Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Install

5 Penyebab Air Liur Berlebihan pada Bayi, Apa Saja?

3 min read
5 Penyebab Air Liur Berlebihan pada Bayi, Apa Saja?
Pexels/Hannah Barata
  • Air liur berlebihan pada bayi umum terjadi saat perkembangan oral belum sempurna; kelenjar ludah lebih aktif sejak usia 2–3 bulan, sementara kemampuan menelan masih berkembang.

  • Pertumbuhan gigi pada usia 3–12 bulan dapat meningkatkan produksi air liur untuk membantu menjaga kenyamanan gusi ketika gigi pertama muncul.

  • Ngeces berlebihan juga dapat terkait HFMD, radang tenggorokan, atau refluks asam lambung, yang membuat bayi sulit menelan atau memicu produksi air liur lebih banyak.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Bayi sering ngeces sampai bajunya cepat basah? Tenang, kondisi air liur berlebihan pada bayi cukup umum terjadi, terutama saat si Kecil sedang mengalami berbagai perkembangan di area mulut.

Meski umumnya normal, Mama tetap perlu tahu bahwa air liur yang keluar berlebihan juga bisa disebabkan oleh beberapa kondisi tertentu.

Lantas, apa saja penyebab bayi ngeces berlebihan? Yuk, simak 5 penyebab air liur berlebihan pada bayi yang telah dirangkum Popmama.com berikut ini.

  1. 1. Perkembangan oral yang belum sempurna

    Perkembangan oral yang belum sempurna
    Magnific/javi_indy

    Dilansir dari HealthyChildren.org, saat usia sekitar 2–3 bulan, kelenjar ludah bayi mulai bekerja lebih aktif sehingga produksi air liurnya meningkat. Namun, kemampuan bayi untuk menelan air liur masih belum berkembang sempurna.

    Kondisi tersebut menyebabkan air liur yang berlebih sering keluar dari mulut sehingga bayi jadi lebih sering ngeces.

  2. 2. Bertumbuhnya gigi

    Bertumbuhnya gigi
    Unsplash/Jason Sung

    Melansir dari Pathways.org, saat usia 3-12 bulan bayi biasanya mulai tumbuh gigi yang membuat produksi air liurnya bisa meningkat.

    Meningkatnya produksi air liur ini berguna untuk membantu menjaga gusi si Kecil tetap nyaman saat gigi pertama mulai muncul.

  3. 3. Hand, foot, mouth disease

    Hand, foot, mouth disease
    Popmama.com/Nafia Mahesa/AI

    Penyebab Air liur berlebihan pada bayi lainnya karena si Kecil terjangkit hand, foot, mouth disease (HFMD).

    Dilansir dari laman Centers For Disease Control and Prevention (CDC), saat mengalami HFMD, bayi bisa mengalami luka atau lepuhan kecil yang terasa sakit di lidah dan mulut.

    Rasa sakit ini bisa membuat bayi kesulitan menelan yang ditandai oleh keluarnya air liur secara berlebihan.

  4. 4. Radang tenggorokan

    Radang tenggorokan
    Pixabay/Ben_Kerckx

    Radang tenggorokan bisa membuat proses menelan terasa sakit dan tidak nyaman bagi bayi. Akibatnya, bayi cenderung jarang menelan air liur sehingga air liur menumpuk dan keluar dari mulut secara berlebihan.

    Infeksi yang menyertai radang tenggorokan juga dapat meningkatkan produksi lendir dan sekresi di sekitar mulut serta saluran napas.

  5. 5. Refluks asam lambung

    Refluks asam lambung
    Popmama.com/Nafia Mahesa/AI

    Refluks asam lambung dapat menjadi salah satu penyebab air liur berlebihan pada, lho, Ma.

    Saat asam lambung naik ke kerongkongan, tubuh dapat merespons dengan memproduksi lebih banyak air liur untuk membantu menetralkan asam yang mengiritasi. Akibatnya, bayi bisa jadi lebih sering ngeces.

    Mengutip dari What to Expect, refluks pada bayi umumnya mulai terlihat sejak usia 2–4 minggu dan bisa lebih sering terjadi sekitar usia 4 bulan.

    Kondisi ini biasanya mulai berkurang sekitar usia 7 bulan, saat bayi mulai bisa duduk tegak dan mengenal makanan padat.

    Itulah mengenai 5 penyebab air liur berlebihan pada bayi. Dengan mengenali penyebabnya, Mama bisa langsung mengatasi air liur berlebihan pada si Kecil yang mungkin bisa membuatnya tidak nyaman dan menyebabkan iritasi di sekitar mulutnya.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More