Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Popmama.com/Alya Putri Abi/AI
Popmama.com/Alya Putri Abi/AI

Intinya sih...

  • Bayi menangis atau kolik dengan nada tinggi dan tampak rewel

  • Kulit bayi terasa gatal, gelisah, dan sering menggosok-gosokkan tubuhnya

  • Eksim atau ruam pada kulit bayi, bisa muncul di berbagai area tubuh

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Bayi yang menunjukkan reaksi tidak biasa setelah menyusu atau mengonsumsi makanan tertentu sering kali dianggap sepele, padahal ini bisa menjadi tanda bahwa bayi memiliki alergi. Bayi dapat mengalami alergi makanan sejak masa ASI akibat makanan yang dikonsumsi Mama.

Untuk bayi pengguna susu formula alergi umumnya berkaitan dengan protein susu sapi. Sementara Pada bayi yang sudah MPASI, alergi dapat dipicu oleh makanan yang dikonsumsinya. Alergi makanan pada bayi terjadi ketika sistem imun bereaksi berlebihan terhadap protein tertentu.

Kesalahan ini membuat tubuh membentuk antibodi IgE yang kemudian memicu pelepasan histamin, sehingga muncul berbagai gejala alergi pada bayi. Pada kasus alergi yang berat, bayi memerlukan penanganan dokter secepatnya karena dapat membahayakan.

Karena itu, setiap ciri-ciri bayi yang mengalami alergi pada makanan tidak boleh diabaikan. Berikut ini Popmama.com merangkum ciri-ciri bayi alergi makanan. Yuk, kenali, Ma!

1. Menangis atau kolik

Popmama.com/Alya Putri Abi/AI

Kolik merupakan kondisi ketika bayi menangis dalam waktu lama dan sulit untuk ditenangkan. Tangisan ini umumnya berlangsung hingga sekitar tiga jam atau lebih. Pada kasus kolik yang dipicu oleh alergi makanan, bayi biasanya menangis dengan nada tinggi dan tampak sangat rewel.

Wajah bayi bisa terlihat memerah, sementara area di sekitar mulut tampak lebih pucat. Selain itu, bayi sering menunjukkan gerakan tubuh yang tidak nyaman, seperti menarik kedua kaki ke arah perut, lengan menjadi kaku, atau punggung melengkung sebagai tanda rasa tidak nyaman.

2. Kulit terasa gatal

Popmama.com/Alya Putri Abi/AI

Salah satu tanda alergi makanan pada bayi adalah kulit yang terasa gatal. Bayi yang mengalami kondisi ini biasanya tampak gelisah dan tidak nyaman, sering menggeliat atau bergerak terus-menerus.

Pada bayi yang belum mampu menggaruk atau mengungkapkan rasa gatalnya, mereka cenderung menggosok-gosokkan bagian tubuh yang terasa gatal pada permukaan benda di sekitarnya, misalnya baju, selimut, atau tangan orangtua.

Kulit yang gatal ini bisa muncul di berbagai area tubuh, seperti pipi, lengan, kaki, atau perut, dan terkadang disertai kemerahan atau bercak-bercak kecil. Respons ini menunjukkan bahwa tubuh bayi sedang bereaksi terhadap alergen, sehingga perlu diperhatikan agar kondisi tidak bertambah parah.

3. Eksim atau ruam pada kulit

Popmama.com/Alya Putri Abi/AI

Eksim adalah kondisi kulit yang ditandai dengan ruam bersisik, terasa gatal, dan bertekstur kasar. Ciri dan lokasinya berbeda-beda sesuai usia bayi. Pada bayi berusia 0 hingga 6 bulan, eksim biasanya muncul di pipi, dagu, dahi, dan kulit kepala, meskipun terkadang bisa menyebar ke bagian tubuh lain.

Pada bayi 6 hingga 12 bulan, ruam cenderung muncul di area siku dan lutut, biasanya membentuk kerak berwarna kuning. Sedangkan pada anak berusia 2 hingga 5 tahun, eksim sering terlihat di lipatan lutut dan siku, pergelangan tangan, tangan, serta pergelangan kaki, dengan kulit yang kering, bersisik, dan menebal.

Untuk membantu meredakannya, orang tua dapat mengompres dengan kain atau handuk yang dibasahi air dingin untuk memberikan efek menenangkan dan mengurangi rasa tidak nyaman. Selain itu, penggunaan produk perawatan kulit yang aman dapat membantu.

4. Biduran 

Popmama.com/Alya Putri Abi/AI

Biduran adalah kondisi kulit yang ditandai dengan munculnya benjolan berwarna merah muda, dengan ukuran yang bervariasi mulai dari sekitar setengah inci hingga beberapa inci. Benjolan ini terasa gatal dan bentuknya tidak beraturan.

Meskipun terlihat mengganggu, biduran biasanya tidak memerlukan penanganan khusus karena umumnya hilang dengan sendirinya dalam waktu sekitar enam jam. Untuk membantu mengurangi rasa gatal, orang tua dapat mengompres area yang terkena dengan kain atau handuk dingin, sehingga bayi merasa lebih nyaman.

5. Sakit perut atau gangguan pencernaan

Popmama.com/Alya Putri Abi/AI

Gangguan pencernaan pada bayi dapat menjadi salah satu tanda alergi makanan. Kondisi ini biasanya ditandai dengan bayi tampak tidak nyaman atau kesakitan pada bagian perut, sering rewel, serta disertai muntah yang terjadi berulang.

Selain itu, perubahan pada feses juga dapat terlihat, seperti teksturnya menjadi lebih encer dari biasanya, berbau menyengat, dan pada beberapa kasus mengandung lendir atau bercak darah. Kondisi ini menunjukkan bahwa sistem pencernaan bayi sedang bereaksi terhadap makanan tertentu.

6. Gangguan saluran pernafasan

Popmama.com/Alya Putri Abi/AI

Salah satu ciri bayi mengalami alergi makanan dapat terlihat dari saluran pernapasannya. Saat sistem imun bayi bereaksi, saluran pernapasan dapat mengalami peradangan atau pembengkakan, sehingga aliran udara menjadi tidak lancar.

Kondisi ini membuat bayi mengalami hidung tersumbat, pilek, sering bersin, atau batuk.

7. Pembengkakan pada wajah, bibir, atau mata

Popmama.com/Alya Putri Abi/AI

Pembengkakan pada wajah, bibir, atau sekitar mata pada bayi disebut angioedema. Kondisi ini dapat terjadi secara tiba-tiba setelah bayi mengonsumsi makanan tertentu. Area yang bengkak biasanya tampak lebih tegang atau menonjol dan pada beberapa bayi bisa disertai rasa hangat atau kemerahan.

Meski terlihat mengganggu, pembengkakan jenis ini umumnya tidak memerlukan penanganan khusus dan dapat membaik dengan sendirinya. Namun, orang tua tetap perlu memperhatikan jika terjadi pembengkakan yang cepat memburuk atau disertai gejala lain karena bisa menjadi tanda reaksi alergi yang lebih serius.

8. Reaksi anafilaksis pada tahap yang lebih serius

Popmama.com/Alya Putri Abi/AI

Pada kasus alergi makanan yang lebih berat, bayi dapat mengalami reaksi anafilaksis, yaitu reaksi alergi serius yang terjadi secara cepat dan termasuk kondisi darurat medis. Reaksi ini dapat ditandai dengan pembengkakan di tenggorokan yang menyebabkan bayi mengalami sesak napas atau napas berbunyi.

Pembengkakan pada lidah juga dapat terjadi dan membuat bayi kesulitan bernapas maupun menelan. Selain itu, bayi bisa mengalami diare berulang, sehingga meningkatkan risiko dehidrasi. Pada bayi yang sudah mulai mengoceh, akan sulit mengeluarkan suara.

Secara umum, Bayi akan tampak pucat, lemas dan sangat tidak nyaman, menandakan tubuhnya sedang mengalami reaksi alergi yang berat. Kondisi ini memerlukan penanganan medis segera karena dapat membahayakan keselamatan bayi.

Nah, itu dia ciri-ciri bayi alergi makanan. Jika bayi menunjukkan tanda-tanda tersebut, jangan diabaikan, ya, Ma!

Editorial Team