Benarkah Kebiasaan Sering Memandikan Bayi Bisa Membuat Masuk Angin?

Awalnya, memandikan bayi memang tidak mudah

25 Februari 2021

Benarkah Kebiasaan Sering Memandikan Bayi Bisa Membuat Masuk Angin
Freepik/User16285795

Momen memandikan bayi adalah salah satu momen paling menyenangkan bagi bayi dan Mama. Pasalnya, Mama bisa berinteraksi dengan si Kecil sekaligus membangun ikatan emosional. 

Awalnya, memandikan bayi memang tidak mudah. Namun, seiring berjalannya waktu, Mama akan lebih terbiasa memandikan bayi dan menjadi momen yang dinantikan setiap hari. 

Beberapa orangtua bahkan memandikan bayi lebih dari dua kali dalam sehari layaknya orang dewasa. Ada orangtua yang memilih menggunakan air dingin ketika memandikan si Kecil, namun ada pula yang memilih menggunakan air hangat. 

Namun, apakah memandikan bayi lebih dari dua kali itu diperbolehkan? Pernahkah Mama terpikirkan kebiasaan memandikan bayi bisa membuat si Kecil Masuk angin? Daripada terus bertanya-tanya, temukan jawabannya dalam ulasan yang telah dirangkum Popmama.com

Bayi Tidak Perlu Sering Dimandikan

Bayi Tidak Perlu Sering Dimandikan
Pexels/Henley Design Studio

Bayi yang baru lahir faktanya tidak perlu sering dimandikan hingga dia bisa merangkak. Pasalnya, bayi tidak beraktivitas layaknya orang dewasa sehingga tidak terlalu banyak kotoran yang menempel di tubuh si Kecil.

Mama cukup memandikan bayi tiga kali dalam seminggu selama enam bulan pertama hidupnya. Meskipun jarang dimandikan, bukan berarti Mama mengabaikan kebersihan bayi. Mama tetap perlu mencuci wajah, leher, tangan, daerah intim, hingga pantat bayi setiap harinya. 

Editors' Picks

Apa Dampak jika Terlalu Sering Memandikan Bayi?

Apa Dampak jika Terlalu Sering Memandikan Bayi
F reepik/bristekjegor

Salah satu dampak yang dirasakan bayi ketika Mama sering memandikannya adalah kulit si Kecil menjadi lebih kering dan mudah iritasi. 

Bayi yang baru lahir umumnya memiliki kulit lebih sensitif dibanding orang dewasa. Lapisan kulit bayi pun masih sangat tipis sehingga perlu perawatan khusus agar tidak melukai kulit si Kecil. Oleh karena itu, jangan terlalu sering memandikan bayi apalagi menggunakan sabun. Sebab, kebiasaan itu bisa menghilangkan kelembapan alami kulit bayi. 

Dampak lainnya adalah bayi mudah terserang gejala demam atau kedinginan ketika Mama terlalu sering memandikannya. Ahli kesehatan bayi dari University of Calgary di Kanada, Karen Benzies mengatakan, bayi yang baru lahir masih memiliki kandungan lemak yang rendah. Sehingga, apabila Mama terlalu sering memandikannya, maka tubuh bayi bisa kedinginan. 

Mama sebaiknya memandikan bayi dalam waktu sebentar dan tidak terlalu sering. Setelah mandi, segera keringkan tubuh bayi menggunakan handuk agar tubuh si Kecil tidak basah dalam waktu lama. 

Bolehkah Memandikan Bayi dengan Air Dingin?

Bolehkah Memandikan Bayi Air Dingin
Freepik/pch.vector

Pada dasarnya, tidak ada aturan khusus mengenai jenis air untuk memandikan bayi. Mama bisa menggunakan air dingin atau air hangat, tergantung kondisi kesehatan si Kecil. Namun pastikan air tidak terlalu dingin. Suhu ideal air untuk mandi adalah 37 derajat celcius.

Terpenting adalah tubuh bayi tidak basah dalam waktu yang lama. Begitu juga, sabun yang digunakan harus sesuai anjuran dokter agar tidak menyebabkan iritasi kulit. 

Tips Memandikan Bayi

Tips Memandikan Bayi
Freepik/user12914223

Untuk memudahkan Mama, berikut beberapa tips yang perlu diperhatikan ketika memandikan bayi:

  • Mandikan bayi maksimal 10 menit agar si Kecil tidak merasa kedinginan. Jangan biarkan bayi berada di dalam air dalam waktu lama hingga membuat kulitnya menjadi keriput.
  • Pastikan suhu kamar mandi hangat dan nyaman, terutama apabila Mama memandikan bayi menggunakan air dingin.

Itulah aturan memandikan bayi. Apabila bayi menunjukkan gejala demam atau masuk angin, jangan panik. Segera konsultasikan ke dokter anak dan hindari penggunaan obat-obatan yang tidak dianjurkan oleh dokter. 

Baca juga :

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.