Bahaya Gigitan Kutu pada Bayi, Bikin Gatal Hingga Henti Napas

Tak hanya menyebabkan rasa gatal, ternyata gigitan kutu juga bisa menimbulkan risiko berbahaya

4 April 2019

Bahaya Gigitan Kutu Bayi, Bikin Gatal Hingga Henti Napas
freepik.com/zilvergolf

Kutu merupakan serangga parasit yang sangat kecil, hidup di luar ruangan, dan umumnya menempel pada makhluk berdarah panas seperti manusia ataupun hewan peliharaan.

Serangga yang bertubuh bulat dan berwarna kecokelatan ini berukuran terlalu kecil sehingga sering tidak disadari keberadaannya. Jika terkena gigitan kutu, tak hanya menyebabkan munculnya rasa gatal pada kulit, tetapi juga menimbulkan risiko berbahaya pada bayi apalagi jika bekas lukanya terinfeksi. 

Mengenali Gigitan Kutu

Mengenali Gigitan Kutu
Wikimedia Commons

Kutu kadang menyelinap di perlengkapan tidur bayi. Jika tidak rajin dibersihkan, bayi yang sebagian besar waktunya ada di kasur, bisa rentan terkena gigitan kutu dibandingkan dengan orang dewasa. Apalagi, jika bayi sudah banyak merangkak di lantai.

Umumnya, gigitan kutu ini akan menyebabkan munculnya bentol merah pada kulit. 

Ada beberapa cara untuk mengetahui apakah bentol merah tersebut adalah gigitan kutu atau serangga lainnya, Ma, misalnya dengan mengenali tanda-tanda berikut ini:

  1. Gigitan kutu umumnya menimbulkan 2-3 bentolan merah yang ukurannya kecil. 
  2. Umumnya, gigitan kutu terjadi pada sekitar sendi bayi seperti lutut atau pergelangan kakinya
  3. Pada kasus yang parah, bentol merah akan terlihat sangat banyak pada kulit bayi dan dapat menjadi infeksi saat bayi menggaruk sehingga membuat kulit terluka. 

Editors' Picks

Alergi Gigitan Kutu

Alergi Gigitan Kutu
Freepik/A3pfamily

Tahukah Mama jika gigitan kutu tak hanya sebabkan rasa gatal, tapi juga dapat menimbulkan risiko alergi? Terutama bagi anak yang memiliki alergi protein yang ada pada air liur kutu.

Gigitan kutu menimbulkan reaksi alergi berupa bentol merah yang lebih besar, terasa nyeri, dan bengkak pada area gigitan. Tak hanya itu, alergi gigitan kutu juga dapat menyebabkan reaksi yang lebih parah seperti demam, menggigil, mual, dan bahkan penderitanya akan merasa kesulitan bernapas. 

Cara Mengatasi Kutu

Cara Mengatasi Kutu
pxhere.com

Secara umum, kutu banyak bersarang di rumput, semak, maupun area pepohonan yang akan terbawa masuk ke rumah melalui hewan peliharaan. Untuk mengatasinya sebenarnya gampang-gampang susah. Karena, penggunaan produk pembasmi kutu tentu juga dapat membahayakan bayi dengan kandungan kimia beracunnya, apalagi jika racun tersebut meninggalkan residu beracun pada lantai dan perabot di sekitar anak. 

Meski demikian, ada beberapa solusi yang dapat Mama terapkan di rumah untuk mengatasi pemasalahan kutu ini. Misalnya, rajin membersihkan lantai dan kasur setiap hari menggunakan penyedot debu. Cara ini dapat Mama lakukan untuk menghilangkan telur dan larva kutu terutama yang menempel pada perabot rumah.

Cara lain adalah dengan memilih sprei dan sarung bantal polos berwarna cerah agar keberadaan kutu bisa dengan mudah terlihat.

Selain itu, menangani hewan peliharaan dengan baik, misalnya dengan cara memandikannya secara rutin dan membersihkan berbagai barang yang digunakannya secara berkala merupakan cara lain yang dapat dilakukan untuk mengatasi kutu di dalam rumah. 

Ternyata dampak gigitan kutu tak sesederhana itu, ya Ma? Pastikan Mama tahu cara penanganan pertama jika si Kecil digigit kutu. Segera kompres dengan air dingin untuk mengurangi pembengkakan dan memberikan rasa nyaman pada kulit sehingga anak tidak tergoda menggaruk bekas gigitan kutu.

Semoga informasi ini membantu ya, Ma. Yuk jaga lingkungan kita sebersih mungkin.

Baca Juga:

Berlangganan Newsletter?

Mau dapat lebih banyak informasi seputar parenting?
Daftar sekarang!