Mama Perlu Tahu, Ini 7 Fakta Pola Tidur Bayi Usia 2 Bulan

Si Kecil tidur terus-menerus atau malah terbangun selalu? Jangan khawatir Ma, ini alasannya.

15 April 2020

Mama Perlu Tahu, Ini 7 Fakta Pola Tidur Bayi Usia 2 Bulan
Pixabay/smpratt90

Saat si Kecil lahir ke dunia, tentunya banyak yang menyarankan Mama untuk siap-siap begadang menghadapinya. Pasalnya, sejak ia lahir hingga berusia tiga bulanan, pastinya pola tidur Mama akan berantakan mengikuti pola tidur si Kecil. 

Si Kecil bisa jadi bangun di saat semua orang tertidur, dan tidur di saat semua orang terbangun. Belum lagi jika ia rewel terus menerus atau justru tidur terus menerus. 

Mengapa hal ini terjadi? Sebenarnya, seperti apa pola tidur bayi di usia 2 bulan? Simak fakta yang akan Popmama.com sampaikan ya, Ma!

1. Rentang waktu tidur yang panjang

1. Rentang waktu tidur panjang
Pixabay/skimpton007

Bayi yang baru lahir tampaknya seperti ingin tidur terus menerus? Jangan khawatir, Ma, bayi yang berusia 2 bulan memang akan menghabiskan waktu tidur selama 16-18 jam setiap harinya.

Bisa jadi, 7 hingga 8 jam dari waktu tidurnya dilakukan saat malam, diselingi beberapa kali waktu bangun. Sedangkan setengahnya lagi biasanya dilakukan dalam 4 kali "tidur siang."

2. Ciptakan suasana tidur yang nyaman

2. Ciptakan suasana tidur nyaman
Pixabay/ErikaWittlieb

Agar tidur bayi berkualitas, Mama sebaiknya menciptakan suasana tidur yang nyaman.

Kim West menyarankan, agar Mama mewarnai ruang tidur dengan warna cat yang kalem bagi si Kecil. Jangan letakkan mainan mencolok di dalam kamar. 

"Biarkan mainan gantung yang berwarna-warni berada di tempat lain, di tempat si kecil terbangun untuk bermain," ungkap Kim.

Selain itu, jika Mama merasakan ada yang tidak beres dengan pola tidur bayi seperti amat susah dibangunkan atau malah sulit tertidur, konsultasikan dengan dokter ya, Ma.

    Editors' Picks

    3. Bayi 2 bulan tidak bisa membedakan siang malam

    3. Bayi 2 bulan tidak bisa membedakan siang malam
    Pixabay/Congerdesign

    Pada usia 2 bulan seperti ini bayi belum dapat membedakan siang dan malam, karena mereka belum memiliki ritme sirkadian mereka sendiri. Ritme sirkadian adalah jam biologis tubuh yang mengatur kapan seseorang bangun atau tidur. 

    Jadi wajar saja jika si Kecil malah terbangun di tengah malam dan mengajak Mama bercanda.

    4. Bayi perlu waktu adaptasi untuk aktivitas siang hari

    4. Bayi perlu waktu adaptasi aktivitas siang hari
    Pixabay/esudroff

    Walaupun belum memiliki jam biologisnya sendiri, pada usia ini, bayi sedang mengalami periode transisi. Artinya, jam tidur si Kecil memang sedang mengalami perubahan, menyesuaikan diri dengan jam siang malam yang biasa kita jalani.

    Di usia dua bulan ini si Kecil bisa jadi banyak memiliki waktu tidur yang pendek, namun secara bertahap, waktu terjaga si Kecil akan semakin lama.

    5. Bayi perlu belajar beda siang dan malam

    5. Bayi perlu belajar beda siang malam
    Pixabay/Alexas_Fotos

    Bayi memang lebih banyak menghabiskan waktunya untuk tidur. Namun, di usia dua bulan ini, Mama perlahan-lahan perlu mengajari si Kecil apa bedanya tidur siang yang lebih pendek dengan tidur malam hari yang lebih panjang.

    Ajaklah ia lebih untuk lebih banyak bermain di siang hari, ketimbang malam hari. Tetapi Mama harus berhati-hati, jangan sampai si Kecil terlalu kelelahan tepat sebelum jadwal ia tidur ya.

    6. Bayi perlu rutinitas tidur dan bangun

    6. Bayi perlu rutinitas tidur bangun
    dyess.af.mil/Shannon Hall

    Memperkenalkan rutinitas sebelum tidur merupakah salah satu hal yang penting bagi si Kecil. Salah satunya adalah kegiatan yang berurut seperti mandi, minum susu, kemudian membacakannya buku, atau menyanyikan lagu nina bobo sebelum ia tidur.

    Jangan sepelekan soal membaca buku di usia dua bulan loh Ma. Walaupun ia tampak tidak peduli, ada banyak manfaat yang akan bayi dapatkan saat Mama membacakannya buku.

    Dengan kegiatan yang berurutan ini, bayi akan menjadi terbiasa dan Mama akan lebih mudah untuk mengatur jam tidurnya kelak.

    7. Tidur bayi bisa terganggu growth spurt

    7. Tidur bayi bisa terganggu growth spurt
    Pixabay/Adinavoicu

    Tiba-tiba Mama merasakan bahwa si Kecil selalu ingin tidur? Coba perhatikan lebih lanjut, jika ia selalu ingin menyusu, bisa jadi bayi sedang mengalami growth spurt. Growth spurt menyebabkan bayi selalu lapar. Dan setelah menyusu, tentu saja keinginannya untuk tidur semakin menjadi-jadi. 

    Di saat seperti ini, Mama jangan lupa untuk sering-sering memberinya ASI ya.

    Itulah 7 fakta mengenai pola tidur bayi saat berusia 2 bulan. Tidak perlu panik, Ma. Bukan hanya bayi yang perlu adaptasi, Mama juga pasti memerlukan adaptasi untuk menghadapi pola tidur bayi ini.

    Usahakan untuk ikut beristirahat saat si Kecil tidur ya, Ma, agar kesehatan Mama tetap terjaga.

    Baca Juga:

    Tanya Ahli

    Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

    Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.