Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Kenapa Bayi Tidur saat Digendong tapi Bangun saat Ditaruh?
Magnific
  • Bayi bisa terbangun saat dipindahkan karena kehangatan, detak jantung, aroma, dan gerakan lembut saat digendong tiba-tiba berubah ketika berada di tempat tidur.

  • Refleks Moro dapat membuat bayi tersentak saat merasakan sensasi seperti jatuh ketika diturunkan, sementara perubahan suhu dari tubuh penggendong ke kasur juga dapat mengganggu kenyamanan.

  • Siklus tidur bayi baru lahir yang singkat dan dominan fase REM membuatnya lebih mudah terbangun saat berpindah fase tidur atau menerima rangsangan lingkungan.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Mama mungkin pernah melihat si Kecil sudah tertidur saat berada dalam gendongan, tetapi tiba-tiba terbangun begitu diletakkan di tempat tidur. Kondisi ini dapat terjadi karena lingkungan yang dirasakan bayi saat digendong berbeda dengan ketika sudah berada di tempat tidur.

Saat tertidur dalam gendongan, bayi merasakan kehangatan tubuh, detak jantung, gerakan, hingga aroma tubuh Mama. Ketika dipindahkan, berbagai kondisi tersebut berubah atau menghilang. Perubahan ini dapat membuat bayi terbangun, terutama saat memasuki fase tidur yang lebih ringan.

Lantas, kenapa bayi tidur saat digendong tapi bangun saat ditaruh?

Berikut beberapa penyebabnya yang sudah Popmama.com rangkum untuk Mama di bawah ini. Yuk, disimak!

1. Perubahan sensasi dari gendongan ke tempat tidur

Magnific

Bayi dapat terbiasa dengan berbagai sensasi yang dirasakan saat berada dalam gendongan. Detak jantung, pola pernapasan, dan gerakan lembut dari tubuh mama dapat menjadi rangsangan yang dirasakan bayi ketika mulai tertidur.

Ketika bayi diletakkan, rangsangan tersebut tiba-tiba berhenti. Perubahan kondisi ini dapat memicu respons terbangun, terutama ketika bayi sedang berada dalam fase tidur ringan.

Pada fase tersebut, bayi dapat terbangun sebentar dan memeriksa apakah kondisi di sekitarnya masih sama seperti ketika ia mulai tertidur. Jika ternyata berbeda, perubahan tersebut dapat membuat bayi benar-benar terjaga.

2. Refleks Moro membuat bayi tersentak

Magnific

Refleks Moro atau refleks kaget merupakan refleks neurologis spontan pada bayi. Refleks ini dapat membuat tangan dan kaki bayi tiba-tiba bergerak ketika ia merasakan sensasi seperti sedang jatuh.

Ketika bayi dipindahkan dari gendongan ke tempat tidur, gerakan menurunkan tubuh dapat memberikan sensasi tersebut. Akibatnya, bayi bisa tersentak dan langsung terbangun meski sebelumnya terlihat sudah tertidur.

Refleks Moro biasanya mulai menyatu dengan gerakan yang dilakukan secara sadar pada usia 4-6 bulan. Jika masih muncul setelah usia tersebut, kondisi ini dapat menunjukkan adanya kematangan neurologis atau hal lain terkait perkembangan, meski tidak selalu demikian.


3. Perubahan suhu membuat bayi tidak nyaman

Magnific

Bayi baru lahir cukup responsif terhadap perubahan suhu. Saat berada dalam gendongan, tubuh bayi mendapatkan kehangatan dari tubuh orang yang menggendongnya.

Ketika dipindahkan ke tempat tidur, bayi berpindah dari kondisi yang hangat ke permukaan dengan suhu berbeda. Perubahan suhu yang terjadi dapat mengganggu waktu istirahat bayi.

Hal ini dapat terasa lebih mengganggu bagi bayi baru lahir karena mereka masih dalam proses menyesuaikan diri dengan kondisi di luar rahim.

4. Bayi sedang berpindah fase tidur

Magnific

ola tidur bayi berbeda dengan orang dewasa. Bayi baru lahir memiliki siklus tidur yang lebih singkat, yaitu sekitar 30-50 menit. Sekitar 50-60 persen dari keseluruhan waktu tidur bayi baru lahir juga berada dalam fase REM (Rapid Eye Movement).

Secara umum, bayi melalui beberapa kondisi tidur, mulai dari tidur tenang, tidur tidak menentu, tidur aktif, hingga terjaga. Saat berpindah dari satu kondisi tidur ke kondisi lainnya, bayi lebih mudah terbangun karena rangsangan dari lingkungan.

Itulah sebabnya bayi yang tampak sudah tertidur pulas saat digendong dapat kembali terbangun ketika dipindahkan ke tempat tidur. Pola tidur bayi sendiri belum matang sepenuhnya dan umumnya baru mencapai pola yang lebih matang sekitar usia 4-6 bulan.

Nah, itu dia empat penyebab bayi tidur saat digendong tetapi bangun saat ditaruh. Mulai dari perubahan sensasi, refleks Moro, suhu, hingga perpindahan fase tidur dapat membuat bayi kembali terbangun setelah diletakkan.

Semoga informasi ini membantu, ya, Ma!

Curated For You

Editorial Team

Related Article