Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Install

Usia Berapa Bayi Boleh Diajak Bepergian Naik Pesawat?

4 min read
Usia Berapa Bayi Boleh Diajak Bepergian Naik Pesawat?
Pexels.com/Wemerson Santana
  • Bayi umumnya boleh naik pesawat sejak usia 7 hari, tetapi kebijakan maskapai berbeda dan perjalanan untuk bayi sangat kecil sebaiknya hanya dilakukan bila diperlukan.

  • Jika tidak mendesak, orangtua dapat menunggu hingga bayi berusia minimal 3 bulan karena vaksinasi awal dan daya tahan tubuhnya mulai berkembang lebih baik.

  • Sebelum terbang, siapkan dokumen, perlengkapan, dan kursi khusus dengan car seat; hindari obat tidur tanpa arahan dokter serta bantu kenyamanan telinga saat lepas landas dan mendarat.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Mama atau Papa mungkin memiliki pekerjaan yang menuntut mobilitas tinggi, termasuk bepergian menggunakan pesawat.

Namun, situasinya bisa berbeda setelah memiliki si Kecil, terutama ketika bayi masih terlalu kecil untuk ditinggal dalam waktu lama.

Kondisi ini tentu dapat membuat orangtua dilema. Membawa bayi bepergian naik pesawat pun bisa menimbulkan kekhawatiran, terutama mengenai usia dan kondisi tubuhnya yang masih rentan.

Lantas, usia berapa bayi boleh diajak naik pesawat? Untuk mengetahui jawabannya, simak penjelasan dari Cleveland Clinic yang sudah Popmama.com tulis untuk Mama dan Papa.

  1. 1. Bayi baru lahir bisa naik pesawat sejak usia 7 hari

    Bayi baru lahir bisa naik pesawat sejak usia 7 hari
    Pexels.com/@ Prestige by Nature

    Secara umum, bayi baru lahir sudah diperbolehkan bepergian menggunakan pesawat sejak berusia 7 hari. Namun, bayi yang berusia lebih muda mungkin memerlukan surat izin dari dokter anak.

    Setiap maskapai juga dapat memiliki kebijakan yang berbeda mengenai batas usia bayi untuk bepergian. Karena itu, orangtua sebaiknya mengecek ketentuan maskapai sebelum membeli tiket.

    Meski demikian, dokter anak tidak menyarankan membawa bayi yang masih sangat kecil bepergian dengan pesawat kecuali memang diperlukan.

  2. 2. Usia 3 bulan dinilai lebih aman untuk bepergian

    Usia 3 bulan dinilai lebih aman untuk bepergian
    Pexels.com/Mikkel Kvist

    Jika perjalanan tidak mendesak, orangtua dapat mempertimbangkan untuk menunggu hingga bayi berusia setidaknya 3 bulan.

    Pada usia tersebut, bayi umumnya sudah mendapatkan vaksinasi awal dan sistem kekebalan tubuhnya mulai berkembang lebih baik. Kondisi ini dapat membantu mengurangi risiko paparan penyakit selama perjalanan.

    Untuk penerbangan internasional, orangtua juga sebaiknya berkonsultasi dengan dokter anak mengenai vaksinasi yang mungkin diperlukan sesuai negara tujuan.

  3. 3. Siapkan dokumen dan perlengkapan bayi sebelum penerbangan

    Siapkan dokumen dan perlengkapan bayi sebelum penerbangan
    Pexels.com/Krishna Kids Photography

    Sebelum bepergian, pastikan seluruh dokumen dan kebutuhan bayi sudah disiapkan Mama dan Papa.

    Persyaratan identitas dan bukti usia dapat berbeda tergantung maskapai, tetapi orangtua sebaiknya membawa akta kelahiran sebagai salah satu dokumen pendukung.

    Untuk perjalanan ke luar negeri, bayi membutuhkan paspor dan mungkin juga visa sesuai ketentuan negara tujuan.

    Selain dokumen, siapkan pula perlengkapan penting lainnya. Orangtua dapat membawa popok, pakaian ganti, susu atau ASI perah, serta kebutuhan si Kecil sesuai durasi penerbangan.

    Untuk bayi yang sudah lebih besar, beberapa mainan kecil, buku, atau makanan ringan juga dapat dibawa agar si Kecil tetap nyaman selama perjalanan.

    Pastikan orangtua mengecek aturan maskapai terkait membawa ASI, susu formula, makanan bayi, dan cairan ke dalam kabin.

  4. 4. Sebaiknya bayi memiliki kursi sendiri

    Sebaiknya bayi memiliki kursi sendiri
    Pexels.com/Alžbeta Čepčeková

    Anak di bawah usia 2 tahun umumnya masih dikategorikan sebagai lap infant, sehingga tidak selalu diwajibkan memiliki kursi sendiri.

    Namun, para ahli kesehatan dan keselamatan penerbangan menyarankan agar orangtua membeli tiket dan menyediakan kursi khusus untuk bayi.

    Bayi juga disarankan duduk menggunakan car seat yang telah disetujui untuk digunakan selama penerbangan.

    Jika memungkinkan, pilih kursi dekat jendela agar bayi lebih jauh dari lalu lalang penumpang dan troli makanan di lorong pesawat.

  5. 5. Hindari memberikan obat agar bayi mengantuk

    Hindari memberikan obat agar bayi mengantuk
    Pexels.com/Danik Prihodko

    Orangtua mungkin tergoda memberikan obat tertentu agar bayi lebih mudah tidur selama penerbangan. Namun, pemberian obat seperti diphenhydramine atau obat bebas lainnya untuk membuat bayi mengantuk tidak disarankan.

    Obat tersebut dapat menimbulkan efek samping pada anak kecil. Sebaiknya, jangan memberikan obat kepada bayi untuk tujuan membuatnya tidur selama penerbangan tanpa arahan dari dokter.

  6. 6. Ketahui tempat mengganti popok bayi di pesawat

    Ketahui tempat mengganti popok bayi di pesawat
    Pexels.com/Sarah Chai

    Sebelum boarding, usahakan mengganti popok bayi agar si Kecil lebih nyaman selama penerbangan. Namun, jika popoknya perlu diganti di tengah perjalanan, orangtua tidak perlu khawatir.

    Cukup minta bantuan awak kabin untuk menemukan tempat yang sesuai. Beberapa pesawat bahkan menyediakan meja ganti di dalam toilet, meski fasilitasnya dapat berbeda pada setiap penerbangan.

    Agar prosesnya lebih mudah, pastikan tas bayi sudah berisi popok, tisu, alas ganti, dan perlengkapan lainnya. Dengan begitu, semua kebutuhan si Kecil sudah siap saat diperlukan.

  7. 7. Bantu jaga kenyamanan telinga bayi selama penerbangan

    Bantu jaga kenyamanan telinga bayi selama penerbangan
    Pexels.com/Rene Terp

    Perubahan tekanan udara saat pesawat lepas landas dan mendarat dapat membuat telinga bayi terasa terganggu, apalagi saat si Kecil sedang pilek atau hidung tersumbat.

    Jika bayi sedang sakit, konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter mengenai cara yang aman untuk mengurangi rasa tidak nyaman pada telinganya.

    Selain itu, suara mesin pesawat yang cukup keras dapat mengganggu pendengaran bayi. Orangtua dapat menggunakan pelindung pendengaran khusus bayi, seperti noise-canceling headphones, earplug, atau cotton balls

    Untuk membantu mengurangi rasa tidak nyaman, orangtua dapat memberikan susu atau empeng saat pesawat lepas landas dan mendarat. Gerakan menelan dapat membantu menjaga tekanan pada telinga bayi.

    Itulah penjelasan mengenai usia berapa bayi boleh diajak bepergian naik pesawat. Selain memastikan kondisi dan kebutuhan si Kecil, orangtua juga perlu mengecek kebijakan maskapai agar perjalanan berjalan lebih nyaman.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More