Bepergian menggunakan mobil bersama bayi tentu membutuhkan persiapan yang lebih matang dibandingkan saat bepergian sendiri.
Usia Berapa Bayi Boleh Diajak Naik Mobil? Simak Penjelasannya!

Bayi dapat diajak naik mobil sejak dini dengan car seat sesuai usia dan ukuran; bayi di bawah 6 bulan wajib memakai car seat menghadap belakang serta sabuk pengaman.
Car seat berfungsi untuk keamanan selama perjalanan, bukan tempat tidur lama. Setibanya di tujuan, bayi perlu dipindahkan ke permukaan tidur datar dan kokoh.
Orangtua disarankan berhenti tiap sekitar dua jam, menyesuaikan waktu perjalanan dengan rutinitas bayi, serta tidak pernah meninggalkan bayi sendirian di dalam mobil.
Orangtua perlu memastikan perjalanan tetap nyaman sekaligus memperhatikan keamanan si Kecil selama berada di dalam kendaraan.
Hal ini juga membuat banyak orangtua bertanya-tanya, sebenarnya sejak usia berapa bayi sudah boleh diajak naik mobil?
Untuk mengetahui jawabannya, simak penjelasan Popmama.com tentang usia berapa bayi boleh naik mobil melansir dari Pregnancy, Birth & Baby yang bisa Mama dan Papa catat jika ingin mengajak si Kecil nanti.
Table of Content
1. Bayi di bawah 6 bulan wajib menggunakan car seat menghadap belakang

Pexels.com/Kampus Production Bayi tetap dapat bepergian menggunakan mobil, tetapi perlu ditempatkan pada car seat yang sesuai dengan usia dan ukurannya.
Untuk bayi di bawah usia 6 bulan, car seat harus dipasang menghadap ke belakang (rear-facing) dan dilengkapi dengan sabuk pengaman bawaan.
Pastikan car seat terpasang dengan benar dan bayi diikat sesuai petunjuk penggunaannya agar tetap aman selama perjalanan.
2. Jangan biarkan bayi tidur terlalu lama di car seat

Pexels.com/Yakup Polat Car seat digunakan untuk menjaga bayi tetap aman selama perjalanan, bukan sebagai tempat tidur dalam waktu lama.
Bayi yang dibiarkan tidur di car seat, terutama tanpa pengawasan atau ketika car seat berada di luar mobil, berisiko mengalami gangguan pernapasan.
Sesampainya di tujuan, segera pindahkan bayi ke permukaan tidur yang datar dan kokoh. Jangan membiarkan bayi tidur di car seat yang diletakkan di lantai, stroller, atau tempat lain di luar mobil.
3. Berikan jeda setiap sekitar 2 jam perjalanan

Pexels.com/Azeem Khan Perjalanan bersama bayi mungkin membutuhkan waktu lebih lama karena perlu berhenti secara berkala dan sangat disarankan untuk merencanakan jeda sekitar setiap 2 jam perjalanan.
Saat berhenti, keluarkan bayi dari car seat agar ia dapat bergerak dan orangtua bisa memenuhi kebutuhannya, seperti menyusui atau mengganti popok.
4. Pilih waktu perjalanan yang sesuai dengan rutinitas bayi

Pexels.com/Muhammad Eratilgan Tidak ada waktu tertentu yang wajib dipilih untuk bepergian dengan bayi. Orangtua dapat menyesuaikannya dengan rutinitas dan karakter si Kecil.
Jika bayi mudah tidur di dalam mobil, perjalanan bisa dilakukan berdekatan dengan waktu tidur. Orangtua juga dapat memilih waktu pagi untuk menghindari lalu lintas padat atau melakukan perjalanan saat mendekati jam tidur malam.
5. Jangan pernah meninggalkan bayi sendirian di dalam mobil

Pexels.com/RDNE Stock project Meski hanya sebentar, bayi dan anak tidak boleh ditinggalkan sendirian di dalam mobil. Kondisi tersebut dapat meningkatkan risiko heatstroke, dehidrasi, hingga kematian, terutama ketika suhu di dalam kendaraan meningkat.
Jadi, ketika sudah sampai tujuan, selalu keluarkan bayi dari mobil dan jangan meninggalkannya sendirian di dalam kendaraan.
Itu dia penjelasan terkait usia berapa bayi boleh diajak naik mobil. Pastikan Mama dan Papa mempunyai persiapan yang matang agar si Kecil tetap nyaman saat perjalanan.
























