Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
For
You

Benarkah Mencium Bayi di Telinga Bisa Bikin Tuli? Ini Penjelasan Medis

Freepik/freepic.diller
Freepik/freepic.diller
Intinya sih...
  • Mencium telinga bayi dapat menyebabkan gangguan pendengaran
  • Komplikasi mencium telinga bayi termasuk tinnitus dan infeksi telinga
  • Risiko gangguan pendengaran pada bayi juga disebabkan oleh faktor lain seperti pilek dan riwayat penyakit keluarga
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Berinteraksi dengan si Kecil tentu membuat Mama merasa gemas terhadap setiap tingkah laku serta respons yang diberikan olehnya. Tidak jarang rasa gemas tersebut diberikan sekaligus sebagai bentuk afeksi melalui kecupan pada bagian wajahnya.

Namun, terdapat beberapa bentuk afeksi mencium yang justru menimbulkan risiko kesehatan bagi bayi, salah satunya mencium pada bagian telinga bayi karena dapat mengganggu pendengarannya hingga menyebabkan tuli.

Lantas, benarkah mencium bayi di telinga bisa bikin tuli? Berikut penjelasannya yang sudah Popmama.com rangkum di bawah ini.

Hubungan Mencium Telinga Bayi dengan Tuli

Freepik
Freepik

Meski mencium menjadi salah satu cara Mama dalam menunjukkan afeksi kepada si Kecil, mencium bayi pada area telinga dapat berbahaya terhadap pendengarannya, bahkan dapat memicu tuli permanen atau disebut sebagai cochlear ear-kiss injury.

Kondisi tersebut terjadi karena struktur telinga bayi masih sangat halus dan masih dalam tahap perkembangan. Selaput serta gendang telinga bayi masih sangat tipis, bahkan ketebalannya hanya mencapai 0,1 milimeter sehingga tekanan udara yang diembuskan dari mulut saat mencium telinga bayi dapat berisiko menyebabkan gangguan pendengaran.

Seorang dokter dari Universitas Hofstra, Dr. Levi Reiter, mengungkapkan bahwa cedera telinga akibat tekanan tersebut dapat menyebabkan penurunan kemampuan pendengaran pada bayi, terutama dalam mendengar bunyi konsonan yang tidak bersuara seperti “ch” dan “sh”.

Komplikasi dari Mencium Telinga Bayi

Freepik/v.ivash
Freepik/v.ivash

Mencium bayi pada bagian telinga dapat memicu komplikasi lain yang berkaitan dengan kesehatan pendengarannya. Beberapa komplikasi yang dapat terjadi antara lain sebagai berikut:

  • Tinnitus, kondisi telinga berdenging atau berdengung akibat tekanan mendadak di dekat saluran telinga.

  • Infeksi telinga, kondisi infeksi akibat udara atau air yang masuk ke dalam saluran telinga.

  • Disfungsi tuba Eustachius, kondisi ketika pendengaran menjadi teredam sementara karena ketidakseimbangan tekanan yang terjadi pada tuba eustachius.

  • Kepenuhan aural, sensasi telinga yang terasa tersumbat, seperti terdapat air di dalam saluran telinga.

Untuk mencegah risiko komplikasi terhadap gangguan pendengaran bayi, sebaiknya Mama menghindari mencium si Kecil pada area telinganya. Mama dapat mengekspresikan afeksi dengan cara lain, seperti memeluk agar lebih aman dan nyaman.

Risiko Lain yang Memicu Gangguan Pendengaran bagi Bayi

Freepik/jcomp
Freepik/jcomp

Risiko gangguan pendengaran pada bayi dapat terjadi akibat faktor lainnya karena struktur telinga bayi masih dalam tahap perkembangan dan masih rentan. Faktor-faktor tersebut dapat berupa alergi, pilek, hingga riwayat penyakit keluarga.

Pilek menyebabkan penumpukan cairan pada saluran tengah telinga sehingga menimbulkan risiko infeksi pada bagian saluran telinga. Selain itu, riwayat penyakit keluarga juga dapat meningkatkan risiko terjadinya gangguan pendengaran pada bayi.

Tidak hanya itu, struktur telinga bayi masih sangat ringan sehingga lebih mudah mengalami kerusakan akibat tekanan udara eksternal yang ringan sekalipun. Oleh karena itu, Mama perlu lebih berhati-hati dalam menjaga kesehatan pendengaran si Kecil.

Tanda-Tanda si Kecil Mengalami Gangguan Pendengaran

Freepik/pch.vector
Freepik/pch.vector

Ketika si Kecil mulai mengalami gangguan pada bagian pendengarannya, si Kecil mungkin akan menunjukkan tanda-tanda ketidaknyamanan. Tanda ketidaknyaman tersebut dapat dilihat melalui beberapa hal berikut.

  • Reaksi menangis atau marah secara tiba-tiba setelah bayi mengalami cedera telinga.

  • Merasa tidak nyaman dan sering memegang atau menggosok bagian telinga.

  • Mulai kesulitan dalam menanggapi suara di sekitarnya karena gangguan pendengaran.

  • Keluar jenis cairan apapun dari telinga.

Apabila Mama melihat tanda-tanda tersebut muncul pada si Kecil, sebaiknya Mama segera membawa si Kecil kepada tenaga kesehatan untuk mendapatkan penanganan tepat.

Cara Mencegah Gangguan Pendengaran pada Bayi

Freepik/senivpetro
Freepik/senivpetro

Untuk mencegah segala risiko yang tidak diinginkan, Mama dapat melakukan beberapa langkah preventif berikut untuk menjaga kesehatan pendengaran bagi si Kecil. Langkah-langkah tersebut dapat dilakukan sebagai berikut.

  • Hindari mencium bayi pada area telinganya.

  • Jaga kebersihan telinga bayi dengan alat serta cara yang tepat.

  • Jangan gunakan cotton bud atau benda asing lainnya ke dalam telinga bayi.

  • Ketahui riwayat kesehatan keluarga terhadap masalah pendengaran.

  • Pastikan bayi berada pada lingkungan yang aman dari suara keras atau perubahan tekanan secara tiba-tiba.

Dengan menerapkan langkah-langkah preventif tersebut, risiko gangguan pendengaran pada bayi dapat diminimalisir.

Cara Menyembuhkan Gangguan Pendengaran bagi Bayi

Freepik/jcomp
Freepik/jcomp

Kerusakan atau gangguan pendengaran bagi bayi tidak dapat disembuhkan sepenuhnya. Oleh karena itu, pencegahan menjadi langkah penting agar si Kecil terhindar dari risiko yang tidak diinginkan. Mama perlu lebih berhati-hati dalam mencegah setiap bentuk interaksi yang melibatkan area telinga bayi.

Apabila si Kecil mulai menunjukkan tanda-tanda gangguan pada bagian pendengarannya, Mama dapat segera membawa si Kecil kepada dokter spesialis THT untuk mendapatkan penanganan yang tepat. Si Kecil juga dapat mengonsumsi obat-obatan yang telah diresepkan oleh dokter sebagai bentuk pengobatan yang diperlukan sesuai kondisi bayi.

Itu tadi penjelasan mengenai mencium bayi di telinga bisa bikin tuli. Perlu diingat bahwa memberikan afeksi terhadap si Kecil dapat dilakukan dengan beragam cara lain dengan lebih lembut dan aman.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Wahyuni Sahara
EditorWahyuni Sahara
Follow Us

Latest in Baby

See More

Benarkah Mencium Bayi di Telinga Bisa Bikin Tuli? Ini Penjelasan Medis

02 Feb 2026, 15:20 WIBBaby