Mitos atau Fakta, Bayi Harus Minum Kopi supaya Tidak Kejang?

Ketahui dulu faktanya sebelum buru-buru memberikan kopi

4 Agustus 2020

Mitos atau Fakta, Bayi Harus Minum Kopi supaya Tidak Kejang
Pexels/Olga Mironova

Setiap orangtua tentunya ingin memberikan yang terbaik untuk anaknya. Salah satunya adalah mencegah agar anak terhindar dari bahaya dan penyakit. Sayangnya masih banyak mitos yang berkembang dan salah kaprah yang justru bisa membahayakan si Kecil.

Apalagi orangtua baru yang kadang banyak mengakses informasi dari berbagai sumber. Beberapa bahkan hanya mengandalkan ‘katanya’, padahal mempercayai informasi yang salah dapat membahayakan kesehatan si Kecil.

Salah satu mitos yang kerap dipercaya adalah memberikan kopi kepada bayi untuk mencegah kejang. Benarkah bayi harus diberikan kopi agar tidak kejang?

Berikut Popmama.com rangkum fakta yang sebenarnya khusus untuk Mama:

1. Bayi belum bisa mencerna kopi

1. Bayi belum bisa mencerna kopi
Unsplash/Marcin Jozwiak

Pada bayi terutama yang berusia di bawah enam bulan, sistem pencernaannya belum sempurna. Jika pencernaan orang dewasa terdapat enzim yang dibutuhkan untuk mencerna makanan, hal tersebut belum terdapat pada bayi.

Bayi baru lahir hingga berumur tiga bulan sistem pencernaannya belum sekompleks orang dewasa sehingga tidak dapat mencerna kandungan karbohidrat, protein, dan lemak, selain dari ASI. Oleh karenanya jika diberikan kopi maka akan langsung diserap sepenuhnya oleh tubuh bayi.

Setelah berusia 4-6 bulan, sistem pencernaan bayi semakin baik. Namun, tetap tidak bisa sembarangan memberikan makanan terhadap bayi. Bahkan untuk makanan padat saja harus diberikan bertahap dengan tekstur yang sangat halus terlebih dahulu.

Editors' Picks

2. Anak usia di bawah 6 bulan sebaiknya hanya diberi ASI

2. Anak usia bawah 6 bulan sebaik ha diberi ASI
freepik.com/fizel

Pada usia di bawah enam bulan, sebaiknya Mama hanya memberikan ASI pada bayi. Mengapa harus ASI? Pada usia bayi dari baru lahir hingga 6 bulan, ASI dan air liur bayi berperan penting dalam pencernaan bayi.

Sistem pencernaan bayi akan terus berkembang sesuai tahapan usianya. Oleh karenanya, Mama wajib mengenali kinerja  sistem pencernaan bayi agar dapat memberikan asupan makanan yang sesuai dengan usianya.

3. Pemberian kopi kepada bayi bisa menyebabkan infeksi

3. Pemberian kopi kepada bayi bisa menyebabkan infeksi
freepik.com/etajoefoto

Karena tidak adanya enzim yang mendukung pencernaan bayi, pemberian kopi kepada anak bisa menyebabkan infeksi saluran pencernaan. Ketika sudah terjadi infeksi saluran cerna bisa meningkatkan risiko kematian pada bayi.

Dikutip dari Coconut, pemberian kopi ini tidak memberi manfaat apa-apa pada bayi. Bahkan kalau bisa dihindari karena memiliki risiko kesehatan yang buruk. Pada beberapa kasus, untuk pemberian kopi pada usia balita saja bisa menyebabkan detak jantung tidak normal hingga peningkatan tekanan darah untuk jangka panjangnya. 

    4. Penyebab kejang pada bayi

    4. Penyebab kejang bayi
    babyology.com.au

    Kejang bisa meyerang siapa saja, tidak terkecuali bayi. Ada beberapa faktor yang menyebabkan kejang pada bayi. Kejang pada bayi bisa terjadi karena kelainan aktivitas sinyal listrik sehingga menyebabkan gangguan gerakan, sensai, kesadaran, atau menimbulkan perilaku ganjil tanpa disadari dan tanpa bisa dikendalikan oleh tubuh bayi tersebut.

    Kelainan aktivitas neurotransmitter ini bisa dipicu oleh kerusakan saraf yang bisa disebabkan oleh cedera kepala atau cacat lahir, masalah dengan keseimbangan senyawa kimia dalam otak, infeksi, hingga demam tinggi.

    Adapun penyebab kejang pada bayi yakni:

    • Demam tinggi, biasanya terjadi pada anak usia 6 bulan hingga 5 tahun.
    • Cerebral palsy atau lumpuh otak adalah penyakit yang mengakibatkan gangguan pada gerakan dan koordinasi tubuh anak.
    • Bayi prematur dan mengalami pendarahan dalam otak (intracranial haemorrhage).
    • Bayi yang memiliki kekurangan oksigen di otak (perinatal hypoxia).
    • Bayi memiliki kadar glukosa, kalsium, maupun sodium dalam darah yang rendah.
    • Anak yang memiliki meningitis (radang selaput otak yang disebabkan oleh bakteri, virus atau jamur).

    5. Cara mencegah kejang pada bayi yang demam

    5. Cara mencegah kejang bayi demam
    wattlehealth.com.au
    Penyakit tifus pada bayi

    Kejang pada bayi seringkali terjadi saat demam. Oleh karenanya, ada beberapa hal yang bisa dilakukan untuk mengenali ciri-ciri bayi akan kejang. Mama juga bisa menerapkan beberapa cara mencegah kejang pada bayi.

    Ikatan Dokter Indonesia (IDI) menyebut bahwa mencegah kejang demam pada anak yakni dengan berusaha menurunkan suhu tubuh apabila anak demam. Hal ini dapat dilakukan dengan memberikan obat penurun panas, misalnya parasetamol atau ibuprofen. Namun, hindari obat dengan bahan aktif asam asetilsalisilat karena obat tersebut dapat menyebabkan efek samping serius pada anak.

    Lalu, Mama juga bisa memberikan kompres air hangat (bukan dingin) pada dahi, ketiak, dan lipatan siku juga dapat membantu.

    Inilah mengapa Mama harus memiliki termometer di rumah agar bisa mengukur suhu anak secara berkala saat sedang demam. Pengukuran suhu berguna untuk menentukan apakah anak benar mengalami demam dan pada suhu berapa kejang demam timbul. Sehingga Mama bisa mengantisipasinya di kemudian hari.

    Sementara itu, pengobatan jangka panjang hanya diberikan pada sebagian kecil kejang demam dengan kondisi tertentu.

    Itulah tadi fakta seputar memberikan kopi kepada bayi bisa mencegah kejang. Ternyata efek kopi ini cukup negatif ya Ma jika diberikan kepada bayi. Apalagi kondisi pencernaan bayi belum terlalu sempurna sehingga belum bisa memproses makanan dengan baik. 

    Semoga informasi ini bermanfaat ya, Ma.

    Baca juga:

    Tanya Ahli

    Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

    Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.