Benarkah Perkembangan Bayi Laki-Laki Lebih Lambat dari Perempuan?

Apakah Mama pernah mendengar tentang hal ini?

22 Agustus 2023

Benarkah Perkembangan Bayi Laki-Laki Lebih Lambat dari Perempuan
Freepik/freepic.diller

Orangtua dengan banyak anak mungkin akan menyadari bahwa setiap bayi memiliki waktunya masing-masing untuk berkembang. Namun, pernahkah Mama mendengar bahwa milestone tertentu, perkembangan bayi laki-laki lebih lambat dari perempuan?

Ada banyak sekali penelitian tentang hal ini dan jawabannya ternyata cukup kompleks lho, Ma. Karena itu, kami sudah mengumpulkan berbagai jawaban dan penjelasan dari para dokter anak.

Nah, Popmama.com sudah rangkumkan nih, informasi lengkap untuk menjawab tentang perkembangan bayi laki-laki lebih lambat dari perempuan? Yuk, kita simak bersama!

Editors' Pick

Apakah Perkembangan Bayi Laki-laki Lebih Lambat dari Perempuan?

Apakah Perkembangan Bayi Laki-laki Lebih Lambat dari Perempuan
Pixabay/bensoneye

Secara umum, jawabannya tidak. Hal ini diungkap oleh Dr. Mark Freilich, dokter anak yang menangani perkembangan sekaligus founder dari Total Kids Developmental Pediatric Resources.

"Perkembangan antara bayi laki-laki dan perempuan pada lima aspek utama secara rata-rata sama," tegas Dr. Freilich. Lima aspek utama tersebut adalah kognitif, motorik halus, motorik kasar, komunikasi, dan sosial-emosional.

Meskipun terlihat bayi laki-laki lebih unggul di salah satu kemampuan atau sebaliknya, tetapi mereka akan saling susul di kemudian hari. Karenanya, Dr. Freilich mengatakan secara rata-rata bayi laki-laki dan perempuan sama.

Sebagai contoh, yang juga diberikan oleh Dr. Freilich, bayi perempuan biasanya lebih unggul pada sesuatu yang melibatkan pengelihatan, pendengaran, ingatan, sentuhan, atau bau. Bayi perempuan juga jiwa sosialnya terlihat lebih unggul.

Penyebab Perbedaan Perkembangan pada Bayi Laki-laki dan Perempuan

Penyebab Perbedaan Perkembangan Bayi Laki-laki Perempuan
Freepik/waqassha

Menurut Dr. Fadiyla Dopwell, dokter anak yang menangani perilaku dan perkembangan pada Developmental Pediatrix di Dallas, Texas, pun menegaskan adanya perbedaan waktu perkembangan antara bayi laki-laki dan perempuan tidak semata-mata karena jenis kelamin.

"Sejarah kesehatan, sejarah keluarga, serta dukungan dari orang-orang sekitar terhadap bayi akan mempengaruhi perkembangannya," jelas Dr. Dopwell.

Lantas, kenapa masih ditemukan adanya perbedaan seolah bayi laki-laki lebih unggul dari perempuan atau sebaliknya? Misalnya, bayi laki-laki lebih unggul pada motorik kasar, sementara bayi perempuan lebih unggul pada motorik halus.

Dr. Shafira Glass, MD, dokter anak yang juga tergabung dalam American Academy of Pediatrics (AAP), pun memberikan penjelasan yang sangat masuk akal dan lekat dengan kehidupan kita.

"Cara membesarkan serta mendidik bayi laki-laki dan perempuan bisa menjadi alasan utama di balik perbedaan kemampuan ini," ungkap Dr. Glass. Ia pun menunjukkan penelitian yang bisa mendukung pernyataannya tersebut.

Dalam penelitian yang ia tunjukkan, disebutkan bahwa orangtua cenderung mengajak bayi laki-laki bermain menggunakan fisik, sementara bayi perempuan bermain secara individu menggunakan mainan (contoh: menggambar).

Perbedaan stimulasi inilah yang menyebabkan bayi laki-laki terlihat lebih unggul pada motorik kasar dan bayi perempuan pada motorik halusnya. Apakah Mama juga melihat hal ini pada bayi-bayi di lingkungan mama?

Kapan Orangtua Harus Khawatir dengan Perkembangan Bayi Mereka?

Kapan Orangtua Harus Khawatir Perkembangan Bayi Mereka
Pixabay/Briefkasten2

Jadi, sudah jelas ya, Ma, dari pembahasan di atas, kita bisa simpulkan bahwa setiap bayi punya perkembangan dan waktunya sendiri. Bayi laki-laki dan perempuan akan saling susul kemampuan dan rata-rata waktu perkembangan mereka sama.

Perbedaan kemampuan antara bayi laki-laki dan perempuan ini muncul dari perbedaan stimulasi yang diberikan oleh orangtua dan lingkungan tempat si Kecil tumbuh dan berkembang.

Nah, dari pada memusingkan tentang siapa yang lebih dulu menguasai apa, lebih baik orangtua fokus pada perkembangan bayinya, serta mengetahui kapan harus meminta pertolongan ahli tumbuh-kembang bayi.

Dr. Glass pun tidak lupa mengingatkan 'red flags' atau tanda bahaya pada perkembangan bayi yang harus diwaspadai setiap orangtua, yaitu:

  • 12 bulan tetapi belum bisa berdiri dengan bantuan,
  • 18 bulan tetapi belum bisa mengatakan satu kata,
  • 2 tahun tetapi belum bisa mengatakan satu frasa, dan
  • 4 tahun tetapi tidak bisa berinteraksi dengan teman seusianya.

Itu dia tadi penjelasan dari para ahli, Ma. Semoga artikel ini menjawab rasa penasaran Mama tentang perkembangan bayi laki-laki lebih lambat dari bayi perempuan, ya. Semoga bermanfaat.

Baca juga:

The Latest