Di laman Instagram resminya @nestle_indonesia, PT Nestlé Indonesia mengeluarkan pernyataan terkait produk formula bayi ini.
Nestlé Indonesia menegaskan jika fasilitas produksi di Indonesia tidak terdampak oleh isu ini. Dan seluruh produk Nestlé Indonesia yang diproduksi di Indonesia tetap aman untuk dionsumsi.
Selain itu, produk impor yang dijual oleh Nestlé Indonesia juga tetap memenuhi seluruh persyaratan keamanan pangan dan mutu, baik sesuai standar nasional maupun internasional. Semua ini telah dikonfirmasi melalui pengujian yang komprehensif.
Menurut Nestlé Indonesia, hanya terdapat 2 bets produk yang diimpor ke Indonesia dari Swiss yang dinilai berpotensi terdampak, seperti yang telah disebutkan di atas. Kedua bets iu telah diuji oleh Nestlé Indonesia dengan menggunakan metode pengujian yang paling akurat. Dan hasilnya memastikan bahwa cereulide tidak terdeteksi pada 2 bets produk itu.
Tapi, sebagai langkah kehati-hatian dan sejalan dengan pernyataan BPOM pada 14 Januari 2026, Nestlé Indonesia telah menghentikan distribusi dan menghentikan sementara impor produk terdampak itu. Nestlé Indonesia juga melakukan penarikan produk secara sukarela terhadap 2 bets terdampak tersebut di bawah pengawasan BPOM.
Bila Mama memiliki produk terdampak Wyeth S-26 Promil Gold pHPro-yakni bets 51530017C2 dan 51540017A1-diimbau untuk menghubungi layanan konsumen Nestlé Indonesia di 0800 182 1028 atau melalu email di nestle.indonesia@id.nestle.com.
Nestlé Indonesia meyakinkan konsumen bahwa tidak ada produk yang dipasarkan oleh Nestlé Indonesia atau Wyeth lainnya, maupun bets lain dari produk yang ditarik, yang terdampak oleh isu ini. Perusahaan tetap berkomitmen pada standar mutu dan keamanan pangan tertinggi, serta menyediakan informasi jelas dan transparan kepada orangtua dan masyarakat luas.