Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
9 Penyebab Suara Bayi Serak tapi Tidak Batuk, Orangtua Wajib Tahu!
Pexels.com/juliane Monari
  • Suara bayi serak tanpa batuk dapat dipicu tangisan berlebihan, infeksi seperti laringitis atau croup, hidung tersumbat, alergi, serta refluks asam lambung.

  • Penyebab lain mencakup nodul atau kista pita suara, RRP, tumor langka, cedera tenggorokan akibat zat berbahaya atau prosedur medis, dan kelainan bawaan laring.

  • Orangtua perlu berkonsultasi ke dokter bila suara serak menetap, tidak membaik beberapa hari, atau disertai kesulitan bernapas, menyusu, muntah, maupun berat badan sulit bertambah.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Suara bayi dapat terdengar serak tanpa batuk, dengan kemungkinan penyebab mulai dari terlalu sering menangis, sakit, hidung tersumbat, refluks, hingga gangguan pada pita suara atau laring.
  • Who?
    Bayi yang mengalami suara serak serta orangtua yang memantau gejalanya; dokter anak diperlukan untuk pemeriksaan apabila keluhan menetap atau disertai tanda mengkhawatirkan.
  • Where?
    Keluhan dapat berkaitan dengan pita suara, tenggorokan, hidung, laring, saraf laring, atau saluran pencernaan bayi. Pemeriksaan dapat dilakukan di fasilitas kesehatan.
  • When?
    Suara serak dapat muncul setelah bayi banyak menangis, saat sakit atau hidung tersumbat, maupun berlangsung terus-menerus sejak lahir. Waktu pasti tiap penyebab berbeda-beda.
  • Why?
    Pita suara dapat bekerja berlebihan, meradang, terpapar lendir atau asam lambung, mengalami cedera, atau dipengaruhi nodul, kista, RRP, tumor, maupun kelainan bawaan.
  • How?
    Orangtua dapat menenangkan bayi, membersihkan hidung dengan saline, menjaga bayi tegak setelah menyusu, dan mengurangi pemicu alergi. Segera cari pertolongan medis bila ada sesak napas, sulit menyusu, atau dugaan tertelan zat berbahaya.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Suara bayi bisa serak walau tidak batuk karena terlalu banyak menangis, sedang sakit, hidung mampet, atau susu naik ke tenggorokan. Kadang ada masalah di pita suara atau tenggorokan. Mama dan Papa bisa menenangkan bayi dan melihat ke dokter kalau seraknya lama, bayi susah napas, atau susah minum susu.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Mendengar si Kecil mulai mengeluarkan suara tentu menjadi momen menyenangkan bagi orangtua. Namun, bagaimana jika suara yang biasanya terdengar lembut justru berubah menjadi serak?

Kondisi ini mungkin membuat Mama khawatir, terutama ketika suara serak muncul tanpa disertai batuk. Tak jarang, Mama pun bertanya-tanya apakah kondisi tersebut merupakan tanda adanya gangguan tertentu pada si Kecil.

Lantas, apa saja penyebabnya? Berikut rangkuman Popmama.com yang mengutip Healthline mengenai beberapa kondisi yang dapat menyebabkan suara si Kecil terdengar serak tapi tidak disertai batuk.

1. Terlalu sering menangis

Pexels.com/Polina Smelova

Bayi yang terlalu sering menangis dapat mengalami suara serak karena pita suaranya bekerja lebih keras. Kondisi ini mirip dengan suara orang dewasa yang menjadi serak setelah banyak berteriak atau bersorak.

Tangisan berlebihan bisa terjadi karena berbagai hal, seperti merasa tidak nyaman saat bepergian dengan mobil, sedang menjalani sleep training, atau sekadar mengalami hari yang kurang baik sehingga sulit ditenangkan.

Mama bisa mencoba menenangkan si Kecil, memberikan ASI atau empeng, serta memberinya waktu untuk beristirahat. Setelah tidak terlalu banyak menangis, suara serak biasanya dapat berangsur membaik.

2. Sedang sakit

Pexels.com/Polina Tankilevitch

Beberapa penyakit seperti laringitis, croup, dan pilek dapat menyebabkan pita suara mengalami peradangan. Kondisi tersebut membuat udara yang melewati pita suara menghasilkan suara yang terdengar serak.

Jika si Kecil sedang sakit, Mama dapat membantu meredakan gejalanya dengan membersihkan saluran hidung menggunakan larutan saline atau nasal aspirator. Penggunaan humidifier juga dapat membantu, terutama ketika bayi mengalami croup.

Jika penyakit atau suara serak tidak kunjung membaik setelah beberapa hari, sebaiknya konsultasikan kondisi si Kecil kepada dokter.

3. Hidung tersumbat

Pexels.com/Rasmus Svinding

Infeksi tertentu dapat menyebabkan produksi lendir berlebih yang membuat hidung bayi berair atau tersumbat. Lendir tersebut juga bisa mengalir ke tenggorokan dan memengaruhi pita suara sehingga suara si Kecil terdengar serak.

Kondisi serupa juga dapat terjadi akibat alergi. Jika suara serak berkaitan dengan alergi, Mama mungkin perlu mengurangi paparan pemicu alergi di rumah, seperti debu dan bulu hewan.

4. Refluks

Pexels.com/Daniel Reche

Gastroesophageal reflux disease (GERD) terjadi ketika asam lambung naik hingga ke bagian belakang tenggorokan. Kondisi ini juga dapat menyebabkan suara bayi terdengar serak.

Meski begitu, suara serak saja biasanya bukan satu-satunya tanda GERD. Bayi dengan kondisi ini dapat menunjukkan gejala lain, seperti sulit menyusu, sering gumoh atau muntah, menangis saat menyusu, hingga berat badan yang sulit bertambah.

Penanganannya dapat dilakukan dengan memberikan ASI atau susu dalam porsi lebih kecil tetapi lebih sering, serta menjaga posisi bayi tetap tegak setelah menyusu. Pada kondisi yang lebih serius, dokter mungkin memberikan pengobatan tertentu.

5. Nodul atau kista pada pita suara

Pexels.com/ENIO ENGENHEIRO

Suara serak yang berlangsung terus-menerus pada bayi juga bisa berkaitan dengan nodul atau kista pada pita suara, terutama jika kondisi tersebut sudah terlihat sejak lahir.

Beberapa kondisi dapat bersifat bawaan, sementara lainnya berkembang seiring waktu. Pemeriksaan dokter diperlukan untuk mengetahui penyebab dan penanganan yang sesuai.

6. Recurrent respiratory papillomatosis (RRP)

Pexels.com/Dobromir Dobrev

Recurrent respiratory papillomatosis (RRP) merupakan kondisi langka yang menyebabkan munculnya pertumbuhan jaringan jinak menyerupai kutil pada atau di sekitar pita suara.

Jika dokter mencurigai kondisi ini, si Kecil perlu mendapatkan pemeriksaan lebih lanjut untuk menentukan apakah diperlukan tindakan medis, termasuk operasi.

7. Tumor

Pexels.com/RDNE Stock project

Meskipun jarang terjadi, tumor juga dapat menjadi salah satu penyebab suara bayi serak. Kondisi ini perlu segera diperiksa, terutama jika suara serak berlangsung terus-menerus dan disertai kesulitan bernapas atau menyusu.

Jika si Kecil menunjukkan gejala tersebut, jangan menunda untuk mendapatkan pertolongan medis.

8. Cedera

Pexels.com/Peter Platou

Cedera pada area tenggorokan juga dapat memengaruhi suara bayi. Misalnya, akibat tertelan zat kimia atau racun, pemasangan selang pernapasan atau selang makan, hingga trauma fisik seperti kecelakaan.

Jika Mama mencurigai si Kecil menelan sesuatu yang seharusnya tidak dikonsumsi, segera bawa ke fasilitas kesehatan untuk mendapatkan pertolongan darurat.

9. Kelainan bawaan

Pexels.com/Olya Afanasyeva

Pada beberapa kasus, bayi dapat terlahir dengan kelainan pada laring atau kotak suara yang menjadi tempat pita suara. Gangguan juga dapat terjadi ketika saraf laring yang berfungsi menggerakkan pita suara mengalami kerusakan.

Itu dia penyebab suara bayi serak tapi tidak batuk. Untuk mengetahui lebih lanjut, orangtua sebaiknya berkonsultasi dengan dokter anak agar mendapatkan penanganan yang tepat.

Curated For You

Editorial Team

Related Article