Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Install

Studi: Suara TV Bisa Mengganggu Perkembangan Bahasa Bayi

5 min read
Studi: Suara TV Bisa Mengganggu Perkembangan Bahasa Bayi
Pexels/Nguyễn Quốc Thái
  • Studi Seattle Children's menemukan setiap tambahan satu jam suara TV berkaitan dengan berkurangnya celotehan dan percakapan bayi, serta sekitar 770 kata orang dewasa lebih sedikit.

  • TV tidak langsung menyebabkan keterlambatan bicara, tetapi paparan layar berlebihan dapat menggantikan waktu interaksi; balita dengan layar lebih dari dua jam berisiko komunikasi terlambat lebih tinggi.

  • Interaksi langsung dua arah lebih efektif mendukung bahasa bayi daripada layar; orang tua disarankan mematikan TV latar, membatasi waktu layar, dan memperbanyak ngobrol, membaca, bernyanyi, serta bermain.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Pada siang hari, saat Mama sedang menyuapi si Kecil sambil menonton televisi di ruang tengah. Terlihat biasa saja, bahkan terasa seperti ada yang menemani. Namun, suara yang dianggap hanya latar itu ternyata bisa berdampak pada perkembangan bayi.

Studi dari Seattle Children's Research Institute, seperti dikutip dari Science Daily, menemukan bahwa saat suara TV terdengar, bayi dan orang dewasa di sekitarnya jadi lebih jarang bersuara. Padahal, obrolan sehari-hari merupakan kebutuhan utama si Kecil.

Lalu, seberapa besar pengaruhnya dan apa yang bisa Mama lakukan? Berikut Popmama.com mengulas studi: suara TV bisa mengganggu perkembangan bahasa bayi. Yuk, simak sampai habis!

  1. Benarkah Suara TV Bisa Mengganggu Perkembangan Bahasa Bayi?

    Benarkah Suara TV Bisa Mengganggu Perkembangan Bahasa Bayi?
    Pexels/PNW Production

    Jawabannya bisa, tetapi bukan karena televisinya. Menurut Expressable, TV tidak secara langsung menyebabkan keterlambatan bicara, tetapi pemakaian yang berlebihan berkaitan erat dengan perkembangan bahasa yang lebih lambat pada anak di bawah 3 tahun.

    Menurut Parenting Science, hubungan antara dua hal belum tentu sebab-akibat. Menurutnya, waktu menonton cenderung menggeser waktu mengobrol antara bayi dan orang dewasa, dan di situlah masalah muncul.

    Angkanya pun cukup membuat Mama berpikir dua kali. Balita yang menghabiskan lebih dari 2 jam sehari di depan layar berisiko 2–6 kali lebih besar mengalami keterlambatan komunikasi pada usia 2 tahun.

    Tidak ada satu jam TV pun yang langsung menyebabkan keterlambatan bicara. Yang berpengaruh adalah pola layar yang terus menggantikan waktu mengobrol.

  2. Bagaimana Suara TV Bisa Memengaruhi Perkembangan Bahasa Bayi?

    Bagaimana Suara TV Bisa Memengaruhi Perkembangan Bahasa Bayi?
    Pexels/Lisa Fotios

    Untuk menjawabnya, tim peneliti yang dipimpin oleh Dimitri A. Christakis, meneliti 329 anak berusia 2 bulan hingga 4 tahun memakai perekam digital kecil di dalam rompi. 

    Alat itu merekam semua suara yang didengar dan dikeluarkan anak selama 12 sampai 16 jam setiap sesi, seperti dilaporkan Science Daily.

    Hasilnya, tiap jam TV yang terdengar dikaitkan dengan berkurangnya celotehan bayi dan percakapan dua arah dengan orang dewasa. Anak juga mendengar sekitar 770 kata orang dewasa lebih sedikit, atau turun sekitar 7 persen, untuk setiap tambahan satu jam TV.

    Christakis menyebut orang dewasa biasanya mengucapkan sekitar 941 kata per jam, tetapi jumlah itu nyaris hilang saat TV terdengar oleh anak. Menurutnya, temuan ini bisa menjelaskan mengapa paparan TV pada masa bayi berkaitan dengan keterlambatan bahasa.

  3. Mengapa Percakapan Langsung Penting untuk Kemampuan Bahasa Bayi?

    Mengapa Percakapan Langsung Penting untuk Kemampuan Bahasa Bayi?
    Pexels/Agung Pandit Wiguna

    Kalau suara TV mengurangi obrolan, seberapa besar sebenarnya arti obrolan itu? Melansir Parenting Science, eksperimen yang dilakukan Patricia Kuhl menjawabnya dengan menarik.

    Bayi-bayi berusia 9 bulan dikenalkan pada bahasa Mandarin. Sebagian bertemu penutur asli secara langsung, sebagian lagi hanya menonton lewat TV, dan setelah 12 sesi, hanya kelompok yang bertemu langsung yang lebih peka dalam membedakan bunyi bahasa Mandarin.

    Padahal, penutur di layar juga menatap bayi dan berbicara dengan gaya khas untuk bayi. Perbedaannya hanya satu, yaitu ada atau tidaknya interaksi sosial secara langsung.

    Studi lain menemukan bahwa percakapan dua arah berpengaruh hampir 6 kali lebih besar dibandingkan dengan sekadar mendengarkan orang dewasa berbicara. Jadi, kata-kata yang ditanggapi dan dibalas jauh lebih berarti bagi si Kecil.

  4. Bagaimana Cara Mengurangi Suara TV di Sekitar Bayi?

    Bagaimana Cara Mengurangi Suara TV di Sekitar Bayi?
    Pexels/Agung Pandit Wiguna

    Kabar baiknya, Mama tidak perlu membuang televisi dari rumah. Menghilangkan total kegiatan dengan TV mungkin sulit, jadi Mama bisa mencobanya dengan cara berikut.

    1. Matikan TV saat tidak ada yang menonton
      Menurut Science Daily, jangan biarkan TV menyala sebagai suara latar. Begitu acara selesai, langsung matikan.
    2. Bebaskan waktu makan dari TV
      Melansir Expressable, suara TV saat makan yang diberikan kepada anak usia 2 tahun berkaitan dengan skor bahasa yang lebih rendah ketika mereka mencapai usia taman kanak-kanak.
    3. Tentukan jam menonton yang jelas
      Menurut Expressable, berikan satu jam khusus untuk TV, misalnya sebelum makan malam, lalu layar dimatikan. Layar juga sebaiknya mati 30 sampai 60 menit sebelum tidur.
    4. Sediakan hari bebas layar dan kamar tanpa TV
      Dikutip dari Science Daily, terapkan hari bebas dan jauhkan TV dari kamar tidur. Gunakan hari itu untuk kegiatan seru lain bersama si Kecil.
    5. Kecilkan semua suara saat mengajarkan kata baru
      Menurut Speech Sisters, TV dan musik sebaiknya dimatikan ketika Mama mengenalkan kata atau konsep baru. Dengan begitu, perhatian si Kecil tertuju penuh pada Mama.

  5. Apa Aktivitas yang Lebih Baik untuk Mendukung Perkembangan Bahasa Bayi?

    Apa Aktivitas yang Lebih Baik untuk Mendukung Perkembangan Bahasa Bayi?
    Pexels/Laura Garcia

    Setelah layar gelap, ruangan mungkin terasa mendadak sunyi. Tenang, Ma, justru di situlah kesempatan emas untuk mengobrol dengan si Kecil. Berikut aktivitas yang bisa Mama coba.

    1. Mengobrol sepanjang hari
      Ceritakan apa yang sedang Mama lakukan, lalu beri jeda agar si Kecil sempat membalas dengan celotehnya.
    2. Membacakan buku favorit
      Menurut Expressable, membaca buku kesukaan anak termasuk dalam daftar kegiatan pengganti layar. Mama bisa membacakannya dengan nada ceria sambil menunjuk gambar.
    3. Bernyanyi bersama
      Menurut Expressable, menyanyikan lagu dan bersajak bersama anak merupakan kegiatan yang bisa orangtua lakukan bersama anak.
    4. Bermain di luar atau dengan mainan
      Menurut Expressable, bermain di taman atau dengan mainan juga termasuk. Aktivitas ini memberi banyak bahan obrolan, mulai dari nama benda sampai suara di sekitar.
    5. Video call dengan keluarga
      Panggilan video dengan kakek dan nenek adalah pengecualian yang diperbolehkan untuk bayi di bawah 18 bulan, menurut Expressable.

    Jadi, tidak perlu panik atau merasa bersalah kalau TV sesekali menyala di rumah. Intinya ada pada keseimbangan, yakni kurangi suara latar dan perbanyak obrolan hangat dengan si Kecil.

    Nah, itulah pembahasan mengenai studi: suara TV bisa mengganggu perkembangan bahasa bayi. Semoga informatif dan bermanfaat, Ma!

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More