Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Install

4 Ide Gerakan Baby Gym Sesuai Usianya untuk Melatih Otot

4 min read
4 Ide Gerakan Baby Gym Sesuai Usianya untuk Melatih Otot
Pexels/Anna Shvets
  • Baby gym di rumah membantu menguatkan otot untuk perkembangan motorik bayi, dari menegakkan kepala, berguling, duduk, merangkak, hingga berjalan.

  • Tummy time dapat dimulai sejak bayi pulang dari rumah sakit dengan pengawasan di lantai; gerakan bicycling cocok usia 0–3 bulan untuk kaki, pinggul, perut, dan kelenturan.

  • Latihan menarik tubuh perlahan dapat dimulai sekitar 6 minggu, sedangkan aktivitas menggenggam benda aman untuk melatih koordinasi serta otot tangan mulai usia 3–4 bulan.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Pernahkah Mama merasa si Kecil hanya rebahan seharian? Padahal, setiap tendangan kecil dan gerakan menggeliat saat ganti popok sudah membuat otot-ototnya bekerja keras.

Agar latihan otot itu makin terarah, Mama bisa mengajaknya berlatih lewat baby gym sederhana di rumah. Otot yang kuat sangat penting bagi perkembangan motorik si Kecil, mulai dari menegakkan kepala, merangkak, hingga akhirnya berjalan.

Nah, supaya Mama dapat membantu pergerakan dan melatih otot si Kecil sesuai dengan usianya, berikut Popmama.com mengulas 4 ide gerakan baby gym sesuai usianya, dikutip dari Parents. Yuk, simak sampai habis!

  1. 1. Tummy time (sejak baru lahir)

    1. Tummy time (sejak baru lahir)
    Pexels/Luis Becerra Fotógrafo

    Tummy time yang dilakukan dengan pengawasan dapat dimulai sejak hari pertama bayi pulang dari rumah sakit. Mama bisa mengawalinya dengan sesi singkat selama 3–5 menit, beberapa kali dalam sehari.

    Caranya, baringkan bayi dalam posisi tengkurap di atas selimut atau matras bermain yang diletakkan di lantai. Hindari melakukan tummy time di permukaan seperti kasur, sofa, meja ganti popok, atau stroller karena permukaan tersebut kurang aman. 

    Agar si Kecil merasa nyaman, Mama juga bisa ikut berbaring di depannya sambil mengajak berinteraksi. Selama tummy time, ajak bayi tersenyum, berbicara, bernyanyi, atau membuat ekspresi wajah yang lucu. 

    Interaksi tersebut dapat membuat bayi tertarik untuk melihat sekeliling, meraih benda, dan menggerakkan kakinya. Gerakan-gerakan ini membantu memperkuat otot yang nantinya dibutuhkan untuk berguling, duduk, hingga merangkak.

  2. 2. Sit ups (mulai usia 6 minggu)

    2. Sit ups (mulai usia 6 minggu)
    Popmama.com/Muhammad Saddam Amtael Soerawijaya/AI

    Selain tummy time, tubuh bayi secara perlahan hingga berada dalam posisi duduk juga bisa menjadi salah satu aktivitas untuk membantu memperkuat otot. Latihan ini dapat melatih otot bahu, lengan, perut, dan punggung si Kecil.

    Meskipun Mama yang membantu menarik tubuhnya, bayi secara alami akan menggunakan otot perut dan berusaha menjaga posisi kepalanya tetap sejajar dengan tubuh. Gerakan tersebut dapat membantu memperkuat otot sekaligus melatih keseimbangan tubuhnya.

    Saat bayi berbaring telentang, pegang kedua lengannya dengan lembut, kemudian tarik perlahan ke arah Mama. Latihan seperti ini dapat mulai dilakukan ketika bayi berusia sekitar 6 minggu.

    Namun, jika si Kecil masih terlalu muda dan belum mampu menopang kepalanya dengan baik, jangan menarik tubuhnya hanya dari lengan. 

    Agar lebih seru, Mama bisa menunjukkan ekspresi wajah yang ceria, mengajaknya berbicara, atau memberikan ciuman saat tubuhnya berhasil mencapai posisi lebih tinggi.

  3. 3. Bicycling (0-3 bulan)

    3. Bicycling (0-3 bulan)
    Popmama.com/Muhammad Saddam Amtael Soerawijaya/AI

    Mama mungkin pernah mendengar bahwa menggerakkan kaki bayi seperti sedang mengayuh sepeda dapat membantu mengurangi gas di dalam perut. 

    Selain membantu mendorong udara keluar dari sistem pencernaan, gerakan sederhana ini juga bisa menjadi aktivitas untuk melatih kaki, pinggul, lutut, dan otot perut si Kecil.

    Gerakan seperti mengayuh sepeda juga dapat membantu menjaga kelenturan tubuh serta melatih rentang gerak pada kaki dan persendian bayi. Aktivitas ini bisa dilakukan sambil bermain sehingga bayi tetap merasa nyaman dan terhibur.

    Cara melakukannya, baringkan bayi dalam posisi telentang, kemudian pegang kedua kakinya dengan lembut. Gerakkan kaki bayi secara perlahan ke atas dan putar seperti sedang mengayuh sepeda. Pastikan gerakannya lembut dan tidak memaksa persendian bayi.

    Lakukan gerakan tersebut sekitar 3–5 kali, kemudian beri bayi waktu untuk beristirahat sebelum mengulanginya kembali.

  4. 4. Weight lifting (mulai usia 3-4 bulan)

    4. Weight lifting (mulai usia 3-4 bulan)
    Pexels/Polina Tankilevitch

    Aktivitas ini membantu mengembangkan kemampuan menggenggam, koordinasi mata dan tangan, serta kekuatan otot bahu, lengan, dan tangan.

    Ketika bayi mulai tertarik meraih dan menggenggam benda, biasanya sekitar usia 3–4 bulan, Mama bisa memanfaatkan benda-benda sederhana yang ada di rumah sebagai media latihan. 

    Misalnya, gunakan mainan kerincingan, mainan berukuran kecil yang aman, atau benda lain dengan bentuk dan ukuran yang beragam.

    Caranya, dudukkan bayi di kursi makan bayi atau bouncy seat, kemudian letakkan beberapa benda tersebut di hadapannya. Pastikan benda yang digunakan aman untuk bayi dan tidak memiliki bagian kecil yang mudah terlepas atau berisiko tertelan.

    Selanjutnya, ajak si Kecil mencoba mengambil salah satu benda. Biarkan ia mengangkat, mengamati, meletakkan kembali, lalu mengambilnya lagi atau beralih ke benda lainnya.

    Itulah 4 ide gerakan baby gym sesuai usianya yang bisa Mama coba sesuai usia si Kecil, mulai dari tummy time sejak baru lahir sampai peregangan santai. Semoga informatif dan bermanfaat, Ma!

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More