- Lapar
Melansir Healthline, pada bulan-bulan awal, si Kecil yang mengemut tangan bisa jadi sedang memberi tanda lapar. Biasanya tanda lainnya juga berkaitan dengan mulut, seperti membuka-menutup mulut atau mengecap bibir. - Menenangkan diri
Menurut Healthline, si Kecil yang masih muda sering tertidur saat menyusu, sehingga ia mengaitkan mengisap dengan rasa kantuk dan mengemut tangan untuk rileks. Mengisap membantu si Kecil melepas ketegangan ketika sedang gelisah. - Tumbuh gigi
Mengutip Healthline, si Kecil umumnya mulai tumbuh gigi pada usia 4–7 bulan, dan gusi yang nyeri terasa lebih nyaman saat digosokkan pada sesuatu. - Bosan
Ketika waktu terjaga si Kecil makin panjang, rasa bosan bisa muncul untuk pertama kalinya, seperti dikutip dari Healthline. Tangan yang dikemut mungkin merupakan isyarat bahwa ia butuh suasana baru.
Kenapa Bayi Suka Mengemut Tangan? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya

Bayi mengemut tangan umumnya normal sebagai refleks alami dan bentuk komunikasi, yang dapat menandakan lapar, menenangkan diri, tumbuh gigi, bosan, atau mengenali tubuhnya.
Kebiasaan ini sering muncul sejak bulan awal, berkembang saat bayi mengenal tangannya sekitar usia 2 bulan, dan biasanya berkurang sendiri pada usia 2–4 tahun.
Orangtua perlu mengecek tanda lapar, menjaga kebersihan tangan, memberi pereda gusi atau pengalihan, serta berkonsultasi bila bayi baru lahir terus melakukannya atau kebiasaan berlanjut setelah usia 4 tahun.
Take a Deeper Reads

Pernahkah Mama melihat si Kecil asyik mengemut kepalan tangannya sampai basah oleh air liur? Pemandangannya memang menggemaskan, tetapi kadang membuat Mama bertanya-tanya, "Ini normal atau tidak, ya?"
Kabar baiknya, kebiasaan ini sangat umum dan biasanya lazim terjadi. Melansir Healthline, pada dasarnya semua yang dilakukan si Kecil adalah cara berkomunikasi, jadi tangan yang diemut itu bisa jadi sedang menyampaikan sesuatu kepada Mama.
Supaya Mama tidak menebak-nebak tentang kebiasaan bayi mama, berikut Popmama.com mengulas kenapa bayi suka mengemut tangan? Yuk, simak sampai habis!
Table of Content
Kenapa Bayi Suka Mengemut Tangannya?

Pexels/Rahul Genie Sebenarnya, kegemaran ini sudah dibawa si Kecil sejak lahir. Mengutip Mayo Clinic, si Kecil memiliki refleks mencari dan mengisap secara alami, bahkan sebagian sudah mengisap jempol sebelum lahir.
Dari bekal alami itulah beberapa alasan berikut muncul:
Pada Usia Berapa Bayi Sering Mengemut Tangannya?

Pexels/Dobromir Dobrev Ternyata, kebiasaan ini bisa muncul sejak si Kecil masih sangat mungil. Menurut Healthline, pada bulan-bulan awal, tangan yang diemut sering kali menjadi tanda lapar.
Memasuki usia sekitar 2 bulan, si Kecil mulai sadar bahwa ia punya tangan. Sejak saat itu, tangan menjadi mainan pertama yang paling seru baginya.
Lalu, di usia 4–7 bulan, gigi mulai bersiap tumbuh. Pertumbuhan gigi biasanya dimulai pada usia 4–6 bulan. Si Kecil yang berusia 7–8 bulan pun masih bisa mengemut tangan atau jari untuk menenangkan diri.
Berapa Lama Biasanya Bayi Mengisap Tangannya?

Pexels/Chidi Young Kabar baiknya, kebiasaan ini tidak berlangsung selamanya. Melansir Healthline, kebanyakan anak meninggalkannya di usia 2–4 tahun, dan hanya sebagian kecil yang masih melakukannya setelah itu.
Mengutip Mayo Clinic, sekitar 25 persen anak masih mengisap jempol pada usia 2 tahun, dan mereka yang sudah berhenti pun bisa kembali melakukannya ketika sedang kesal atau cemas.
Sementara itu, mengutip Healthline, si Kecil cepat berpindah kegiatan dari satu fase ke fase lainnya. Tak lama lagi, ia akan menemukan hal baru yang tak kalah seru, misalnya jari-jari kakinya sendiri.
Seiring kemampuan bicaranya berkembang, ia akan lebih mudah menyampaikan keinginan lewat gerakan dan kata-kata.
Apa yang Harus Orangtua Lakukan Ketika Bayinya Sering Mengemut Tangan?

Pexels/Jean Marc Bonnel Tenang, Ma, sebenarnya Mama tidak perlu berbuat banyak. Melansir Healthline, selain memberi makan ketika itu tanda lapar, cara menyikapinya bergantung pada pesan yang ingin disampaikan si Kecil.
- Periksa tanda lapar
Jika Mama menduga itu tanda lapar, segera beri si Kecil makan. Kalau si Kecil masih baru lahir dan terus-menerus mengemut tangan, ada baiknya Mama berkonsultasi dengan dokter anak. - Jaga kebersihan tangannya
Karena tangan itu berkali-kali masuk ke mulut, pastikan juga Mama selalu mengecek kebersihan tangan si Kecil. Cek juga bahwa ia tidak kesakitan dan lingkungan di sekitarnya aman serta nyaman. - Tawarkan pereda nyeri gusi
Jika penyebabnya tumbuh gigi, berikan juga mainan gigitan, kain lap dingin, atau frozen feeder. Benda-benda ini bisa membuat gusi si Kecil terasa lebih nyaman. - Kenalkan mainan sensorik
Si Kecil yang baru menemukan tangannya tak lama lagi akan meraih benda lain di sekitarnya. Karena itu, pastikan rumah sudah aman dan kenalkan mainan sensorik seperti mainan kerincing atau buku kain. - Cari tahu pemicu rewelnya
Bila mengemut tangan terjadi untuk menenangkan diri atau mengusir bosan, Mama harus menelusuri penyebabnya, misalnya si Kecil sulit tidur sendiri atau terlalu banyak rangsangan. Dot pun bisa menjadi pengganti.
- Periksa tanda lapar
Tips Membantu Bayi Mengurangi Kebiasaan Mengemut Tangan

Pexels/Santanu Dey Sebelum mencoba tips di bawah ini, ada satu catatan penting. Mengutip Mayo Clinic, Mama sebaiknya tidak terlalu keras berusaha menghentikan kebiasaan ini pada bayi yang berusia di bawah 2 tahun, karena mengisap memberi rasa nyaman dan tidak merusak gigi.
Kalau Mama tetap ingin mengurangi kebiasaannya secara perlahan, beberapa cara berikut bisa dicoba:
- Abaikan dulu
Langkah pertama menurut Healthy Children, adalah mengabaikannya, sebab kebanyakan anak akan berhenti sendiri. - Jangan memarahi
Kata-kata kasar, ejekan, atau hukuman hanya membuat anak kesal dan tidak efektif. Menurut Johns Hopkins Medicine, tekanan bisa memicu stres dan malah membuat anak makin sering mengisap jari. - Kenali pemicu dan beri kenyamanan
Menurut WebMD, bila si Kecil mengisap saat cemas, coba hilangkan sumber kecemasannya. Setelah itu, beri pelukan dan kata-kata menenangkan. - Sibukkan tangannya
Jika si Kecil mengemut tangan karena bosan, mengutip Healthy Children, Mama disarankan untuk menyibukkan tangannya atau mengalihkan perhatiannya dengan hal yang ia sukai. - Beri pujian saat si Kecil sudah lebih besar
Melansir Mayo Clinic, Mama disarankan untuk memberikan pujian dan hadiah kecil, misalnya tambahan cerita sebelum tidur, ketika anak berhasil tidak mengisap jempol.
- Abaikan dulu
Apakah Bayi yang Sering Mengemut Tangan Bisa Mengalami Masalah Kesehatan?

Pexels/Rene Terp Pada umumnya, tidak. Melansir Healthline, kebiasaan ini biasanya tidak menimbulkan masalah pada beberapa tahun pertama kehidupan.
Baru setelah usia 4 tahun, Mama disarankan untuk mulai mengarahkannya dengan lembut. Bila kebiasaan itu masih berlanjut, Mama bisa berkonsultasi dengan dokter anak dan dokter gigi anak.
Menurut Johns Hopkins Medicine, kebiasaan ini umumnya baru menjadi persoalan ketika gigi permanen mulai tumbuh. Jika berlangsung lama, kebiasaan ini bisa menimbulkan pola menelan dengan dorongan lidah, gigitan terbuka, hingga gangguan bicara yang disebut frontal lisp.
Kalau Mama berpikir memakai alat bantu seperti pelindung mulut, sarung tangan, atau kuteks berasa pahit, Mama disarankan untuk berdiskusi dulu dengan dokter gigi atau dokter anak.
Sementara itu, pada si Kecil yang masih baru lahir, mengemut tangan terus-menerus bisa berarti asupan ASI belum cukup atau ada masalah pada pelekatan maupun refleks mengisap.
Jadi, kalau Mama bertanya-tanya kenapa bayi suka mengemut tangan, jawabannya beragam, mulai dari lapar, tumbuh gigi, ingin menenangkan diri, hingga belajar mengenal tubuhnya sendiri. Semuanya bagian dari perjalanan tumbuh kembang si Kecil.
Cukup jaga kebersihan tangannya, cermati pesan yang ingin disampaikan, dan konsultasikan ke dokter jika ada hal yang mengganjal.
Nah, itulah pembahasan mengenai kenapa bayi suka mengemut tangan? Semoga informatif dan bermanfaat, Ma!























