Tips Menerapkan Pola Asuh Co-Parenting pada Bayi

Diperlukan komunikasi dan perencanaan yang baik dalam mengasuh bayi setelah orangtua berpisah

19 Agustus 2022

Tips Menerapkan Pola Asuh Co-Parenting Bayi
Freepik/user15285612

Mengasuh anak bersama mantan pasangan, atau yang disebut dengan istilah co-parenting bukanlah perkara yang mudah. Apalagi jika anak masih bayi dan membutuhkan perhatian penuh dari kedua orangtuanya.

Di usianya yang masih sangat belia, bayi akan melalui sejumlah tonggak perkembangan. Di masa ini, mereka membutuhkan kehadiran kedua orangtuanya untuk mendukung proses perkembangannya.

Maka dari itu, perlu komunikasi yang baik antara orangtua yang menerapkan pola asuh co-parenting kepada anak yang masih bayi. 

Untuk mengenal lebih jauh mengenai co-parenting dan penerapannya, berikut Popmama.com akan membahas mengenai menerapkan pola asuh co-parenting kepada bayi.

1. Apa itu co-parenting?

1. Apa itu co-parenting
Freepik/Freepik

Co-parenting pada umumnya merupakan pola asuh yang yang diterapkan orangtua yang telah bercerai dengan menjalin kerjasama dalam pengasuhan anak.  

Istilah ‘Co’ mengacu pada collaboration atau kolaborasi, yang artinya dua individu harus saling berkolaborasi dalam mengasuh anak meski mereka sudah tidak lagi terikat dalam hubungan pernikahan.

2. Menerapkan co-parenting berbeda-beda sesuai dengan usia anak

2. Menerapkan co-parenting berbeda-beda sesuai usia anak
Freepik/pch.vector

Dalam menerapkan co-parenting, dibutuhkan hubungan yang baik antara kedua orangtua. Namun, tentunya menjadi tantangan tersendiri untuk menjaga hubungan baik dengan mantan pasangan, apalagi jika harus kompak mengasuh sang anak yang masih bayi.

Penerapan co-parenting untuk mengasuh anak remaja, balita, atau bayi yang baru lahir sangatlah berbeda. Bayi memiliki berbagai kebutuhan yang sangat berbeda dari anak-anak yang usianya lebih besar, sehingga diperlukan komunikasi dan perencanaan yang matang dari kedua orangtua.

Editors' Pick

3. Penerapan co-parenting kepada bayi bisa menjadi tantangan bagi kedua orangtua

3. Penerapan co-parenting kepada bayi bisa menjadi tantangan bagi kedua orangtua
Freepik/user18526052

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, bayi membutuhkan peran besar dari kedua orangtua untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangannya. Mereka membutuhkan peranan Papa dan Mama di bulan-bulan awal kehidupan melalui pertemuan yang konsisten.

Salah satu yang menjadi tantangan dalam menerapkan co-parenting kepada bayi adalah jadwal harian mereka, seperti misalnya jadwal menyusui. 

Bagi Mama yang memilih untuk menyusui secara eksklusif, akan berat rasanya untuk berpisah dari bayinya, meski hanya semalam. Di sisi lain, Papa juga perlu membangun ikatan yang baik dengan anaknya. 

Maka dari itu, dalam menerapkan co-parenting kepada bayi, perlu adanya kesepakatan yang disetujui antara Papa dan Mama, dengan mengutamakan kebutuhan si Kecil.

4. Membuat kesepakatan dalam mengasuh bayi

4. Membuat kesepakatan dalam mengasuh bayi
Freepik/tirachardz

Bayi memerlukan rutinitas yang terjadwal dan terencana. Mereka juga bisa mengalami stres akibat perubahan mendadak atau rutinitas yang berantakan. Misalnya jadwal makan dan menyusu yang berbeda ketika saat diasuh Mama dengan saat diasuh Papa. 

Agar lebih konsisten dengan rutinitas mereka, biasanya bayi hanya tinggal dengan salah satu orangtua, misalnya tinggal dengan Mama. Kemudian, Papa bisa bertemu dengan anaknya sesekali dalam seminggu. 

Selain itu, ada juga orangtua yang memilih untuk menginap sesekali agar keduanya bisa memiliki cukup waktu untuk membangun ikatan dengan anak sekaligus membangun komunikasi yang baik dengan mantan pasangan dalam rencana pengasuhan bayi.

5. Hal yang perlu diperhatikan dalam menerapkan co-parenting

5. Hal perlu diperhatikan dalam menerapkan co-parenting
Freepik/gpointstudio

Ada banyak faktor yang perlu diperhatikan kedua orangtua saat menerapkan co-parenting kepada anak yang masih bayi. Berikut adalah beberapa di antaranya:

  • Asupan nutrisi bayi

Saat menerapkan co-parenting, orangtua perlu memerhatikan asupan ASI, susu formula, atau kombinasi keduanya yang dibutuhkan bayi. Buat jadwal makan bayi yang konsisten dan memenuhi kebutuhan nutrisi untuk mendukung tumbuh kembangnya.

  • Saudara kandung

Jika sang bayi memiliki kakak, orangtua juga perlu memerhatikan bagaimana jadwal pengasuhan antara adik dan kakak. Pastikan keduanya sama-sama mendapat pengasuhan yang adil dan terbaik dari Papa dan Mamanya.

  • Jarak dan jadwal bertemu

Agar hubungan antara anak dengan Papa dan Mamanya tetap baik, orangtua perlu konsisten dalam mengatur jadwal bertemu. Perhatikan jarak antara kedua orangtua, serta waktu untuk bertemu dengan sang anak. 

Orangtua yang tinggal berjauhan atau memiliki jadwal yang tidak fleksibel membutuhkan rencana pengasuhan yang berbeda dari orangtua yang tinggal berdekatan dan memiliki waktu yang fleksibel untuk bertemu dengan sang anak. Jadi, sebaiknya bicarakan dengan mantan pasangan mengenai jadwal yang efektif untuk bertemu si Kecil.

  • Konflik

Jika perceraian diwarnai dengan pertikaian antara Mama dan Papa, berusaha tetap menjalin hubungan baik dengan mantan memang akan terasa berat. Namun, Mama dan Papa tetap harus menjaga hubungan baik demi kebahagiaan si Kecil agar perceraian tak menjadi beban mental bagi bayi saat besar nanti.

  • Finansial

Saat resmi berpisah, orangtua tetap harus memperhitungkan rencana finansial dengan matang. Orangtua harus memperhitungkan segala kebutuhan anak, mulai dari biaya kesehatan, pakaian, perlengkapan, hingga biaya rencana pendidikan.

Yang terpenting, kedua orangtua harus saling terbuka dan bijak dalam membuat rencana pengasuhan bayi. Konsistensi dan stabilitas hubungan dapat membangun ikatan yang baik antara anak dan orangtua, meski telah bercerai.

6. Berbagi tonggak perkembangan bayi

6. Berbagi tonggak perkembangan bayi
Freepik/jcomp

Di usia satu tahun pertama, ada banyak pertumbuhan dan perkembangan besar yang dilalui bayi. Mulai dari langkah pertama saat belajar jalan, kata pertama yang bisa diucapkannya, hingga suapan MPASI pertamanya. 

Kedua orangtua harus kompak dan saling berempati dalam mendukung perkembangan bayi. Pastikan Mama dan Papa berbagi tugas untuk saling mendukung pertumbuhan dan kebutuhan sang buah hati.

Demikianlah tips menerapkan pola asuh co-parenting kepada bayi. Setiap orangtua tentunya memiliki pemahaman pola asuh yang berbeda-beda. Maka dari itu, jika ada perbedaan pandangan dengan mantan mengenai bagaimana cara mengasuh, cobalah untuk mendiskusikannya baik-baik.

Semoga informasi ini bermanfaat ya, Ma!

Baca juga:

The Latest