Hari-hari yang berkabut dan penuh angin puyuh ini tidak akan berlangsung selamanya. Namun sementara itu, berikut beberapa strategi untuk membantu Mama melewatinya:
Jangan merasa Mama harus melakukan semuanya sendiri. Biarkan suami atau teman dekat atau saudara membantu merawat bayi tersebut.
Bahkan jika Mama sedang menyusui, keluarga dapat membantu mengurus kebutuhan bayi lainnya sehingga Mama dapat tidur, serta mengatur popok dan waktu mandi jika Mama merasa nyaman mendelegasikan tugas perawatan bayi tersebut.
Ketika seseorang datang berkunjung, beri mereka sesuatu untuk dilakukan alih-alih merasa Mama perlu menjadi tuan rumah. Mintalah mereka untuk membawakan belanjaan atau makanan, mencuci pakaian, mengosongkan mesin pencuci piring, atau sekedar menggendong bayi agar Mama bisa mandi.
Perubahan suasana hati yang intens dan masa-masa menangis adalah hal yang normal setelah melahirkan sehingga memiliki nama sendiri: baby blues. Gabungkan hal ini dengan kurang tidur, dan Mama berpotensi mengalami badai emosi yang serius.
Jangan menyalahkan diri sendiri karena merasa seperti ini, atau karena khawatir bahwa Mama tidak berbuat cukup banyak. Jika Mama berhasil beristirahat, makan sesuatu, dan merawat bayi, Mama telah memenuhi semua hal penting yang harus dilakukan.
Saran terbaik adalah bersikap baik pada diri sendiri, meminta bantuan, dan ingat periode ini tidak akan berlangsung selamanya.
Meskipun demikian, meskipun merasa lebih emosional selama minggu-minggu setelah kelahiran adalah hal biasa, perasaan sedih, depresi, atau terlalu cemas yang kronis atau memiliki pikiran untuk menyakiti diri sendiri atau bayi, dapat menjadi tanda-tanda depresi pascapersalinan (PPD) atau kecemasan pascapersalinan (PPA).
Itu tidak berarti Mama kehilangan akal sehat, menjadi mama yang buruk, atau telah melakukan kesalahan — masalah kesehatan mental pascapersalinan seperti PPD bukanlah kesalahan. Namun penyakit ini dapat diobati, jadi jika Mama merasa menderita PPD atau kondisi lainnya, hubungi dokter untuk mendapatkan bantuan.
Menguasai dasar-dasarnya akan sangat membantu Mama merasa kuat dan berenergi.
Cobalah makan makanan sehat seperti buah-buahan, sayuran, protein tanpa lemak, dan biji-bijian, serta batasi camilan manis. Minumlah banyak air — dan jika Mama sedang menyusui, pastikan untuk mengonsumsi sekitar 16 gelas sehari, dikutip dari Academy of Nutrition and Dietetics Opens a new window. Cairan bisa berasal dari makanan, minuman, dan air minum, untuk mengimbangi kelebihan air yang digunakan untuk membuat susu.
Salah satu cara untuk membantu Mama mendapatkan cairan yang dibutuhkan, menurut AND, adalah dengan meminum segelas besar air setiap kali Mama menyusui bayi. Cobalah untuk keluar rumah kapan pun Mama bisa, meskipun hanya sekadar mengajak bayi berjalan-jalan di sekitar rumah.
Jika Mama tidak mendapatkan istirahat yang cukup untuk berfungsi, mintalah dukungan lebih dari suami, keluarga, atau teman. Atau jika Mama sudah siap, cobalah mencari babysitter yang Mama percaya. Mungkin seseorang bisa datang sekali atau dua kali seminggu sebentar agar Mama bisa tidur siang. Minta suami untuk mengambil alih pemberian makan di malam hari atau pagi hari jika Mama sudah mengenalkan botol.
Bahkan dengan pasangan, anggota keluarga, dan teman yang suportif, terkadang Mama mungkin masih merasa seperti menjalani semuanya sendirian. Berbicara dengan ibu-ibu lain memberi Mama kesempatan untuk berbagi perasaan dengan para mama yang memahami persis perasaan Mama karena mereka juga terlibat di dalamnya.
Tapi dari mana Mama memulai ketika mencoba mencari teman baru sebagai ibu? Mintalah dokter anak atau OB/GYN untuk merekomendasikan kelompok dukungan, cari tahu tentang grup Facebook orang tua setempat, atau periksa papan buletin.
Mama juga dapat memulai percakapan dengan ibu lain ketika Mama melihatnya di luar rimah, seperti di lingkungan. Kemungkinannya adalah, dia sama bersemangatnya untuk berbicara seperti Mama.
Mengunjungi dokter untuk pemeriksaan pascapersalinan (dan menghubungi mereka jika ada pertanyaan lain yang mungkin Mama miliki saat pulih) sangatlah penting. Kunjungan ini adalah kesempatan untuk membicarakan kekhawatiran atau tantangan Mama – baik fisik maupun emosional – dan menemukan cara untuk membantu Mama merasakan yang terbaik.
Pastikan Mama rajin melakukan pemeriksaan pascapersalinan dengan OB/GYN, 3 hingga 6 minggu setelah melahirkan, saran American College of Obstetricians and Gynecologists (ACOG). Dan jika Mama memerlukan perawatan ekstra di antaranya, hubungi dokter untuk mengatur kunjungan tambahan jika bisa. ACOG juga merekomendasikan pemeriksaan lanjutan lainnya dalam waktu 12 minggu setelah melahirkan, jadi pastikan untuk menjadwalkan kunjungan tersebut juga.