Bayi belajar mengenal dunia terutama melalui interaksi dengan orang-orang di sekitarnya. Rutin mengajak si Kecil berbicara, membacakan cerita, atau menyanyi dapat merangsang perkembangan bahasa dan emosionalnya. Aktivitas sederhana ini juga menjadi momen menyenangkan sekaligus memperkuat ikatan antara Mama dan si Kecil.
Senyuman, pelukan, dan belaian lembut dari Mama membuat si Kecil merasa dicintai dan aman. Meskipun bayi belum bisa bicara, ia mengekspresikan kebutuhannya melalui tangisan atau gerakan tubuh.
Merespons kebutuhan bayi, seperti memberi makan atau mengganti popok, membantu membangun rasa percaya dan kenyamanan emosional.
Menerapkan jadwal harian yang teratur, seperti waktu makan, tidur, dan bermain, membantu bayi merasa aman.
Pola yang konsisten membuat bayi lebih nyaman karena mengetahui apa yang akan terjadi selanjutnya. Selain itu, rutinitas ini mendukung kestabilan emosi si Kecil secara keseluruhan.
Permainan sederhana, seperti cilukba atau menirukan suara bayi, bisa mempererat hubungan emosional.
Aktivitas ini mengajarkan si Kecil bahwa komunikasi bersifat dua arah. Selain menyenangkan, interaksi ini juga merangsang perkembangan sosial dan emosional bayi sejak dini.
Ketika si Kecil mengoceh atau menggumam, tanggapi dengan ekspresi antusias dan bahasa tubuh yang hangat.
Mama bisa membalas seolah sedang berbicara sungguhan, meski si Kecil belum bisa bicara. Cara ini membantu bayi memahami konsep komunikasi dan memperkuat ikatan emosional sejak dini.
Hal ini membantu ia memahami konsep mendengarkan dan merespon dalam komunikasi sejak dini. Interaksi ini juga memperkuat ikatan emosional antara Mama dan si Kecil.
Bayi belajar mengenali emosi dari perilaku orangtua sehari-hari. Dengan tetap tenang menghadapi situasi sulit dan menunjukkan empati pada orang lain, Mama memberikan contoh bagaimana mengekspresikan perasaan dengan sehat.
Sikap sabar dan ramah ini menjadi panduan awal bagi si Kecil dalam mengenali dan mengelola emosinya.
Setiap bayi memiliki keunikan dan preferensi masing-masing, misalnya ada yang senang dipeluk, ada yang suka bergerak bebas.
Memperhatikan karakter dan ritme si Kecil membantu Mama menyesuaikan interaksi sesuai kebutuhan anak. Hal ini memperkuat rasa percaya diri, kenyamanan, dan ikatan emosional yang sehat.
Nah, itu dia rangkum mengenai otak ibu dan bayi lebih selaras ketika Mama bahagia. Suasana hati positif Mama membantu si Kecil merasa aman, nyaman, dan siap belajar sejak dini.