Kenali Gejala Hepatitis A pada Bayi dan Penanganannya

Hepatitis A sangat berbahaya, kenali gejalanya

24 April 2019

Kenali Gejala Hepatitis A Bayi Penanganannya
Freepik

Semua orangtua tentu mengharapkan semua yang terbaik untuk anaknya, termasuk kesehatan.

Menurut laman Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI),secara global didapatkan sekitar 1,4 juta kasus baru infeksi hepatitis A per tahun.  Hepatitis A justru lebih sering mengenai anak-anak, terutama yang tinggal di area dengan sanitasi rendah.

Cara terbaik untuk mencegah hepatitis A adalah dengan mendapatkan vaksin hepatitis A. Bayi yang terinfeksi hepatitis A mungkin tidak menunjukkan gejala apa pun. Bayi juga dapat menularkan virus ke orang dewasa yang tidak divaksinasi.

1. Apa itu hepatitis A?

1. Apa itu hepatitis A
Freepik/Dragana_Gordic

Hepatitis A adalah infeksi hati yang sangat menular yang disebabkan oleh virus hepatitis A. Hepatitis berarti peradangan hati. Penyakit Hepatitis A tergolong penyakit yang akut dan jarang sampai mengalami proses berkelanjutan. Virus dapat dikeluarkan sempurna oleh respons imun tubuh bayi.

Tapi, pada sebagian kecil anak, terutama yang berusia lebih besar, penyakit ini dapat berkembang menjadi hepatitis fulminant (sangat berat) sehingga anak terlihat kuning sekali, kejang, bahkan tak sadar.

Virus hepatitis A ditemukan dalam tinja seseorang yang memiliki virus. Virus ini dapat menyebar ketika:

  • Orang yang terinfeksi tidak mencuci tangan dengan benar setelah pergi ke kamar mandi dan kemudian menyentuh benda atau makanan
  • Tidak mencuci tangan dengan benar setelah mengganti popok atau membersihkan tinja bayi yang terinfeksi
  • Bayi bisa terkena hepatitis A dengan memasukkan benda atau tangan atau makanan yang terkontaminasi ke dalam mulut
  • Hepatitis A menyebar dengan mudah, bahkan ketika sudah mencuci tangan dengan baik.

2. Gejala Hepatitis A

2. Gejala Hepatitis A
Flickr/Amrufm

Gejala bayi yang terkena hepatitis A antara lain:

  • Demam,
  • kelelahan,
  • kehilangan nafsu makan,
  • sakit perut,
  • mual,
  • penyakit kuning (kulit dan mata menguning).

Bayi dan anak-anak di bawah 6 tahun yang terkena virus sering tidak memiliki gejala, sehingga sulit untuk mengetahui apakah bayi menderita hepatitis A. Tapi walau  gejalanya tidak terlihat, bayi dan anak tetap dapat menularkan penyakit ini kepada orang lain terutama yang tidak divaksin.

Editors' Picks

3. Pencegahan hepatitis A pada bayi

3. Pencegahan hepatitis A bayi
Pexels/Burst

Untuk mencegah agar bayi tidak terkena hepatitis A, sebaiknya bayi mendapatkan vaksin. Ini alasannya:

  • Melindungi bayi dari hepatitis A, penyakit yang berpotensi serius.
  • Melindungi orang lain dari penularan penyakit ini. Anak-anak di bawah 6 tahun dengan hepatitis A biasanya tidak memiliki gejala, tetapi mereka masih dapat menularkan penyakit kepada orang lain.

Laman IDAI memaparkan gejala yang timbul setelah adanya infeksi virus Hepatitis A adalah respons imun tubuh seseorang untuk mengeluarkan virus pada sel hati. Munculnya gejala penyakit ini merupakan pertanda respons imun tubuh seseorang sudah bekerja dengan baik. Pada anak di bawah 6 tahun, respons imun tubuhnya belum begitu sempurna sehingga gejala dari penyakit Hepatitis A ini seringkali tak terlihat.

Selain vaksin, hepatitis A juga dapat dicegah dengan selalu menjaga kebersihan dan pengolahan makanan yang benar (menjaga kebersihan, memasak makanan sampai matang, menggunakan air bersih dan bahan makanan segar).

4. Kapan waktunya bayi untuk mendapatkan vaksin hepatitis A?

4. Kapan waktu bayi mendapatkan vaksin hepatitis A
pixnio.com

Bayi membutuhkan 2 dosis vaksin hepatitis A untuk perlindungan jangka panjang dari infeksi hepatitis A. Bayi harus mendapatkan:

  • Dosis pertama antara usia 12 dan 23 bulan.
  • Dosis kedua 6 bulan setelah dosis pertama.

5. Vaksin hepatitis A aman

5. Vaksin hepatitis A aman
imgflip.com

Vaksin hepatitis A sangat aman dan efektif mencegah infeksi hepatitis A. Vaksin, seperti halnya obat apa pun, dapat memiliki efek samping. Efek samping serius yang disebabkan oleh vaksin hepatitis A sangat jarang. Efek samping yang paling umum biasanya ringan dan bertahan 1 atau 2 hari, misalnya:

  • Lengan bekas suntikan bengkak,
  • sakit kepala,
  • kelelahan,
  • demam,
  • kehilangan selera makan.

Semoga bermanfaat.

Baca juga:

Berlangganan Newsletter?

Mau dapat lebih banyak informasi seputar parenting?
Daftar sekarang!