayi yang baik misalnya di bawah teras atau di bawah pohon sehingga sinar matahari tidak langsung mengenai tubuh bayi. Kenapa? Yang dibutuhkan adalah sinar UVnya, bukan panasnya matahari.

Jadi, jika cuaca berawan, mendung, dan tidak ada panas, namun selama masih ada sinar matahari, Mama masih bisa menjemur bayi dan mendapatkan paparan sinar UV. Sinar UV bisa membantu bayi mendapatkan vitamin D yang baik untuk pertumbuhan tulang dan gigi bayi.

Selain itu, dr. Miza Afrizal, bayi di bawah usia 6 bulan tidak disarankan untuk dijemur di bawah matahari langsung. Hal ini karena bayi di bawah 6 bulan kulitnya sangat tipis dan melanin pada kulitnya belum terbentuk.

Melanin ini adalah bagian dari kulit yang fungsinya untuk memberikan warna kulit, mata, dan rambut. Melanin juga berfungsi untuk melindungi kulit dari paparan sinar UV yang berbahaya.

Mengutip dari akun Instagram milik dr. Miza Afrizal (@mizaafrizal) menjemur bayi di bawah 6 bulan di bawah sinar matahari langsung bisa menyebabkan kulit bayi terbakar, kulit menjadi kemerahan, dan menggelap.

Bayi baru boleh dijemur di bawah sinar matahari ketika berusia lebih dari 6 bulan. Di usia itu, melamin pada kulitnya sudah terbentuk.

Cara menjaga dan merawat anak zaman dulu dan sekarang tentu bisa berubah seiring dengan berkembangnya ilmu pengetahuan dan zaman, Ma.

Namun ada satu hal yang tidak berubah, yaitu semangat agar si Kecil selalu mendapatkan yang terbaik, sehat, dan tidak mudah sakit.

Itu penjelasan tentang soal boleh atau tidaknya menjemur bayi menurut IDAI.

Ingat, cara menjaga anak zaman dulu dan sekarang memang bisa saja berubah. Namun semangat kita tetap sama, yakni agar anak selalu mendapatkan yang terbaik di masanya

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Wahyuni Sahara
EditorWahyuni Sahara
Follow Us

Latest in Baby

See More