Imunisasi BCG: Jadwal, Efek Samping dan Cara Mengatasi Jika Bayi Rewel

Ketahui cara mengatasi efek samping imunisasi BCG agar tidak terjadi infeksi

7 Oktober 2021

Imunisasi BCG Jadwal, Efek Samping Cara Mengatasi Jika Bayi Rewel
Freepik/jcomp

Kesehatan anak merupakan prioritas utama bagi setiap orangtua. Oleh karena itu, penting bagi Mama untuk melindungi bayi dari berbagai macam penyakit yang dapat mengganggu kesehatannya. Salah satu penyakit yang penting untuk dicegah adalah tuberkulosis.

Tuberkulosis (TB) adalah penyakit yang disebabkan oleh bakteri yang disebut mycobacterium tuberculosis. TBC paru-paru adalah bentuk yang paling umum diderita meskipun penyakit ini dapat terjadi di bagian tubuh mana saja. 

Salah satu cara untuk melindungi si Kecil dari bakteri penyebab TBC adalah dengan memberikan imunisasi BCG atau Bacillus Calmette-Guerin. Imunisasi ini diberikan untuk mencegah penyebaran penyakit tuberkulosis alias TB.

Lantas apakah imunisasi BCG dapat menimbulkan efek samping dan bagaimana cara mengatasinya? Untuk menjawab pertanyaan tersebut, Popmama.com telah merangkum informasinya untuk Mama termasuk jadwal imunisasi BCG dan efek sampingnya. Langsung saja dibaca yuk, Ma!

1. Apa itu imunisasi BCG?

1. Apa itu imunisasi BCG
Freepik/rawpixel.com

Sebelum membahas mengenai efek samping, alangkah baiknya jika Mama memahami dahulu apa itu imunisasi BCG. Imunisasi BCG adalah vaksin dari bakteri Mycobacterium bovis yang dilemahkan untuk merangsang sistem imun tubuh. Vaksin BCG tidak mencegah seseorang terinfeksi TB jika terpapar, tetapi dapat membantu mencegah penyakit TB yang parah atau mengancam jiwa, terutama pada anak kecil.

Efektivitas vaksin BCG mencapai 70% hingga 80% untuk mencegah berbagai jenis TB. Vaksinasi BCG sangat efektif dalam melindungi bayi dan anak kecil dari bentuk penyakit TB yang parah seperti meningitis TB atau pembengkakan selaput otak.

Editors' Picks

2.Jadwal imunisasi BCG pada bayi beserta prosedurnya

2.Jadwal imunisasi BCG bayi beserta prosedurnya
Freepik/freepik

Pemberian vaksin BCG dianjurkan sebelum bayu berusia 3 bulan, optimal usia 2 bulan. Apabila diberikan pada usia 3 bulan atau lebih, perlu dilakukan uji tuberkulin terlebih dahulu.

Pemberian Dosis imunisasi BCG adalah 0,05 ml pada bayi berusia di bawah 1 tahun. Vaksin BCG diberikan melalui suntikan tepat di bawah kulit, biasanya di lengan kiri atas. Bagian lengan tersebut tidak boleh diberikan Imunisasi lain, minimalnya dalam kurun waktu tiga bulan.

3. Hal yang perlu diperhatikan sebelum memberikan imunisasi BCG

3. Hal perlu diperhatikan sebelum memberikan imunisasi BCG
Unsplash/CDC

Imunisasi BCG memang salah satu imunisasi yang wajib untuk melindungi bayi dari penyakit tuberkulosis. Namun, ada beberapa kondisi bayi yang mengharuskan penundaan imunisasi BCG, di antaranya adalah:

  • Mengalami demam tinggi.
  • Pernah menderita TBC sebelumnya.
  • Diketahui mengalami reaksi anafilaktik terhadap imunisasi BCG.
  • Memiliki infeksi HIV.
  • Memiliki kondisi atau dalam pengobatan yang melemahkan sistem kekebalan tubuh.

4. Efek samping imunisasi BCG

4. Efek samping imunisasi BCG
Freepik/senivpetro

Vaksin BCG cenderung aman dan jarang menimbulkan efek samping. Namun, tetap ada risiko efek samping yang dapat dirasakan setelah mendapatkan imunisasi BCG.

Efek samping imunisasi BCG yang paling umum adalah luka lepuh di area suntikan. Luka ini biasanya terlihat kemerahan, bengkak, dan kadang terlihat mengandung nanah. Tidak perlu khawatir, Ma! Bisul bekas imunisasi BCG merupakan respons normal setelah penyuntikkan vaksin BCG yang berisi bakteri hidup. Luka ini biasanya terjadi dalam kurun waktu 2 sampai 12 minggu

5. Cara mengatasi efek samping imunisasi BCG

5. Cara mengatasi efek samping imunisasi BCG
Unsplash/Charles Deluvio

Bisul atau luka melepuh memang umum terjadi setelah mendapatkan vaksin BCG. Namun, Mama dapat melakukan beberapa hal untuk merawat luka bekas suntikan BCG pada bayi, di antaranya adalah:

  • Jaga agar area luka tetap bersih dan kering.
  • Mama boleh memandikan bayi seperti biasa. Stelah itu, usap area luka menggunakan kain bersih atau tisu dengan perlahan hingga kering. 
  • Jika area luka mulai mengeluarkan cairan, Mama bisa membalutnya dengan kain kasa.
  • Gunakan kapas alkohol steril untuk membersihkan area luka jika diperlukan.
  • Hindari penggunaan plester untuk menutup luka.

Jika bayi mengalami gejala infeksi seperti bisul mengalami pembengkakan hebat, mengeluarkan nanah yang banyak, dan anak mengalami demam tinggi, sebaiknya segera dibawa ke dokter untuk mendapat penanganan lebih lanjut.

Nah itulah informasi terkait imunisasi BCG. Yuk Ma, jangan ragu memberikan imunisasi BCG pasa si Kecil untuk melindunginya dari penyakit tuberkulosis.

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.