Pexels/jaspinder singh taank
Memproses informasi visual merupakan bagian penting dalam memahami dunia di sekitar kita.
Masalah penglihatan dan mata pada bayi dapat menyebabkan keterlambatan perkembangan, jadi penting untuk menyadari tonggak-tonggak tertentu seiring pertumbuhan bayi dan kematangan penglihatannya.
Saat bayi lahir, mereka menatap Mama dan dunia di sekitar mereka melalui mata yang masih kabur. Mereka dapat fokus paling baik pada objek antara 20 dan 25 cm dari wajah mereka. Jarak tersebut tepat bagi bayi untuk melihat wajah Mama saat Mama memeluknya.
Jadi, bayi sudah bisa melihat sesaat setelah dilahirkan, Ma. Namun, penglihatannya itu masih belum sempurna.
Setelah kegelapan di rahim, dunia menjadi tempat yang terang dan merangsang secara visual. Awalnya, bayi akan kesulitan melacak objek yang berbeda, atau bahkan membedakannya. Namun, hal ini tidak akan bertahan lama.
Dalam beberapa bulan pertama bayi, mata mereka akan mulai bekerja sama dengan jauh lebih efektif. Namun, koordinasi bisa jadi sulit, dan Mama mungkin memperhatikan bahwa salah satu mata tampak melirik, atau kedua mata tampak juling. Dalam kebanyakan kasus, hal ini normal.
Jika Mama terus memperhatikan bahwa salah satu mata khususnya tampak sering melihat ke dalam atau ke luar, sebaiknya bicarakan hal ini dengan dokter anak pada kunjungan berikutnya.
Mama mungkin juga memperhatikan bahwa bayi mengembangkan koordinasi tangan-mata, terutama ketika Mama melihat matanya melacak objek yang bergerak dan kemudian tangannya meraihnya.
Meskipun belum diketahui seberapa baik bayi dapat membedakan warna saat lahir, penglihatan warna kemungkinan belum sepenuhnya berkembang pada tahap ini, dan bayi akan mendapatkan manfaat dari warna-warna cerah pada mainan dan selimutnya.
Sekitar usia 8 minggu, sebagian besar bayi dapat dengan mudah fokus pada wajah orangtuanya.
Sekitar usia 3 bulan, mata bayi seharusnya sudah dapat mengikuti benda-benda di sekitarnya. Jika Mama menggoyangkan mainan berwarna cerah di dekat bayi, Mama seharusnya dapat melihat matanya mengikuti gerakannya dan tangannya terulur untuk meraihnya.
Biasakan berbicara dengan bayi dan menunjukkan benda-benda yang Mama lihat.