Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Normalkah Gusi Putih pada Bayi? Ini Tanda yang Perlu Diwaspadai
Pexels/Huynh Van
  • Gusi putih pada bayi bisa normal akibat sisa susu, gigi yang akan tumbuh, atau Epstein pearls; bercak susu umumnya dapat diusap, sedangkan tonjolan kista biasanya hilang sendiri.

  • Sariawan jamur perlu diwaspadai bila bercak putih sulit dihapus, melebar, membuat mulut merah atau lecet, dan menyebabkan bayi nyeri atau susah menyusu.

  • Hubungi dokter jika bayi kesulitan makan, bercak tidak hilang setelah seminggu, atau berusia di bawah empat bulan dengan tanda jamur; gejala gawat memerlukan pertolongan segera.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Gusi bayi yang tampak putih dapat berupa sisa ASI atau susu formula, gigi yang akan tumbuh, Epstein pearls, gigi sejak lahir, atau sariawan jamur akibat Candida albicans.
  • Who?
    Bayi, terutama bayi baru lahir hingga usia di bawah 4 bulan, dapat mengalami bercak atau tonjolan putih pada gusi. Orangtua perlu memantau kemampuan bayi menyusu dan perubahan bercak.
  • Where?
    Area putih muncul di rongga mulut bayi, terutama pada gusi, serta dapat terlihat di lidah dan pipi bagian dalam pada kasus sariawan jamur.
  • When?
    Endapan susu sering terlihat dalam dua bulan pertama setelah lahir. Gigi pertama umumnya muncul pada usia 6 hingga 10 bulan, meski dapat terlihat sejak usia 3 bulan.
  • Why?
    Bercak putih dapat terjadi akibat endapan susu, gigi tersembunyi yang mulai keluar, kista gusi jinak Epstein pearls, atau pertumbuhan berlebih jamur Candida albicans.
  • How?
    Periksa dengan tangan bersih di tempat terang. Hubungi dokter bila bercak sulit dihapus, tidak hilang setelah satu minggu, bayi sulit menyusu, bercak melebar atau berdarah, maupun muncul tanda darurat.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Gusi bayi bisa terlihat putih karena sisa susu, gigi mau tumbuh, atau bintik kecil yang biasanya hilang sendiri. Tapi bisa juga karena jamur. Kalau putihnya susah diusap, bayi susah minum, bercaknya melebar, atau bayi demam, Mama dan Papa harus membawa bayi ke dokter.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Mama pasti langsung terkejut saat melihat gusi si Kecil tampak keputihan ketika ia menguap atau menyusu. Wajar kalau pikiran pun mulai ke mana-mana.

Kabar baiknya, bercak atau lapisan putih di gusi si Kecil tidak selalu pertanda buruk. Meski begitu, ada juga kondisi yang memang perlu penanganan dokter.

Untuk menjawab rasa penasaran Mama akan kondisi si Kecil, berikut Popmama.com mengulas normalkah gusi putih pada bayi? Yuk, simak sampai habis!

Apakah Normal Gusi Putih pada Bayi?

Pexels/Jonathan Borba

Jawabannya, bisa normal, bisa juga tidak, tergantung penyebabnya. Mengutip Dental Nation, area putih di gusi bisa berasal dari gigi yang sedang tumbuh, sisa susu, kista gusi jinak, atau sariawan jamur.

Melansit Raising Children Network, si Kecil sebenarnya lahir dengan 20 gigi susu yang masih tersembunyi di dalam gusi. Gigi pertama umumnya muncul pada usia 6 sampai 10 bulan, meski ada yang sudah terlihat sejak usia 3 bulan.

Jadi, gusi yang tampak putih bisa saja pertanda gigi si Kecil sedang bersiap keluar. Gigi yang akan tumbuh biasanya tampak seperti tonjolan atau garis pucat yang terasa keras. Sementara itu, lapisan susu umumnya bisa terangkat saat diusap.

Mengapa Gusi Bayi Terlihat Putih?

Wikimedia Commons/West exchange

Penyebab yang paling sering adalah sisa ASI atau susu formula. Melansir Vinmec International Hospital, endapan susu di rongga mulut bisa tampak seperti bercak putih, terutama pada dua bulan pertama setelah lahir.

Ada juga tonjolan kecil bernama Epstein pearls yang berwarna putih, abu-abu, atau kekuningan dengan ukuran sekitar 1 sampai 3 milimeter. Menurut Healthline, kista gusi ini dialami sekitar 60 sampai 85 persen bayi baru lahir dan tidak berbahaya.

Tonjolan ini tidak menyakitkan dan biasanya hilang sendiri dalam beberapa bulan pertama. Namun, tonjolan di gusi kadang ternyata gigi yang sudah ada sejak lahir, dan yang satu ini bisa memerlukan penanganan.

Penyebab terakhir yang perlu diwaspadai adalah sariawan jamur akibat Candida albicans. Jamur ini biasanya hidup dengan wajar di mulut, tetapi penyakit, penggunaan antibiotik, atau perubahan hormon bisa membuatnya tumbuh berlebihan.

Apakah Gusi Putih pada Bayi Perlu Diberikan Obat?

Wikimedia Commons/Beth

Setelah tahu penyebabnya, pertanyaan berikutnya pasti soal obat. Jawabannya tidak selalu, Ma. Melansir Vinmec, bercak akibat sisa susu atau sariawan ringan akan hilang sendiri dalam beberapa hari, sedangkan Healthline menyatakan Epstein pearls tidak perlu diobati.

Lain ceritanya kalau penyebabnya jamur. Menurut Cincinnati Children's, sariawan jamur biasanya diobati dengan nistatin cair yang dioleskan ke pipi bagian dalam memakai spuit atau spons setelah menyusu, sesuai arahan dokter.

Obat itu pun harus dihabiskan meski bercaknya sudah hilang. Gel mulut dari apotek cocok untuk si Kecil yang berusia di atas 4 bulan, sedangkan yang lebih muda sebaiknya langsung diperiksakan ke dokter.

Sambil menunggu, sterilkan dot dan botol, dan disarankan juga untuk merebusnya selama 10 menit sebelum dipakai lagi. Mama juga tidak boleh menggores bercak, memecahkan bengkak di gusi, atau memberikan obat oral untuk dewasa dan gel pereda nyeri tanpa saran dokter anak.

Apa Tanda Gusi Putih pada Bayi yang Perlu Diwaspadai?

Pexels/Анастасия Триббиани

Nah, bagaimana cara membedakan yang aman dari yang perlu diwaspadai? Melansir Dental Nation, Mama disarankan untuk mencuci tangan, memeriksa di tempat terang, lalu mencatat apakah area putih itu keras, menempel, melebar, atau bisa diusap.

Tanda pertama yang patut dicurigai adalah bercak yang tidak bisa dihapus. Melansir NHS, sariawan jamur pada si Kecil merupakan lapisan putih di lidah yang mirip keju cottage dan sulit dihilangkan. Area itu bisa menjadi merah dan lecet jika dipaksa diusap.

Tanda berikutnya adalah si Kecil jadi susah menyusu. Si Kecil dengan sariawan jamur mungkin enggan menyusu, dan bercak yang banyak bisa membuat mengisap terasa nyeri sehingga minumnya berkurang.

Waspadai pula bercak yang makin melebar, berdarah, atau muncul berulang. Bila infeksi menyebar sampai tenggorokan, si Kecil bisa menangis terus, kehilangan nafsu makan, dan berat badannya turun.

Kapan Gusi Putih pada Bayi Harus Diperiksakan ke Dokter?

Pexels/Jonathan Borba

Kalau tanda-tanda tadi sudah terlihat, jangan menunda lagi, Ma. Mengutip Cincinnati Children's, orangtua diminta menghubungi dokter anak jika si Kecil kesulitan makan atau bercak tidak hilang setelah satu minggu.

Pemeriksaan ke dokter jika si Kecil berusia di bawah 4 bulan dan menunjukkan tanda sariawan jamur. Untuk tonjolan di gusi, Mama juga dianjurkan untuk selalu berkonsultasi dengan dokter gigi, dokter umum, atau dokter anak.

Ada pula tanda gawat darurat yang tidak boleh ditunggu, seperti si Kecil yang sulit minum, popoknya lebih jarang basah, sangat mengantuk, sulit bernapas, wajahnya bengkak, atau demam pada usia yang masih sangat kecil perlu segera mendapat pertolongan medis.

Bagi Mama yang menyusui, menyusui boleh dilanjutkan meski si Kecil terkena sariawan jamur. Namun, kalau Mama merasakan nyeri baru pada puting, sebaiknya Mama juga memeriksakan diri ke dokter.

Jadi, gusi putih pada si Kecil bisa jadi hal wajar, seperti sisa susu, gigi yang akan tumbuh, atau Epstein pearls, tetapi bisa juga tanda infeksi jamur. Kuncinya ada pada pengamatan Mama, terutama soal apakah bercak bisa diusap dan apakah si Kecil masih menyusu dengan nyaman.

Nah, itulah pembahasan mengenai normalkah gusi putih pada bayi? Kondisi yang harus Mama ketahui pada mulut si Kecil. Semoga informatif dan bermanfaat, Ma!

Curated For You

Editorial Team

Related Article