Alasan pertama mengapa bayi perlu naik tekstur makan adalah untuk membantu memenuhi kebutuhan kalori bayi di masa pertumbuhannya. Semakin bertambah usia, maka akan semakin besar pula kebutuhan kalori yang dibutuhkan bayi. Namun, pertambahan ukran lambung mereka relatif lambat.
Bayi yang dilatih untuk naik tekstur makan secara otomatis melatih kemampuan oromotornya. Salah satu penyebab bayi mengalami keterlambatan dalam bicara adalah karena oromotor mereka kurang mendapatkan latihan.
Tekstur MPASI Usia 6-8 Bulan
Tekstur yang pertama adalah makanan yang bertekstur lunak dan mudah dihaluskan oleh lidah dan langit-langit mulut bayi, seperti bubur atau puree buah dan sayuran.
Lalu, makanan yang teksturnya sedikit lebih keras tetapi masih bisa terurai menjadi potongan-potongan kecil dengan sedikit isapan atau kunyahan, seperti ubi kukus, alpukat, atau pisang.
Terakhir, bayi usia 6 hingga 8 juga mulai bisa belajar mengonsumsi makanan yang teksturnya cukup keras dan padat. Makanan tersebut sedikit sulit terurai meski telah digigit beberapa kali oleh bayi, contohnya adalah mangga.
Ketiga tekstur ini dapat meningkatkan keterampilan motorik mulut bayi dan meningkatkan toleransi sensoriknya terhadap berbagai tekstur makanan di mulut.
Tekstur MPASI Usia 9-12 Bulan
Di usia 9 hingga 12 bulan, keterampilan mengunyah bayi menjadi lebih berkembang. Sehingga tekstur makanan untuk bayi di rentang usia ini sudah bisa ditingkatkan.
Bayi usia 9 hingga 12 bulan sudah bisa diperkenalkan dengan tekstur makanan lunak yang dicincang kasar, dipotong dadu, dan dicincang halus.
Lalu, jika Mama memberi bubur atau puree pun, tidak perlu lagi diblender dan disaring. Makanan hanya perlu dihancurkan dengan sendok atau alat masher.
Makanan yang bisa Mama beri pada bayi usia 9 hingga 12 bulan di antaranya, keju, sayuran (wortel, labu, kentang, ubi jalar) yang dimasak, buah potong, dan sereal gandum.
Nah, apabila Mama ingin memberikan buah pada bayi, berikan buah dengan potongan atau ukuran yang lebih besar. Hal ini dapat membantu melatih dan membangun keterampilan mengunyah bayi.
Jadi, tidak benar memblender MPASI bisa membuat nutrisinya hilang, ya, Ma. Yang membuat nutrisi MPASI berkurang adalah cara memasak yang salah. Semoga informasi ini bisa membantu Mama dalam menyiapkan MPASI si Kecil!