Kenapa Bayi Suka Tidur di Dada Mama?

Meski membuat bayi nyaman, kebiasaan ini ternyata juga memiliki risiko

17 April 2023

Kenapa Bayi Suka Tidur Dada Mama
Pexels/MateuszDach

Pada saat si Kecil masih baru lahir, Mama mungkin merasa capek dan kewalahan karena ia rewel setiap kali diletakkan di kasur. Padahal kasur mama terasa nyaman dan empuk, namun tampaknya si Kecil merasa tidak betah ketika berjauhan dengan Mama.

Berbeda halnya ketika Mama menidurkan si Kecil dengan posisi kepalanya berada di dekapan dada mama. Padahal dada mama tidak terasa selembut kasur, tapi kenapa si Kecil justru sering tertidur saat berada dalam dekapan mama? Apakah aman jika bayi tertidur saat posisi kepalanya berada di dada mama?

Nah, untuk menjawab pertanyaan tersebut, berikut ini Popmama.com telah merangkum pembahasan seputar penyebab bayi suka tidur di dada mama. Dibaca hingga tuntas, yuk, Ma!

Kenapa Bayi Suka Tidur di Dada Mama?

Kenapa Bayi Suka Tidur Dada Mama
Pexels/kenanzhang

Penyebab si Kecil suka tidur di dada mama, mungkin karena itu adalah tempat yang paling aman dan nyaman untuknya. Ketika di dalam rahim, bayi cenderung di kelilingi oleh kondisi yang hangat sehingga ketika lahir pun bayi akan terbiasa untuk mencari tempat yang hangat dan aman baginya untuk dapat tidur dengan pulas.

Posisi tidur bayi yang berada di dekapan dada mama dapat menghangatkan tubuhnya dan ia bisa sedikit merasakan detak jantung mama. Hal ini dapat mengingatkannya kembali saat ia masih berada di rahim dan karena itulah kebanyakan bayi-bayi yang baru lahir menyukai posisi tidur seperti ini.

Selain itu, ada juga penyebab lainnya kenapa si Kecil suka tertidur di dada mama. Berikut ini adalah penjelasan lebih lengkapnya:

1. Bayi mama menyukai kontak fisik

1. Bayi mama menyukai kontak fisik
Pexels/LisaFotios

Bayi menyukai kontak fisik dengan Mama. Bayi yang sering tidur di dada mama pasti sering bersentuhan dan melakukan ''kontak fisik'' . Jika Mama sering melakukan kontak fisik seperti berpelukan dan berdekapan, tentunya ini dapat memberikan sejumlah efek positif bagi si Kecil.

Berdasarkan penelitian, kontak fisik terbukti dapat membantu si Kecil untuk meregulasikan pernafasannya dengan baik, karena ia merasa rileks. Selain itu, kontak fisik yang sering dilakukan oleh ibu terhadap bayinya juga terbukti dapat membantu si Kecil menstabilkan suhu badannya dan memudahkan si Kecil untuk disusui.

Sebenarnya, tidak hanya bayi mama saja yang merasakan manfaat adanya kontak fisik ini, melainkan sebagai orangtua mama pun akan mendapatkan manfaat yang sama. Sering melakukan kontak fisik dengan si Kecil terbukti dapat membantu mengurangi tingkat stres dan membuat Mama menjadi lebih dekat dengan si Kecil.

Editors' Pick

2. Si kecil merasa aman saat berada di dekapan mama

2. Si kecil merasa aman saat berada dekapan mama
Pexels/RODNAEProductions

Si Kecil merasa aman tiap kali berada dalam dekapan Mama, karena itu ia menyukai posisi tidur yang dekat dengan dada mama.

Saat berada di dekapan mama, bayi dapat merasakan suara jantung yang berdetak dan nafas yang melambat, hal ini dapat membuat bayi mama lebih rileks hingga akhirnya tertidur.

Membiarkan bayi mama berada di dalam dekapan Mama juga dapat membantu mengurangi stres pada bayi. Alasannya karena hormon oksitosin atau biasa disebut ''hormon cinta'' dapat terproduksi saat dekat dengan orang dicintai.

Hormon oksitosin terbukti dapat menenangkan dan membantu mengurangi tingkat stres, baik pada bayi maupun orang dewasa. 

3. Bayi mama mungkin menderita GERD

3. Bayi mama mungkin menderita GERD
Pexels/KseniaChernaya

Jika bayi mama sering rewel saat diletakkan di kasurnya dan lebih nyaman untuk tidur di dada mama, bisa jadi ia merasa perutnya sedang tak enak. Bayi yang sedang mengalami kondisi asam lambung naik atau gastroesophageal reflux disease (GERD), memang cenderung lebih suka jika tidurnya digendong.

Pada bayi dan anak-anak, naiknya asam lambung umumnya terjadi karena fungsi cincin otot tersebut belum berkembang dengan sempurna. Bayi mengalami GERD juga bisa terjadi karena ukuran lambungnya yang masih kecil, sehingga mudah terisi penuh.

Gejala bayi yang menderita GERD umumnya akan sering mual dan muntah, serta merasa perasaan tak nyaman di dada.

Jadi, jika bayi mama rewel setiap kali diletakkan di kasur dan sering muntah, bisa jadi ia sedang menderita GERD, sehingga posisi tidur telentang akan terasa sangat tak nyaman baginya.

Apakah Aman jika Si Kecil Tertidur di Dada Mama?

Apakah Aman jika Si Kecil Tertidur Dada Mama
Pexels/OlyaKobruseva

Memang terdapat banyak penyebab dan efek positif jika bayi tertidur di dada mama, namun sebenarnya posisi tidur seperti ini tidak direkomendasikan oleh dokter.

American Academy of Pediatrics (AAP) mengungkapkan bahwa posisi tidur seperti ini dapat memicu bayi mengalami kematian mendadak atau Sudden Infant Death Syndrome (SIDS).

Saat si Kecil tertidur di dada mama, jika Mama lengah dalam mengawasinya bayi bisa mengalami SIDS karena posisi telungkup atau tengkurap di atas dada pada bayi berusia di bawah satu tahun dapat menganggu pernafasannya saat tidur.

Jika posisi bayi terlalu telungkup sampai hidung dan mulutnya tertutup, ini dapat mengurangi pasokan supply oksigen ke otaknya, sehingga ia bisa berpotensi mengalami SIDS. Selain itu, lebih bahaya jika Mama ikut tertidur saat posisi si Kecil sedang telungkup di dada mama.

Bayi yang posisinya sedang telungkup di dada mama dapat berisiko tertiban, jatuh, atau bahkan kesulitan nafas ketika Mama lengah mengawasinya.

Cara Aman agar Bayi Tidur di Dada Mama

Cara Aman agar Bayi Tidur Dada Mama
Pexels/PolinaTankilevitch

Meski ada risiko untuk terkena SIDS, namun pada prinsipnya bayi boleh tidur di atas dada mama dengan syarat Mama harus dalam keadaan tidak mengantuk atau sadar. Cara ini juga direkomendasikan oleh American Academy of Pediatrics (AAP) untuk menghindari bayi mengalami sindrom kematian bayi mendadak (SIDS).

Sebenarnya tak apa untuk membiarkan si Kecil tidur di atas dada mama, namun lebih baik jangan terlalu lama untuk mencegah pernafasannya terganggu. Mama bisa membuatnya mengantuk dan tertidur di dada mama, lalu ketika ia tidur perlahan pindahkan si Kecil ke atas kasur. Cara ini lebih aman dibandingkan membiarkan si Kecil tidur terlalu lama di atas dada Mama.

Selain itu, Mama juga bisa melakukan beberapa tips berikut ini untuk mengatasi si Kecil yang sering merengek jika tidak ditidurkan di atas dada mama:

  • Gunakan ayunan untuk membuatnya tidur: Letakkan bayi mama di ayunan dan goyang perlahan ayunan tersebut sampai ia tertidur.

  • Coba salah satu metode sleep training: Jika bayi mama adalah tipe bayi yang sering rewel ketika tak digendong, Mama perlahan bisa memakai metode sleep training yang cocok untuknya agar ia bisa tidur secara mandiri.

  • Buat rutinitas tidur tertentu: Mama bisa melakukan rutinitas tidur tertentu seperti menyanyikan lagu nina bobo atau menyetel suara-suara lembut (white noise) dari aplikasi seperti suara hujan, kipas angin, dan lainnya agar si Kecil mengantuk.

  • Ciptakan lingkungan yang nyaman: Mengatur kondisi ruangan yang nyaman agar bayi dapat dapat tertidur lelap tidak kalah penting. Buat ruangan nyaman untuk bayi mama tidur dengan mengatur suhu dan pencahayaan pada kamarnya.

Nah, itu tadi penjelasan kenapa bayi suka tidur di dada mama. Tak apa untuk membiarkan si Kecil tertidur pulas di dada mama, tapi usahakan tidak terlalu lama dan sering, dan perhatikan keamanannya, ya, Ma!

Baca juga:

The Latest