Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Bagaimana Cara Menghilangkan Jamur pada Kulit Bayi? Ini Langkahnya
Pexels/https://kaboompics.com/
  • Ruam jamur bayi perlu dipastikan lewat pemeriksaan dokter; penanganannya mencakup obat antijamur sesuai anjuran, pembersihan lembut, pengeringan, krim pelindung, serta penggantian popok lebih sering.

  • Ciri yang perlu diperhatikan meliputi ruam merah tua atau keunguan menonjol, bintik kecil, kulit pecah-pecah, bercak di lipatan, dan bercak putih mulut sulit dihapus.

  • Pencegahan berfokus pada menjaga kulit tetap kering dan bersih; periksakan bayi bila ruam tidak membaik 5–7 hari, memburuk, meluas, berluka, disertai demam, atau menolak menyusu.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Jamur bisa tumbuh di kulit bayi yang hangat dan basah, terutama di dalam popok. Kulitnya bisa merah, ada bintik kecil, atau pecah-pecah. Mama perlu ganti popok cepat, bersihkan pelan, lalu keringkan. Dokter bisa memberi krim obat. Kalau ruam makin besar, berdarah, atau bayi demam, harus ke dokter.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Kulit bayi memang sangat lembut dan halus, tetapi bukan berarti kebal terhadap gangguan. Di balik popok yang lembap atau lipatan paha yang menggemaskan, jamur bisa tumbuh diam-diam dan membuat si Kecil tiba-tiba rewel.

Kabar baiknya, kondisi ini sangat umum dan bisa ditangani dengan tepat. Melansir The Breastfeeding Network, infeksi jamur biasanya ringan, jadi Mama tidak perlu terlalu khawatir.

Supaya Mama tidak bingung harus mulai dari mana, berikut Popmama.com mengulas bagaimana cara menghilangkan jamur pada kulit bayi? Yuk, simak sampai habis!

Bagaimana Cara untuk Menghilangkan Jamur pada Kulit Bayi?

Pexels/Sarah Chai

Sebelum buru-buru membeli salep, pastikan dulu bahwa ruam di kulit bayi memang disebabkan oleh jamur. Berikut langkah yang bisa Mama lakukan di rumah dan bersama dokter.

  • Pastikan diagnosisnya dulu
    Menurut Cleveland Clinic, dokter biasanya memeriksa area ruam secara langsung dan sesekali mengusapnya dengan kapas steril untuk dilihat di bawah mikroskop.

  • Gunakan obat antijamur sesuai anjuran dokter
    Mengutip Cleveland Clinic, dokter bisa meresepkan obat antijamur berupa krim, salep, atau obat minum untuk menghentikan pertumbuhan jamur. 

  • Bersihkan area ruam dengan lembut
    Gunakan air dan kain lap yang lembut, hindari tisu basah beralkohol atau berpewangi, lalu tepuk-tepuk hingga kering tanpa digosok, seperti dikutip dari Cleveland Clinic

  • Lapisi dengan krim pelindung
    Mengutip Cleveland Clinic, setelah obat antijamur dioleskan, lapisan tebal salep atau krim berbahan zinc oxide atau petroleum jelly digunakan sebagai pembatas antara popok dan kulit.

  • Ganti popok lebih sering dan beri jeda tanpa popok
    Menurut Cleveland Clinic, jamur sangat suka pada tempat lembap, sehingga ganti popok minimal sekali pada malam hari.

Seperti Apa Ciri Jamur pada Kulit Bayi?

Pexels/Sean Dalton

Jamur di kulit bayi sering disangka ruam popok biasa, padahal ada beberapa petunjuk yang membedakannya. Berikut ciri-ciri yang perlu Mama perhatikan.

  • Ruam merah tua atau keunguan yang menonjol
    Menurut Cleveland Clinic, ruam jamur tampak sebagai bercak merah tua atau ungu yang timbul. 

  • Bintik kecil mirip jerawat
    Menurut Cleveland Clinic, ruam bisa disertai benjolan atau jerawat kecil berisi cairan. Permukaan kulit pun terlihat mengilap.

  • Kulit pecah-pecah atau sangat kering
    Melansir Cleveland Clinic, pada kasus berat, ruam bisa berubah menjadi luka terbuka yang mengeluarkan cairan bening atau berdarah. Kondisi ini biasanya disertai rasa gatal dan nyeri ringan.

  • Muncul di lipatan kulit dengan bercak tersebar
    Melansir Cleveland Clinic, jamur umumnya tumbuh di lipatan seperti pangkal paha, area kelamin, dan bokong dengan beberapa bercak kecil yang menyebar. 

  • Bercak putih di mulut yang sulit dihapus
    Menurut Joy in Birthing, bercak putih akibat jamur di mulut tidak mudah dikerik seperti sisa susu dan meninggalkan area merah yang meradang di bawahnya.

Apa Penyebab Jamur Mudah Tumbuh pada Kulit Bayi?

Pexels/freestocks.org

Jamur penyebab ruam ini sebenarnya penghuni tetap tubuh kita dalam jumlah kecil. Masalah baru muncul ketika jumlahnya tidak terkendali karena beberapa hal berikut.

  • Kulit hangat dan lembap
    Mengutip Cleveland Clinic, jamur Candida tumbuh subur di tempat hangat dan lembap, sehingga area popok menjadi lokasi idealnya. 

  • Urine atau tinja menempel terlalu lama
    Menurut Cleveland Clinic, kulit yang terkena urine atau tinja dalam waktu lama, terutama semalaman, rentan terkena jamur. Sirkulasi udara yang minim dan gesekan popok pada kulit ikut memperburuk keadaan.

  • Penggunaan antibiotik
    Menurut UF Health, penggunaan antibiotik juga membunuh bakteri baik sehingga jamur lebih leluasa berkembang. 

  • Sistem imun yang belum matang
    Menurut UF Health, bayi belum memiliki sistem imun yang terbentuk sempurna sehingga jamur lebih mudah tumbuh secara berlebihan. 

  • Dot, botol, atau empeng yang kurang bersih
    Melansir laman Kemenkes, dot yang kurang bersih bisa membuat bayi lebih rentan terkena jamur di mulut.

Bagaimana Cara Menjaga Kulit Bayi agar Tetap Kering dan Bersih?

Pexels/William Fortunato

Mencegah selalu lebih mudah daripada mengobati. Kuncinya ada pada kebiasaan kecil yang Mama lakukan secara konsisten setiap hari.

  • Ganti popok sesering mungkin
    Melansir Mayo Clinic, selalu ganti popok basah atau kotor secepat mungkin, bahkan bangun di malam hari jika perlu. 

  • Cuci dengan air hangat, lalu keringkan
    Menurut Mayo Clinic, bilas bokong bayi dengan air hangat setiap kali ganti popok. Setelah itu, tepuk-tepuk hingga kering atau biarkan kering di udara tanpa menggosok.

  • Pilih popok dan tisu basah yang tepat
    Melansir Cleveland Clinic, gunakan popok berdaya serap tinggi dan tisu basah tanpa pewangi serta alkohol. 

  • Longgarkan popok dan beri waktu bebas popok.
    Mengutip Medical News Today, hindari memakaikan popok terlalu ketat atau melapisinya dengan celana plastik. 

  • Jaga kebersihan botol, dot, dan empeng
    Melansir Medical News Today, biasakan merebus dot dan empeng selama 10 menit, lalu mendinginkannya sebelum dipakai.

Bolehkah Menggunakan Krim Antijamur pada Kulit Bayi?

Pexels/Ron Lach

Boleh, tetapi sebaiknya jangan asal oles. Menurut Cleveland Clinic, krim antijamur yang dijual bebas, seperti clotrimazole, bisa digunakan untuk mengatasi ruam popok akibat jamur.

Hanya saja, jangan gunakan tanpa diagnosis dan anjuran dari dokter. Belum tentu krim itu menuntaskan masalahnya. Pasalnya, jenis jamur penyebab ruam perlu dipastikan lebih dulu.

Melansir Mayo Clinic, krim antijamur bisa dicoba jika krim pelindung biasa tidak membuat ruam membaik, dengan pemakaian dua kali sehari. Jika dalam 5–7 hari ruam belum membaik, bayi perlu dibawa ke dokter.

Mama disarankan untuk memilih produk yang memang dibuat untuk bayi dan menghindari bahan seperti soda kue, asam borat, kamper, fenol, benzokain, difenhidramin, atau salisilat karena bisa beracun bagi bayi.

Berapa Lama Jamur pada Kulit Bayi Bisa Sembuh?

Pexels/Nataliya Vaitkevich

Setelah memakai obat antijamur, gejala biasanya mulai memudar dalam sekitar 3 hari, menurut Cleveland Clinic. Namun, jamurnya bisa saja masih ada meski kulit tampak mulus.

Karena itu, orangtua diminta untuk menuntaskan pengobatan sesuai anjuran dokter. Ruam biasanya benar-benar bersih dalam 2 sampai 3 minggu.

Mengutip Medical News Today, intinya, jangan berhenti memakai obat hanya karena ruam tampak membaik, karena penting untuk menuntaskan seluruh pengobatan.

Kapan Jamur pada Kulit Bayi Harus Diperiksakan ke Dokter?

Pexels/Jonathan Borba

Kebanyakan ruam jamur bisa ditangani di rumah, tetapi ada sinyal yang tidak boleh diabaikan. Segera periksakan bayi ke dokter jika Mama menemukan hal-hal berikut.

  • Ruam tidak membaik setelah perawatan
    Melansir Mayo Clinic, bawa bayi ke dokter bila ruam tidak membaik dalam 5 sampai 7 hari setelah pemakaian obat antijamur. 

  • Gejala memburuk atau berlangsung terlalu lama
    Menurut Medical News Today, Mama bisa meminta saran dokter jika gejala memburuk setelah tiga hari pengobatan atau bertahan lebih dari 10 hari.

  • Ruam melebar dan bayi sangat tidak nyaman
    Menurut Cleveland Clinic, ruam yang bertambah luas dan membuat bayi sangat tidak nyaman perlu segera diperiksa. 

  • Muncul luka terbuka, berdarah, atau keluar cairan
    Menurut Cleveland Clinic, luka terbuka yang sering berdarah atau mengeluarkan cairan kuning maupun bening adalah tanda infeksi. Kunjungi dokter segera jika ini terjadi.

  • Disertai demam, menolak menyusu, atau sering kambuh
    Menurut Mayo Clinic, Mama disarankan untuk segera ke dokter jika ruam muncul bersama demam. Orangtua juga diminta untuk menghubungi dokter bila bayi menolak makan atau jamur di mulut terus kambuh, karena bisa jadi tanda masalah kesehatan lain.

Jamur pada kulit bayi memang bikin deg-degan, tetapi kondisi ini umumnya bisa diatasi dengan perawatan yang tepat. Kulit yang bersih, kering, dan tidak terlalu tertutup adalah pertahanan terbaik yang bisa Mama berikan.

Nah, itulah pembahasan mengenai bagaimana cara menghilangkan jamur pada kulit bayi? Semoga informatif dan bermanfaat!

Curated For You

Editorial Team

Related Article