Unik! 4 Sifat Bayi ini Ternyata Diturunkan dari DNA Mama dan Papa

Kok cara tertawanya mirip Mama ya? Ekspresinya mirip Papa? Apakah karena bayi sangat pandai meniru?

14 Maret 2020

Unik 4 Sifat Bayi ini Ternyata Diturunkan dari DNA Mama Papa
Freepik/azerbaijan_stockers

Ketika seluruh keluarga besar datang berkunjung, apakah ada yang berkata “Seleranya mirip dengan Mamanya!” atau “Ekspresinya mirip sekali dengan Papanya.”

Ini mungkin membuat Mama bertanya-tanya, bagaimana sifat-sifat tertentu itu tertanam pada bayi? Sulit untuk menentukan sifat mana yang secara genetis tertanam dan yang berkembang dari kebiasaan mengasuh bayi. "Pertanyaan tentang sifat yang diturunkan secara genetik versus pengasuhan adalah sudah ada sejak dulu," kata Nathan Fox, Ph.D, direktur Child Development Lab di University of Maryland, di College Park.

Ada ratusan ribu gen dalam kromosom yang orangtua turunkan ke bayi, dengan banyak kombinasi yang mungkin. Dan ini bukanlah hal sederhana. Untuk membantu Mama, Popmama.com mengulas beberapa sifat perilaku bayi yang diturunkan dari orangtuanya.

1. Ekspresi wajah bayi

1. Ekspresi wajah bayi
Freepik/Bearfotos

Saat bayi berkonsentrasi, ia memiringkan kepalanya ke samping, terkadang ia pun menjulurkan lidahnya.  Mama mungkin memperhatikan bahwa beberapa anggota keluarga dari pihak Papa juga melakukan hal serupa.  

Penelitian telah menemukan bahwa anggota keluarga sering menggunakan ekspresi wajah unik yang sama untuk menyampaikan emosi seperti kemarahan, kesedihan, serta konsentrasi. Hal ini biasanya muncul pada saat bayi berusia 6 bulan.

Apakah bayi meniru ekspresi orang di sekitarnya? Dalam sebuah penelitian di Israel baru-baru ini, para peneliti menemukan bahwa bahkan orang-orang yang dilahirkan buta membuat ekspresi wajah yang sangat mirip dengan anggota keluarga mereka.

Editors' Picks

2. Pola tidur bayi

2. Pola tidur bayi
Pexels/Dominika Roseclay

Hampir setiap orangtua baru berharap bayinya akan memiliki pola tidur yang baik, tetapi bayi mama mungkin memiliki pola sendiri sejak awal. Kebutuhan tidur dapat diturunkan dalam keluarga, menurut sebuah studi dalam jurnal Science.

Jika hobi favorit mama adalah tidur siang di sofa, bayi mungkin mewarisi kebiasaan ini, mudah tidur di mana saja. Tapi hati-hati, insomnia dan stres juga diturunkan secara genetik. Jika Mama kesulitan untuk tidur, bayi kemungkinan memiliki kesulitan yang sama.

Selain itu, bayi juga bisa mewarisi posisi tidur dari orangtuanya. Misalnya ketika Mama meletakkan tangan di belakang kepala, bisa jadi bayi mama juga tidur dengan posisi itu.

Cara Bayi Menangani Stres

Cara Bayi Menangani Stres
Freepik

Terkadang kehamilan membuat Mama gelisah atau stres. Tetapi jika kegelisahan Mama berlebihan, Mama memiliki peluang besar untuk memiliki bayi yang mudah gugup atau stres.

Penelitian telah menunjukkan bahwa semakin stres mama, semakin negatif bayi bereaksi terhadap situasi yang sulit. Mengalami banyak stres dalam kehamilan dapat membuat bayi lebih sulit untuk rileks, bahkan jika Mama biasanya santai. Para peneliti menduga bahwa hormon stres pada Mama sebenarnya mempengaruhi sistem saraf pusat janinnya.

Jadi apa yang dapat dilakukan Mama? Yuk, cari cara untuk meredakan ketegangan ketika hamil. Fokuslah pada berita baik: ini bukanlah takdir. Bahkan bayi yang lahir dengan gen yang membuatnya sulit untuk tenang dapat menghilangkan kecemasan pada usia 1 tahun jika ia memiliki orangtua yang responsif sejak dini, kata Cathi Propper, Ph.D., seorang ilmuwan peneliti di University of North Carolina's. Tetap tenang ya, Ma.

Selera Humor Bayi

Selera Humor Bayi
Pixabay/Beeki

Ketika Mama menonton video lucu di internet, Mama merasa sangat terhibur. Demikian juga dengan bayi mama ketika menonton video yang sama. Jadi, apakah dia mendapatkan selera humornya dari Mama? Pada titik tertentu, ya. Mudah tertawa dapat menjadi bagian dari watak alami bayi merupakan kepribadian yang diwariskan secara genetik.

Sedangkan suasana hati, rentang perhatian, dan tingkat aktivitas bayi juga merupakan aspek dari temperamennya. Bagaimana bayi datang dengan sebagian besar karakteristik ini tidak sepenuhnya jelas. "Baik faktor genetik dan lingkungan dapat mempengaruhi temperamen," kata Brian D'Onofrio, Ph.D., asisten profesor di Departemen Ilmu Psikologi dan Otak, Universitas Indiana di Bloomington.

"Namun, humor sebagian besar bersifat sosial, sesuatu yang diketahui bayi dengan memperhatikan Mama atau Papa. Ketika Mama melakukan hal-hal yang konyol untuk menghibur bayi, bayi tidak tahu harus membuat apa, tetapi biasanya Mama memberi tahu mereka bagaimana merespons dengan tersenyum dan tertawa," menurut Gina Mireault, Ph. D., profesor psikologi dari Johnson State College, di Johnson, Vermont, yang mempelajari humor pada bayi.

Seiring bertambahnya usia, bayi akan mengembangkan idenya sendiri tentang apa yang lucu.

Pada akhirnya, yang penting adalah tidak menguraikan kode DNA yang rumit. D'Onofrio berkata, "Lebih baik bertanya pada diri sendiri, 'Mengingat temperamen bayi, kelemahan dan kekuatannya, apa yang bisa saya lakukan paling baik untuk mengasuhnya?'"

Biarkan jawabannya membimbing Mama dalam perjalanan mengasuh bayi.

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.