Perkembangan Bayi Usia 6 Bulan 1 Minggu: Saatnya Mencoba Makan MPASI

Seperti apa perkembangan bayi usia 6 bulan 1 minggu? Yuk, cek apakah si Kecil sudah siap makan

16 September 2019

Perkembangan Bayi Usia 6 Bulan 1 Minggu Saat Mencoba Makan MPASI
Freepik.com

Selamat datang milestones baru! Bayi mama kini sudah siap menikmati makanan padat pertamanya. Persiapkan MPASI ini sebaik-baiknya dan perhatikan bagaimana efek suatu bahan makanan terhadap si Kecil.

Seiring dengan konsumsi makanan padat, tentunya ada perubahan pada BAB si Kecil. Warna dan baunya akan berubah dan hal ini normal. Jika tinja bayi terlihat terlalu lembek, pertimbangkan untuk menambahkan buah, sayur ,atau pun biji-bijian yang padat. 

Di usia 6 bulan ini, bayi Mama senang berguling dari satu sisi ke yang lain. Ini adalah caranya untuk berpindah dari satu tempat ke tempat lain. Tetapi, ada juga bayi-bayi yang melewatkan fase berguling dan langsung bisa duduk atau merangkak. Selama bayi Mama tampak memiliki kemampuan-kemampuan baru, tak perlu khawatir.

Di usia ini, si Kecil punya inisiatif memancing perhatian sekitarnya. Namun ia tetap jadi pemilih: hanya pada yang akrab saja ia akan ramah. Ia perlu mempelajari orang baru yang datang padanya. Pada fase ini, bayi Mama punya kemampuan baru untuk berkomunikasi dan menarik perhatian, tak hanya lewat tangisan. Tiga bulan mendatang, kemampuan ini akan semakin terasah dan ia pun punya cara-caranya sendiri untuk mengungkapkan kebutuhan, keinginan dan apa yang dipikirkannya.

Kehidupan Orangtua: Keseimbangan Gizi Mama

Kehidupan Orangtua Keseimbangan Gizi Mama
Freepik/Jcomp

Merawat bayi di usia 6 bulan bisa jadi sangat melelahkan. Apalagi sekarang Mama punya tugas tambahan: membuat MPASI. Jangan sampai hal ini jadi penyebab Mama jatuh sakit ya. Selain istirahat yang cukup, Mama juga perlu memperhatikan keseimbangan gizi dan nutrisi. Ini hal-hal yang perlu Mama lakukan:

  • Usahakan untuk selalu sarapan

Sesibuk apapun Mama di pagi hari, tubuh Mama butuh 'bahan bakar'. Apalagi jika semalam Mama kurang istirahat. Menu tinggi protein rendah karbo seperti telur, oatmeal dengan kacang-kacangan dan kismis akan memasok energi tambahan di pagi hari.

  • Perbanyak makan sayur dan buah

Sediakan selalu sayur dan buah segar di rumah sehingga saat Mama kelaparan dan ingin camilan, Mama punya pilihan ngemil yang sehat. Smoothies, jus atau pun yogurt buah juga bisa jadi alternatif yang nikmat.

  • Jaga asupan cairan tubuh

Ingat selalu untuk minum air putih. Jus buah kemasan, soda, kopi atau pun minuman berenergi memang menggoda saat haus. Tetapi ingat, semua itu mengandung kadar gula dan kafein tinggi. Kandungan ini perlu dihindari, apalagi bagi ibu yang menyusui. Sebaiknya, perbanyak minum air putih setidaknya 2 liter sehari. Ingat, meski si Kecil sudah MPASI, minum ASI baik jika dilanjutkan sampai anak berusia 2 tahun lho.

Editors' Picks

Mulai Banyak Aktivitas Bisa Memicu Alergi, Waspada Asma pada Bayi

Mulai Banyak Aktivitas Bisa Memicu Alergi, Waspada Asma Bayi
Pixabay/Profile

Asma merupakan penyakit kronis serius yang bisa saja diderita bayi. Asma merupakan radang pada saluran pernapasan yang menyebabkan penyempitan sehingga bayi dan anak-anak mengalami kesulitan bernapas.

Penyebab asma bisa beragam. Antara lain karena alergi (misalnya: serbuk sari, bulu hewan, spora), polusi udara, asap rokok, infeksi saluran pernapasan atau udara dingin. Meski tergolong kronis, penyakit ini tetap bisa membuat penderitanya hidup normal. Hanya saja harus menghindari sumber penyebab kambuhnya asma.

Tanda-tanda umum bayi mengalami asma bisa terlihat jika si Kecil batuk-batuk hebat (khususnya di malam hari), atau bereaksi saat terpapar penyebab alergi. Selain itu, tanda lainnya adalah jika bayi Mama bernapas cepat, mengeluarkan suara 'ngik ngik' saat menarik dan menghembuskan napas, hingga tanda yang menunjukkan asma parah saat kulit berubah kebiruan.

Jika Mama mendapati si Kecil terserang asma atau kesulitan bernapas, segera larikan ke rumah sakit. Jangan ditunda ya, Ma, karena kondisi ini bisa berbahaya. 

Baca Juga:

Berlangganan Newsletter?

Mau dapat lebih banyak informasi seputar parenting?
Daftar sekarang!