Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Pexels/Pavel Danilyuk
Pexels/Pavel Danilyuk

Intinya sih...

  • Pakaian lembap bisa memicu batuk berulang pada anak karena menjadi tempat berkembangnya bakteri, jamur, dan kuman.

  • Tanda-tanda pakaian belum kering sempurna antara lain: bau apek, terasa dingin saat dipakai, dan terasa berat saat disentuh.

  • Pemakaian pakaian lembap pada anak dapat meningkatkan risiko batuk berulang hingga ISPA, pneumonia, dan hipotermia.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Menjaga kebersihan pakaian si Kecil sering kali dianggap hal sederhana, padahal dampaknya bisa besar bagi kesehatan. Baju yang belum kering sempurna ternyata dapat menjadi tempat berkembangnya bakteri, jamur, hingga kuman yang berpotensi memicu masalah kesehatan, termasuk batuk berulang pada anak.

Kondisi pakaian yang lembap juga sering tidak disadari orangtua, apalagi saat musim hujan atau ketika cucian sulit kering. Padahal, sistem imun anak yang masih berkembang membuat mereka lebih sensitif terhadap paparan lingkungan sehari-hari, termasuk pakaian yang dikenakan.

Karena itu, penting bagi Mama untuk memahami tanda-tanda pakaian belum benar-benar kering serta dampak kesehatan yang mungkin muncul. 

Berikut penjelasan Popmama.com tentang baju yang tak kering sempurna bisa sebabkan anak batuk berulang.

1. Kenapa baju yang tidak kering sempurna bisa memicu batuk berulang?

Pexels/Pavel Danilyuk

Pakaian yang masih lembap dapat menjadi tempat ideal bagi jamur, bakteri, dan debu untuk berkembang. Ketika si Kecil mengenakan pakaian tersebut, partikel mikroorganisme bisa terhirup atau menempel di kulit dan saluran pernapasan. Hal ini dapat memicu iritasi, alergi, hingga batuk yang terjadi berulang kali.

Selain itu, anak memiliki sistem imun yang masih berkembang sehingga lebih rentan terhadap faktor lingkungan, termasuk pakaian yang tidak higienis. Kondisi ini dapat memperbesar risiko infeksi saluran pernapasan atas (ISPA), terutama saat cuaca dingin dan lembap.

Menurut dr. Ardi Santoso, seorang dokter spesialis anak sekaligus pediatric health educator yang aktif membagikan edukasi di Instagram pribadinya, @ardisantoso, ISPA terjadi ketika saluran napas, mulai dari hidung, tenggorokan, hingga paru-paru diserang virus atau bakteri. Akibatnya, tubuh mengalami peradangan yang memicu berbagai gejala tidak nyaman

Dilansir dari laman Nusamed Healthcare, ada beberapa faktor yang membuat risiko ISPA lebih mudah menyerang anak:

  • Udara lembap yang dapat mempercepat pertumbuhan virus.

  • Penurunan imunitas. 

  • Lebih sering berada di ruangan tertutup. 

2. Tanda-tanda pakaian anak belum kering sempurna yang sering tidak disadari Mama

Freepik

Sebagian orangtua merasa pakaian sudah kering hanya karena terlihat tidak basah. Padahal, masih ada beberapa tanda yang menunjukkan pakaian sebenarnya masih lembap dan belum siap digunakan oleh si Kecil.

1. Bau apek atau kurang segar
Pakaian yang belum kering sempurna biasanya mengeluarkan bau apek akibat pertumbuhan jamur atau bakteri di serat kain. Bau ini sering muncul setelah pakaian dilipat dan disimpan beberapa waktu.

2. Terasa dingin saat dipakai
Baju yang masih menyimpan kelembapan biasanya terasa dingin di kulit. Kondisi ini bisa membuat tubuh anak cepat kehilangan panas dan rentan terserang batuk atau pilek.

3. Masih terasa berat saat disentuh
Pakaian yang belum kering sempurna umumnya terasa lebih berat dibandingkan pakaian yang benar-benar kering karena masih menyimpan sisa air di dalam seratnya.

4. Langsung dilipat dari jemuran tanpa dicek bagian dalamnya
Kebiasaan langsung melipat baju tanpa memeriksa bagian lipatan, kerah, atau ketiak sering membuat pakaian yang sebenarnya masih lembap tetap disimpan dan akhirnya menimbulkan bau serta risiko kesehatan.

3. Dampak kesehatan yang bisa muncul jika si Kecil sering memakai pakaian lembap

Pexels/polinatankilevitch

Pakaian lembap bukan hanya masalah kenyamanan, tetapi juga bisa berdampak pada kesehatan anak. Berikut beberapa risiko yang perlu Mama ketahui:

1. Risiko batuk berulang hingga ISPA
Paparan jamur dan bakteri dari pakaian lembap dapat mengiritasi saluran napas. Jika terjadi terus-menerus, kondisi ini bisa memicu batuk berulang bahkan meningkatkan risiko ISPA pada anak.

2. Risiko pneumonia dan gangguan pernapasan
Memakai pakaian yang masih basah atau lembap dapat menyebabkan tubuh kehilangan panas lebih cepat. Pneumonia dan gangguan pernapasan lainnya dapat muncul jika terus-menerus terpapar pada kondisi ini, terutama pada anak-anak.

3. Meningkatkan risiko hipotermia
Kondisi pakaian basah dapat menurunkan suhu tubuh secara signifikan. Hipotermia bisa memicu kedinginan berlebihan, kelelahan, hingga kondisi medis darurat jika tidak segera ditangani.

4. Munculnya bau tak sedap dan alergi kulit
Pakaian lembap cenderung menghasilkan bau tidak sedap akibat pertumbuhan bakteri dan jamur. Selain itu, kontak kulit dengan pakaian basah dapat memicu alergi kulit yang berpotensi menjadi masalah kronis jika tidak ditangani, dilansir dari Beauty Journal.

4. Tips menjemur dan menyimpan pakaian anak agar benar-benar kering dan aman dipakai

Freepik/fabrikaismf

Agar pakaian si Kecil benar-benar kering dan aman digunakan, Mama perlu menerapkan beberapa kebiasaan efektif berikut ini. 

1. Perhatikan cara mencuci pakaian
Membilas merupakan bagian penting dalam mencuci. Pastikan tidak ada sisa deterjen yang tertinggal di sela-sela pakaian. Mama juga bisa menggunakan pewangi pakaian agar cucian lebih segar dan cepat kering, terutama saat musim hujan.

2. Gunakan alat pengering mesin cuci
Di musim hujan, alat pengering mesin cuci menjadi solusi praktis untuk mempercepat proses pengeringan. Setelah itu, pakaian cukup diangin-anginkan hingga benar-benar kering.

3. Gantung pakaian menggunakan hanger
Menggantung pakaian dengan hanger membantu sisa air mengalir ke bawah sehingga bagian atas pakaian lebih cepat kering dan tidak lembap.

4. Atur jarak jemuran
Merenggangkan jarak antar jemuran membantu sirkulasi udara lebih baik. Cara ini juga membantu mencegah bau apek pada pakaian.

5. Gunakan setrika pakaian
Jika pakaian sudah setengah kering, Mama bisa menyetrika bagian yang sulit kering seperti kerah atau ujung lengan. Gunakan cairan pelicin dan pengharum agar pakaian lebih segar.

Nah, itu dia penjelasan mengenai baju yang tak kering sempurna bisa sebabkan anak batuk berulang. Semoga informasi ini bermanfaat untuk Mama.

Editorial Team