Bayi Suka Menggaruk Wajahnya, Apakah Ini Normal?

Apakah bayi mama suka menggaruk wajahnya? Simak penyebabnya

15 Mei 2021

Bayi Suka Menggaruk Wajahnya, Apakah Ini Normal
Pixabay/PublicDomainPictures

Bayi terlahir dengan kulit sensitif yang mudah iritasi atau terasa gatal. Bahkan aktivitas seperti mandi dan memijat dapat menyebabkan ia menggaruk kulit halusnya secara tidak sengaja. Namun, saat Mama melihat goresan di wajah mereka, Mama mungkin menjadi kesal dan cemas. Ini bisa jadi disebabkan karena ia menggaruk wajahnya.

Bayi yang menggaruk wajah biasanya normal, namun terkadang ini disebabkan karena kondisi kulit tertentu.

Apakah kebiasaan ini dapat dicegah? Cek dulu penyebab bayi menggaruk wajahnya pada ulasan Popmama.com berikut ini agar Mama dapat melakukan tindakan.

Mengapa Bayi Menggaruk Wajahnya?

Mengapa Bayi Menggaruk Wajahnya
Freepik/cookie_studio

Ada beberapa alasan mengapa bayi menggaruk wajahnya. Beberapa yang umum termasuk.

  • Menjelajahi wajah: Menurut penelitian, menyentuh wajah adalah naluri bayi yang berkembang di dalam rahim. Itu dianggap sebagai tanda perkembangan janin yang sehat, dan kebiasaan itu berlanjut setelah lahir. Wajahnya bisa dengan tidak sengaja tergores saat melakukan kebiasaan ini.
  • Refleks moro: Bayi baru lahir tidak memiliki kendali yang memadai atas sebagian besar gerakan tubuh sampai mereka berusia beberapa minggu. Saat itulah refleks mulai digunakan. Refleks Moro, juga dikenal sebagai refleks kejut, adalah respons yang tidak disengaja di mana bayi melengkungkan punggungnya dan melempar lengan, kaki, dan lehernya sebagai respons terhadap gerakan tiba-tiba atau suara keras. Selama refleks yang tidak disengaja inilah bayi mungkin menyentuh wajah dan menggaruknya secara tidak sengaja.
  • Kulit kering: Bayi memiliki kulit tipis dan sensitif yang rentan terhadap kehilangan kelembapan. Kehilangan kelembapan dapat membuat kulit bayi menjadi kering dan bersisik, memicu rasa gatal dan iritasi. Ini menjadi salah satu penyebab bayi menggaruk mukanya.
  • Kondisi kulit: Dermatitis atopik, eksim, kudis, dan miliaria (biang keringat atau ruam panas bayi) adalah beberapa kondisi kulit yang menyebabkan ruam kulit gatal. Hal ini dapat menyebabkan bayi sering menggaruk kulitnya.
  • Kesal atau rewel: Kadang-kadang ketika bayi kesal, mereka mungkin tidak sengaja menggaruk karena mereka tidak memiliki kemampuan untuk mengekspresikan diri.

Editors' Picks

Kapan Bayi Berhenti Menggaruk Wajahnya?

Kapan Bayi Berhenti Menggaruk Wajahnya
Pexels/kelvinocta16

Berdasarkan penyebabnya, bayi dapat berhenti menggaruk wajah dalam beberapa minggu setelah lahir atau membutuhkan waktu lebih lama. Misalnya, menggaruk wajah karena gerakan yang tidak terkontrol dapat berakhir setelah bayi memiliki kontrol yang lebih baik atas otot dan gerakan tubuhnya. Mengobati kondisi kulit dapat menghentikan menggaruk atau dapat meredakannya secara signifikan.

Jika garukan terus berlanjut atau memburuk, konsultasikan dengan dokter anak. Menggaruk terus-menerus dapat menyebabkan lekukan dalam, yang dapat membuat kulit bayi rentan terhadap infeksi.

Bagaimana Mencegah Bayi Menggaruk Wajahnya?

Bagaimana Mencegah Bayi Menggaruk Wajahnya
Freepik/user18526052

Mama dapat mencegah bayi menggaruk wajahnya dengan mengidentifikasi dan menghindari pemicunya. Berikut beberapa tips yang bisa Mama coba:

  • Pelembap kulit: Oleskan losion pelembap lembut tanpa pewangi dua kali sehari untuk mempertahankan dan menambah kelembapan pada kulit. Mama juga dapat mencegah kulit kering dengan membatasi waktu mandi bayi, menghindari penggunaan sabun yang keras, dan membalutnya dengan pakaian yang terbuat dari kain tipis.
  • Mengobati masalah kulit: Jika bayi memiliki masalah kulit, mengobatinya adalah solusi terbaik untuk mencegah garukan. Meskipun Mama dapat mencoba pilihan yang dijual bebas untuk mengurangi kekeringan kulit, disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter untuk menangani kondisi kulit. Perawatan yang tepat sangat penting untuk melindungi kulit bayi dari kerusakan lebih lanjut yang mungkin terjadi akibat infeksi kulit.
  • Buat bayi merasa nyaman: Perhatikan tanda-tanda lapar dan menyusui sebelum membuat bayi sangat rewel. Jaga hal-hal lain yang mengganggu bayi seperti lingkungan yang panas atau dingin, rasa mengantuk tetapi tidak mampu menenangkan diri.

Memotong kuku atau mengenakan sarung tangan dapat mengurangi risiko muka bayi tergores dan luka, Ma.

Bagaimana Cara Mengobati Goresan?

Bagaimana Cara Mengobati Goresan
Freepik/pch.vector

Meskipun mencegah goresan adalah yang terbaik, ada baiknya mempelajari beberapa tips untuk merawat goresan yang sudah ada pada kulit:

  • Bersihkan goresan dengan lembut segera. Gunakan air hangat dan sabun antibakteri untuk membersihkan area tersebut.
  • Tepuk-tepuk area tersebut hingga kering dan gunakan pelembap lembut tanpa pewangi atau krim antiseptik.
  • Biarkan goresan yang lebih dalam terbuka, jangan gunakan perban. Jaga agar goresan tetap lembap dengan krim atau salep antibakteri yang dapat berfungsi sebagai penahan kuman.
  • Gunting kuku bayi dan tutupi tangannya dengan sarung tangan untuk memastikan bayi tidak menggaruk wajahnya lebih jauh.

Goresan pada wajah bayi memang mengganggu, tetapi jarang menyebabkan kerusakan kulit permanen. Tetap penting untuk mengikuti tip sederhana untuk mencegah bayi menggaruk wajahnya.

Menjaga kelembapan kulit bayi, memotong kuku, dan menutupi tangan dengan sarung tangan kemungkinan besar dapat mencegah goresan. Jika bayi masih menggaruk wajahnya, kenali kemungkinan penyebabnya, dan obati sesuai untuk mencegah infeksi kulit.

Apakah bayi mama juga suka menggaruk mukanya?

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.