Jangan Salah! Ini Porsi Makan yang Pas untuk Bayi Usia 6 Bulan

Memberikan porsi makan yang tepat dapat menjaga kesehatan pencernaannya lho, Ma!

30 Maret 2019

Jangan Salah Ini Porsi Makan Pas Bayi Usia 6 Bulan
Freepik/user3802032

Bayi yang belum bisa berbicara dengan baik, mungkin akan membuat Mama kesulitan untuk menentukan seberapa banyak ia harus makan dalam sehari.

Bagaimana tidak, bayi yang belum bisa berbicara tidak akan bisa memberi tahu Mama saat mereka kenyang, meskipun mereka mungkin akan menunjukkan tanda-tanda penolakan saat makan.

Nah, agar tidak salah, Mama perlu mengetahui ukuran pas untuk porsi makan bayi usia 6 bulan agar ia dapat menerima asupan nutrisi dan jumlah makanan yang tepat.

Berikut Popmama.com telah merangkum beberapa informasi pentingnya dari laman Healthy Eating.

1. Jumlah porsi susu formula atau ASI

1. Jumlah porsi susu formula atau ASI
proeves.com

Sampai bayi berusia 1 tahun, dominan kalori yang mereka terima berasal dari susu formula atau ASI.

Bayi berusia 6 bulan sebenarnya harus diberi ASI atau susu formula sebanyak 3-5 kali sehari setiap 3-4 jam, dengan jumlah total antara 700-1.000 mili liter (mL).

Jumlah susu formula atau ASI yang mereka konsumsi akan berkurang ketika mereka sudah mulai mengonsumsi makanan padat lebih banyak.

2. Jumlah porsi buah-buahan dan sayur-sayuran

2. Jumlah porsi buah-buahan sayur-sayuran
Pexels/Rawpixel.com

Saat bayi berusia 6 bulan dan sudah mulai mengonsumsi MPASI, tawarkanlah ia setidaknya 2-3 porsi sendok makan yang berisi buah dan sayuran halus setiap hari.

Jumlah total buah dan sayur yang dapat ia konsumsi ialah sebanyak 100-340 gram, terdiri dari buah lunak yang dihaluskan, seperti pisang, apel atau buah-buahan kaleng yang dibuat jus.

Namun perlu diperhatikan lagi bahwa ia tidak seharusnya mengonsumsi lebih dari 1/4 hingga 1/2 cangkir jus buah.

Berikut beberapa pilihan sayur dan buah yang baik untuk bayi:

  • Alpukat,
  • labu,
  • ubi,
  • wortel,
  • kacang polong,
  • kentang,
  • bit,
  • kacang-kacangan.

Editors' Picks

3. Jumlah porsi makanan berprotein

3. Jumlah porsi makanan berprotein
Freepik/freephoto

Bayi yang berusia di atas 6 bulan sudah dapat mengonsumsi 1-2 sendok makan yogurt tawar, serta 1-2 sendok makan kacang kering, bubur, daging ayam, daging sapi, ataupun tahu yang dimasak.

Namun hindari lah beberapa makanan berikut ini agar ia tidak tersedak:

  • Hot dog,
  • sosis,
  • kacang-kacangan,
  • selai kacang.

4. Jumlah porsi karbohidrat

4. Jumlah porsi karbohidrat
Freepik/tascha1

Setelah bayi berusia lebih dari 6 bulan, Mama dapat mulai memberinya lebih dari sekadar sereal bayi, meskipun ia mungkin masih mengonsumsi makanan 3-9 sendok makan sereal setiap 2-3 kali makan sehari.

Selain nasi, Mama dapat mencoba beberapa jenis karbohidrat lainnya, seperti:

  • Kentang tumbuk,
  • roti,
  • biskuit,
  • muffin, 
  • roti gulung lembut,
  • pasta.

Pada umumnya, sebagian besar bayi membutuhkan antara 1/2 sampai 1 cangkir karbohidrat per hari. Saat memberikannya makan, hindarilah pemberian gula dan garam yang berlebih.

Dampak Pemberian Porsi MPASI yang Tidak Tepat

Dampak Pemberian Porsi MPASI Tidak Tepat
motherforlife

Pemberian MPASI harus dilakukan dengan hati-hati dan bertahap. Mulailah dengan 1-2 sendok per hari, kemudian ditingkatkan secara perlahan hingga setengah sampai 1 mangkuk dengan frekuensi 1-2 kali sehari.

Langkah awal yang perlu dilakukan saat mulai memberikan MPASI adalah penyusunan jadwal pemberian ASI dan MPASI pada bayi.

Waktu makan yang baik adalah 30 menit. Jika dalam 15 menit bayi menolak makan, maka hentikan pemberian makan. Jangan memaksa dalam memberiksan makanan kepada bayi.

Berilah MPASI sesuai dengan keinginan bayi, kecuali pada kondisi tertentu seperti bayi dalam keadaan sakit atau gizi kurang.

Pemberian MPASI yang terlalu memaksa dapat menyebabkan masalah makan karena bayi merasa stres saat makan.

Selain itu, pemberian makan yang berlebihan dapat menimbulkan masalah pencernaan pada bayi seperti:

  • Regurgitasi (naiknya makanan dari lambung ke kerongkongan/mulut).
  • Obesitas pada bayi yang akan memberikan dampak negatif jangka panjang.

Aspek keamanan MPASI juga harus dijaga. Aspek ini meliputi:

  • Waktu dan cara pemberian MPASI yang tepat.
  • Kebersihan MPASI.
  • Jenis makanan yang tepat untuk membuat MPASI.

Jika pemberian MPASI tidak memperhatikan aspek keamanan, berbagai masalah dapat terjadi pada bayi.

Bahan makanan yang tidak bersih, cara pengolahan yang tidak baik, alat makan yang tidak bersih, serta tangan yang tidak bersih saat memberikan MPASI dapat berisiko menyebabkan infeksi pada saluran cerna bayi sehingga menimbulkan gejala diare dan muntah.

Selain itu, pemilihan jenis nutrisi yang salah dapat berakibat pada reaksi alergi, perdarahan saluran cerna, hingga keracunan makanan.

Oleh karena itu, berikan MPASI setelah bayi berumur 6 bulan, hindari pemberian MPASI berlebihan dan dengan cara memaksa, serta perhatikanlah keamanan pemberian MPASI pada bayi mama.

Nah, itulah beberapa informasi penting mengenai porsi makan bayi usia 6 bulan.

Setelah mengetahuinya, pastikan Mama telah memberikan porsi MPASI yang tepat untuk si Kecil, ya!

Baca juga:

Berlangganan Newsletter?

Mau dapat lebih banyak informasi seputar parenting?
Daftar sekarang!