Bayi Berkeringat Saat Tidur? Ini yang Perlu Mama ketahui

Bayi berkeringat saat tidur adalah normal. Tapi ada beberapa hal yang harus diwaspadai

12 Januari 2019

Bayi Berkeringat Saat Tidur Ini Perlu Mama ketahui
Freepik/Freepic.diller

Saat malam menjelang tidur, Mama sudah membersihkan bayi dan memakaikan baju tidur yang nyaman, tidak lupa mengatur suhu ruangan agar ia tidak kepanasan. Bayi kesayangan pun sudah siap tidur.

Namun, 1 jam kemudian ketika Mama kembali ke kamar, Mama menemukan bayi berkeringat saat tidur. Apakah ini normal? Simak ulasan berikut.

1. Penyebab bayi berkeringat saat tidur

1. Penyebab bayi berkeringat saat tidur
www.freepik.com

Ada beberapa hal yang menyebabkan bayi berkeringat saat tidur, ini di antaranya: 

  • Sistem saraf yang belum sempurna

Sistem saraf mengendalikan suhu tubuh. Namun, sistem saraf bayi yang baru lahir belum sepenuhnya berkembang.

Akibatnya, sistem saraf tidak dapat mengatur suhu tubuh bayi yang baru lahir seperti pada orang dewasa. Hal ini menyebabkan bayi berkeringat saat tidur.

  •  Bayi berkeringat saat tidur nyenyak

Biasanya orang yang tidur sangat nyenyak akan cenderung mengeluarkan keringat lebih banyak, bahkan sampai basah kuyup. Bayi menghabiskan banyak waktu dalam siklus tidur nyenyak atau fase non REM mereka.

Karena bayi banyak menghabiskan waktu untuk tidur nyenyak, dia akan lebih banyak berkeringat saat malam dibandingan anak yang lebih besar juga orang dewasa.

  • Lokasi kelenjar keringat

Sebagai orang dewasa, kelenjar keringat kita tidak terbatas pada satu bagian dari tubuh kita. Tetapi bayi berbeda, kelenjar keringat yang paling aktif terletak di kepala mereka. Ini menyebabkan mereka berkeringat berlebihan, terutama di malam hari ketika mereka tidak banyak mengubah posisi kepala.

  • Terlalu hangat

Ya, alasannya sesederhana itu. Sebagian besar waktu kita berkeringat karena kita merasa kepanasan. Demikian juga, alasan sederhana dan jelas bayi berkeringat saat tidur adalah karena ruangannya terlalu hangat atau baju tidurnya terlalu tebal.

Sebagai orangtua, wajar kalau Mama khawatir bayi merasa kedinginan saat tidur sehingga memakaikan pakaian tebal, kaos kaki, dan selimut. Utamakan kenyamanan bayi ya, Ma.

Editors' Picks

2. Kapan Mama perlu khawatir?

2. Kapan Mama perlu khawatir
freepik/@freepik

Seperti yang disebutkan sebelumnya, pada umumnya bayi berkeringat saat tidur adalah normal dan tidak ada yang perlu dikhawatirkan. Tetapi ini adalah beberapa kondisi di mana keringat berlebih bisa menjadi tanda suatu kondisi medis:

  • Penyakit Jantung Bawaan

Apabila bayi Mama berkeringat saat melakukan kegiatan lain seperti menyusu, sebaiknya Mama segera berkonsultasi dengan dokter anak. Hal ini bisa jadi merupakan gejala penyakit jantung bawaan.

Penyakit jantung bawaan diakibatkan tumbuh kembang jantung yang tidak sempurna saat bayi masih dalam kandungan. Bayi dengan kondisi ini lebih banyak berkeringat daripada bayi lain karena jantung mereka harus bekerja lebih keras untuk memompa darah secara efisien.

  • Hyperhidrosis

Ketika di ruangan dengan suhu udara yang dingin dan bayi masih berkeringat deras, itu bisa disebabkan oleh kondisi yang dikenal sebagai hyperhidrosis.

Hyperhidrosis adalah ketika bayi berkeringat melebihi apa yang dibutuhkan tubuh untuk mempertahankan suhu tubuh normal. Orang-orang dengan telapak tangan dan kaki berkeringat juga memiliki kondisi ini.

Ini tidak perlu dikhawatirkan. Seiring dengan bertambahnya usia anak, Mama bisa mengajarinya mengakali kelebihan keringat ini dengan menggunakan deodorant.

  • Sleep Apnea

Lebih sering terjadi pada bayi prematur, sleep apnea adalah alasan lain bagi bayi untuk berkeringat dalam tidur mereka Biasanya disertai dengan gejala napas yang tiba-tiba berhenti setidaknya selama 20 detik dan itu menyebabkan tubuh bayi bekerja sangat keras untuk bernapas.

Gejala lainnya adalah warna kulit kebiruan.

  • Sudden Infant Death Syndrome (SIDS)

SIDS adalah diagnosis yang diberikan ketika seorang anak berusia di bawah satu tahun meninggal mendadak dengan penyebab pasti tidak dapat ditemukan.

SIDS dapat menimbulkan kondisi tubuh bayi mengalami overheating yakni panas berlebihan biasanya saat tidur pada saat malamSehingga membuat bayi akan jatuh ke dalam tidurnya yang paling dalam hingga sulit dibangunkan atau memiliki kemungkinan tidak dapat dibangunkan kembali.

3. Tips agar bayi tidak kegerahan saat tidur

3. Tips agar bayi tidak kegerahan saat tidur
Unsplash/Dakota Corbin

Menurut laman IDAI, tidur merupakan hal yang penting bagi bayi karena berpengaruh kepada perkembangan fisik dan emosinya. Karena alasan itu, penting bagi Mama untuk menciptakan suasana yang nyaman bagi bayi saat tidur. Ini tipsnya agar bayi tidak kegerahan saat tidur:

  • Buat suhu ruangan nyaman, tidak terlalu panas atau dingin.
  • Hindari baju tidur yang tebal. Gunakan baju tipis agar kulit bayi bisa bernapas.
  • Pastikan bayi terhidrasi dengan cara menyusuinya sebelum tidur. Hal ini mencegah bayi bangun tengah malam karena kehausan akibat cairan tubuhnya berkurang karena dehidrasi.

Berkeringat saat tidur adalan normal namun apabila bayi berkeringat berlebihan, Mama tidak boleh mengabaikan masalah itu. Ini juga dapat menandakan masalah dengan sistem saraf, masalah pernapasan, kelenjar tiroid yang terlalu aktif atau kelainan genetik.

Semoga bermanfaat ya, Ma!

Baca juga: