Bayi Menyusu dari Ibu Penderita Hepatitis C, Seberapa Besar Risikonya?

Muncul kekhawatiran bahwa Hepatitis C bisa menular dari ibu menyusui kepada bayinya

14 Juni 2021

Bayi Menyusu dari Ibu Penderita Hepatitis C, Seberapa Besar Risikonya
Pexels/Nicolay Osmachko

Di antara sekian banyak penyakit, Hepatitis C atau HCV adalah salah satu yang cukup menakutkan. Penyakit ini disebabkan oleh virus yang memicu peradangan pada organ hati. Siapapun yang terserang akan mengalami masalah liver yang kronis, bahkan berujung pada kanker hati yang mematikan.

Secara umum, virus hepatitis C bisa berpindah melalui darah atau hubungan seksual yang dilakukan tanpa kondom. Meski demikian, belakangan ini muncul kekhawatiran terkait kemungkinan bahwa penyakit ini bisa menular dari ibu yang menyusui bayinya. Mungkinkah hal itu terjadi? Berikut ulasan lengkap mengenai risiko bayi menyusu dari ibu penderita hepatitis C dari Popmama.com:

Bisakah Hepatitis C Menular Lewat ASI?

Bisakah Hepatitis C Menular Lewat ASI
Pexels/Dominika Roseclay

Faktanya, hingga saat ini belum ada catatan kasus yang menunjukkan bahwa hepatitis C bisa menular dari ibu menyusui kepada bayinya. Karenanya, sejauh ini cukup aman memberikan ASI secara langsung kepada buah hati, walaupun mama mengidap hepatitis C.

Beberapa pendapat bahkan mengungkapkan bahwa ASI sebenarnya justru mematikan HCV. Air susu ibu sejauh ini dipastikan aman dari virus tersebut. Karenanya, perawat, pengasuh bayi, dan orang yang membersihkan botol dan perlengkapan menyusui tidak perlu khawatir akan tertular.

Editors' Picks

Bagaimana Jika Ada Luka pada Puting Mama?

Bagaimana Jika Ada Luka Puting Mama
Pexels/Cottonbud

Hingga saat ini, belum ada data yang lengkap apakah luka pada puting ibu bisa menjadi penyebab penularan HCV kepada bayi. Meski demikian, secara teori, bayi bisa saja tertular jika mereka menelan air susu yang telah tercemar darah yang mengangdung virus hepatitis.

Bahkan jika tidak ada darah yang keluar, luka pada puting bisa saja membuat virus berpindah dari ibu kepada si Kecil. Hal ini bisa terjadi, baik saat Mama menyusui secara langsung maupun memberikan ASI lewat botol.

Karena tingkat risiko belum diketahui dengan pasti, CDC menyarankan agar ibu yang mengidap hepatitis C berhenti menyusui hingga dipastikan virus telah hilang dari tubuh, terutama jika ada luka di bagian puting. Selain itu, selama proses penyembuhan, Mama disarankan melakukan hal-hal berikut ini:

  • Mengeluarkan dan membuang ASI dengan cara yang aman, agar darah yang mungkin tercampur di dalamnya tidak menyebarkan virus kepada orang lain.
  • Sebagai ganti ASI, Mama bisa memberikan susu formula, atau memanfaatkan donor ASI dari ibu lainnya.
  • Jangan lupa berkonsultasi dengan spesialis laktasi untuk menentukan hal terbaik yang bisa dilakukan.

Pencegahan Secara Umum

Pencegahan Secara Umum
Pexels/Anna Shvets

Untuk mencegah penularan dari ibu kepada bayi, cara terbaik adalah dengan membedakan barang-barang yang digunakan. Jangan gunakan benda milik penderita pada bayi karena kita tak pernah tahu apakah ada virus yang tertinggal di sana atau tidak.

Selain itu, biasakan untuk mencuci semua benda yang telah digunakan untuk memperkecil kemungkinan virus menyebar kepada orang lain. Jangan lupa memeriksakan diri ke dokter jika Mama mulai mengalami gejala Hepatitis C.

Penanganan Luka pada Penderita Hepatitis C

Penanganan Luka Penderita Hepatitis C
Pexels/Cottonbud

Jika penderita hepatitis C mengalami luka, segera lakukan tindakan cepat. Bersihkan darah yang keluar dengan kain sekali pakai atau tisu toilet. Lalu pastikan kain atau tisu yang Mama gunakan ditempatkan dalam wadah atau plastik tertutup untuk mengurangi kemungkinan penularan penyakit.

Selain itu, Mama juga perlu membersihkan lokasi yang kemungkinan terkena darah. Gunakan alcohol atau pembersih yang mengandung desinfektan untuk memastikan virus benar-benar mati dan tak menyebar ke bagian lain.

Jika Bayi Terpapar Darah Pengidap Hepatitis C

Jika Bayi Terpapar Darah Pengidap Hepatitis C
Pexels/Lisa

Bahkan jika bayi mama secara tak sengaja terpapar oleh darah penderita hepatitis C, jangan panik dulu. Hal pertama yang harus dilakukan adalah segera membersihkan bagian tubuh si Kecil yang terkena. Gunakan pembersih yang mengandung bahan aktif sehingga bisa membunuh kuman dan bibit penyakit. Selain itu, jangan lupa membersihkan area di sekitarnya.

Demikian pemaparan singkat terkait risiko bila bayi menyusui dari ibu penderita hepatitis C. Semoga informasi ini dapat membantu Mama yang mengalami masalah terkait virus HCV.

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.