Bayi terkadang melakukan berbagai gerakan saat tidur yang membuat Mama dan Papa bertanya-tanya, salah satunya geleng-geleng kepala. Gerakan ini jadi bagian dari perkembangan alami bayi, terutama ketika si Kecil mulai mampu mengendalikan gerakan kepalanya sendiri.
Kenapa Bayi Suka Geleng-Geleng Kepala saat Tidur? Ini Kata Dokter

Bayi dapat mulai menggelengkan kepala sekitar usia 2 bulan saat kemampuan mengendalikan kepala berkembang, sebagai eksplorasi gerak, cara menenangkan diri, atau respons terhadap suara dan interaksi.
Orangtua perlu mengamati waktu, frekuensi, intensitas, serta kondisi bayi sebelum dan sesudah gerakan untuk membedakan kebiasaan perkembangan dari kondisi yang memerlukan pemeriksaan.
Konsultasi ke dokter spesialis anak diperlukan bila bayi tidak responsif atau terjadi terus-menerus disertai penurunan kesadaran.
Meski sering kali tidak berbahaya, kebiasaan menggelengkan kepala tetap perlu diperhatikan, terutama jika terjadi terus-menerus atau disertai perubahan pada respons dan kondisi bayi. Hal tersebut dijelaskan oleh dr. Hendra Wardhana, Sp.A., dokter spesialis anak sekaligus founder @bicarasikecil, dalam salah satu unggahannya di Instagram.
Simak rangkuman Popmama.com berikut ini mengenai kenapa bayi suka geleng-geleng kepala saat tidur.
Table of Content
1. Kenapa bayi suka geleng-geleng kepala saat tidur?

Magnific/Magnific Menurut dr. Hendra, bayi mulai dapat melakukan gerakan menggelengkan kepala sejak sekitar usia 2 bulan. Pada usia tersebut, kemampuan bayi dalam mengangkat dan mengendalikan kepalanya mulai berkembang sehingga ia juga semakin aktif mengeksplorasi berbagai gerakan tubuhnya.
Gerakan menggelengkan kepala juga dapat menjadi salah satu cara bayi menenangkan dirinya sendiri. Selain itu, si Kecil mungkin melakukan gerakan tersebut ketika mendengar suara yang sudah dikenalnya atau sebagai bagian dari caranya berkomunikasi dan berinteraksi dengan Mama dan Papa.
2. Seperti apa bayi geleng-geleng kepala?

Magnific/jcomp Bayi geleng-geleng kepala merupakan gerakan kepala yang dilakukan berulang dari satu sisi ke sisi lainnya atau menyerupai gerakan mengangguk. Kebiasaan ini dapat terlihat ketika bayi sedang tidur, menjelang tidur, maupun saat terjaga dan dapat mulai muncul sejak usia beberapa bulan.
Frekuensi serta intensitas gerakan dapat berbeda pada setiap bayi. Karena itu, Mama dan Papa perlu memperhatikan kapan gerakan tersebut muncul, seberapa sering dilakukan, serta bagaimana kondisi si Kecil sebelum dan sesudahnya. Hal ini dapat membantu membedakan kebiasaan yang masih menjadi bagian dari perkembangan bayi dengan kondisi yang membutuhkan pemeriksaan.
3. Kapan bayi perlu dibawa ke dokter spesialis anak?

Popmama.com/Sofya Wardhani/AI Meski menggelengkan kepala dapat menjadi bagian dari perkembangan bayi, Mama dan Papa perlu lebih waspada jika gerakan tersebut disertai perubahan pada kemampuan si Kecil dalam berinteraksi. Menurut dr. Hendra, beberapa kondisi yang perlu diperhatikan antara lain:
Bayi tidak dapat berinteraksi dengan Mama dan Papa.
Bayi tidak memberikan respons ketika diajak berinteraksi.
Kebiasaan menggelengkan kepala masih terus dilakukan hingga usia lebih dari 2 tahun.
Gerakan menggeleng terjadi tanpa henti dan disertai penurunan kesadaran yang dapat mengarah pada kecurigaan kejang.
Jika menemukan tanda-tanda tersebut, sebaiknya segera konsultasikan kondisi si Kecil kepada dokter spesialis anak untuk mendapatkan pemeriksaan lebih lanjut.
4. Diagnosis dan penanganan bayi yang sering geleng kepala

Popmama.com/Sofya Wardhani/AI Ketika Mama dan Papa merasa khawatir dengan kebiasaan si Kecil, langkah pertama yang dapat dilakukan adalah berkonsultasi dengan dokter spesialis anak. Dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan menanyakan riwayat gerakan tersebut, termasuk kapan pertama kali muncul dan seberapa sering terjadi.
Dokter juga dapat menanyakan durasi gerakan, apakah ada gejala lain yang menyertai, serta bagaimana kondisi bayi sebelum dan setelah menggelengkan kepala. Berdasarkan hasil pemeriksaan, dokter dapat menentukan apakah diperlukan pemeriksaan lanjutan.
Pada kondisi tertentu, pemeriksaan tambahan dapat meliputi tes darah, pencitraan otak seperti MRI atau CT scan, maupun elektroensefalografi (EEG) untuk melihat aktivitas listrik otak apabila terdapat kecurigaan kejang atau gangguan neurologis.
Nah, itu dia penjelasan mengenai kenapa bayi suka geleng-geleng kepala saat tidur. si Kecil juga sering melakukan gerakan ini saat tidur, nggak, Ma?






















