TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

Bayi Sering Menangis di Sore Hari, Apakah Ini Normal?

Ternyata ada penjelasan ilmiah mengapa bayi sering menangis di sore hari

24 September 2022

Bayi Sering Menangis Sore Hari, Apakah Ini Normal
upload.wikimedia.org
Bayi menangis tanpa air mata, lho.

Selama beberapa bulan setelah dilahirkan, aktivitas bayi mama tentunya tak terlepas dari kegiatan menyusu dan tidur.

Seiring berjalannya waktu, Mama mungkin terbiasa dengan rutinitas si Kecil. Dimulai dari waktu tidurnya, waktu menyusu, hingga buang air.

Namun, terkadang ada beberapa hal di luar kendali mama yang kerap membuat khawatir. Seperti kebiasaan menangis si Kecil di waktu-waktu tertentu, seperti di sore hari salah satunya.

Lantas, jika bayi sering menangis di sore hari, apakah hal ini normal? 

Berikut Popmama.com sudah merangkum informasinya untuk Mama. Simak terus, yuk, Ma! 

Ketika Bayi Sering Menangis Di Waktu Tertentu

Ketika Bayi Sering Menangis Waktu Tertentu
Pexels/Laura Garcia

Menurut Dr. Michelle Haas, waktu-waktu tertentu di mana bayi menjadi lebih rewel dan sering menangis dikenal dengan istilah witching hour.

Namun jangan khawatir Ma, witching hour merupakan sebuah fase yang umum dialami bayi selama beberapa bulan pertamanya setelah lahir. 

Pada dasarnya, setiap bayi melewati fase ini, namun dengan tanda yang berbeda-beda dan dapat berubah dari hari ke hari, atau bahkan minggu ke minggu.

Menurut Dr. Daniel Ganjian, dokter anak di Saint John's Health Center, pada fase ini bayi umumnya akan rewel dan sulit ditenangkan.

Bayi biasanya ingin terus digendong, dan akan menangis atau terlihat seperti kesakitan saat dibaringkan. Serta sering melengkungkan punggung sambil memekik.

Selain itu, pada beberapa kasus, bayi yang melewati fase ini menjadi lebih sering menyusu atau sebaliknya.

Editors' Picks

Usia Bayi Ketika Sering Menangis di Waktu Tertentu

Usia Bayi Ketika Sering Menangis Waktu Tertentu
pixabay.com/patriciaalexandre

Biasanya, fase witching hour dimulai ketika bayi berusia beberapa minggu setelah dilahirkan.

Menurut Dr. Haas, bayi mulai masuk fase ini antara usia 2-3 minggu, dan cenderung memuncak pada usia 6 minggu.

Kabar baiknya adalah periode ini umumnya berakhir ketika usia bayi menginjak 3-4 bulan.

Sementara itu, bagi orangtua dari bayi yang lahir prematur, dianjurkan untuk memastikan penghitungan yang berbeda dari perkiraan ini.

Penghitungan jangka waktu fase witching hour pada bayi prematur dimulai pada 2-3 minggu kemudian setelah tanggal kelahiran aslinya dan dapat berlangsung hingga 3-4 bulan setelahnya.

Normalkah Jika Bayi Sering Menangis di Sore Hari?

Normalkah Jika Bayi Sering Menangis Sore Hari
Pixabay/fancycrave1

Witching hour di sore hari sebenarnya tak ada kaitannya dengan kesehatan fisik bayi. Hal ini normal terjadi karena:

  • Perubahan suhu tubuh, perkembangan sistem saraf dan kurangnya melatonin

Menurut Dr. Harvey Karp, sore dan petang saat matahari mulai terbenam adalah waktu di mana bayi sulit merasa rileks.

Penelitian menunjukkan bahwa suhu tubuh bayi biasanya mencapai puncaknya pada sore hari, yang menyebabkannya terjaga maksimal. Jadi si Kecil merasa kelelahan namun tidak bisa mengistirahatkan diri.

Selain itu, perkembangan sistem saraf bayi yang belum matang juga berpengaruh. Dalam tiga bulan pertama, otak bayi belum bisa memodulasi perilaku, seperti transisi dari perasaan moody ke keadaan pikiran yang lebih tenang.

Tubuhnya juga menghasilkan melatonin (zat kimia tubuh yang membantu pembentukan siklus tidur) yang masih sedikit.

Artinya, bayi tak dapat dengan mudah membedakan siang dan malam, atau tidur selama lebih dari beberapa jam secara rutin. Itulah sebabnya si Kecil bisa merasa kelelahan di sore hari.

  • Perkembangan pesat

Witching hour, termasuk di sore hari, dipengaruhi perkembangan pesat yang terjadi pada bayi selama beberapa minggu dan bulan pertama setelah dilahirkan.

Dari jarak antara waktu kelahiran hingga usia 3-4 bulan, bayi yang tadinya tak bisa membuka mata mulai sadar akan sekelilingnya, dan dapat bereaksi terhadap suara.

Kesadaran yang meningkat ini disebabkan oleh perubahan cepat pada otak dan sistem saraf bayi.

Mereka mengembangkan kesadaran diri dan sensorik yang berbeda dari sebelumnya, dan hal inilah bisa membuat mereka rewel.

Bayi juga menjadi lebih sadar akan perasaan dan kebutuhannya, namun belum memiliki cara untuk mengungkapkannya pada sang Ibu. Akhirnya bayi menjadi lebih rewel dan sering menangis untuk meminta bantuan.

  • Perkembangan sistem pencernaan

Selama masa ini, sistem pencernaan bayi belum berkembang sempurna, sehingga lebih rentan terhadap gas.

Bayi yang mengalami sakit perut biasanya akan melengkungkan punggung dan menangis, muntah, hingga mengalami perubahan pola buang air. Jika menurut Mama sakit perut si Kecil berefek pada kerewelannya di sore hari, Mama direkomendasikan untuk menghubungi dokter anak.

  • Lonjakan pertumbuhan

Bayi cenderung mengalami lonjakan pertumbuhan sekitar usia dua minggu, dua bulan, empat bulan, dan kemudian enam bulan.

Percepatan pertumbuhan biasanya berlangsung sekitar seminggu atau lebih. Si Kecil umumnya juga lebih sering menangis di masa ini. Bayi juga selalu ingin menyusu lebih lama dari biasa dan cengkraman mulutnya pada payudara terasa lebih intens. 

Kapan Orangtua Harus Waspada?

Kapan Orangtua Harus Waspada
Freepik.com/jcomp

Jika bayi mengalami witching hour di sore hari, namun pertumbuhannya sehat, dan tak ada gejala fisik apa pun, maka Mama tak perlu cemas.

Namun pada beberapa kasus, ada alasan yang lebih serius. Oleh karena itu, Mama direkomendasikan untuk konsultasu ke dokter jika bayi demam atau popoknya tidak basah.

Apabila bayi menangis selama lebih dari 3 jam dalam jangka waktu 24 jam, Mama juga disarankan untuk meminta bantuan medis. Terlebih jika kondisi ini disertai demam tinggi, muntah, atau kesulitan bernapas.  

Tips Menangani Bayi yang Sering Menangis di Sore Hari

Tips Menangani Bayi Sering Menangis Sore Hari
Freepik.com/pvproductions

Academy of American Pediatrics (AAP) merekomendasikan teknik menenangkan bayi seperti membedong, mengayun dan menggendong bayi di lengan atau di gendongan.

Mama juga bisa mencoba memberikan dot, membiarkan bayi mengisap jari, atau menyusuinya.

Selain itu, terkadang bayi dapat merasakan stres ibunya dan menjadi lebih rewel.

Sehingga Mama diimbau untuk tetap memprioritaskan kesehatan mental dan mengelola stres selama menangani bayi di fase ini.

Menurut Dr Hass, hal ini bisa dilakukan dengan memisahkan diri dari si Kecil selama beberapa menit dan menyendiri untuk menarik napas dan beristirahat sejenak.

Yakinkan dan beri afirmasi diri bahwa fase ini ada masanya dan segera akan membaik seiring pertumbuhan si Kecil.

Nah, demikian informasi seputar kondisi ketika bayi sering menangis di sore hari. Semoga penjelasan ini dapat menjawab pertanyaan mama, ya!

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.

Mama CerdAZ

Ikon Mama CerdAZ

Panduan kehamilan mingguan untuk Mama/Ibu, lengkap dengan artikel dan perhitungan perencanaan persalinan

Cari tahu yuk